View Full Version: 1 KORINTUS 5:5 MENYERAHKAN PADA IBLIS

sarapanpagi >>AJARAN / DOKTRIN/ AYAT ALKITAB >>1 KORINTUS 5:5 MENYERAHKAN PADA IBLIS


<< Prev | Next >>

eddyk- 02-24-2006

Thanks Bung Bp untuk pencerahannya.....jadi jelas sekarang he.he.he.he Satu lagi yg butuh pencerahan nich Bung BP..mohon dimaklumi untuk daku yg masih baru belajar dengan tekun FT ini..moga ga bosan ya... 1 Kor 5:5 Orang itu harus diserahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis,sehingga binasa tubuhnya,agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan Apa arti dari ayat diatas..? MOhon pencerahannya Thanks GBU Eddy k

BP- 02-24-2006

Sure, penjelasannya sbb : * 1 Korintus 5:5 TBI :"orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan." - NIV : hand this man over to Satan, so that the sinful nature may be destroyed and his spirit saved on the day of the Lord. "paradounai (untuk menyerahkan} ton {yang} toiouton {itu} tô satana {kepada setan} eis {ke dalam} olethron {kebinasaan} tês sarkos {daging} hina {supaya} to pneuma {roh} sôthê {ia diselamatkan} en {pada} tê hêmera {hari} tou kuriou {Tuhan} iêsou {Yesus}" Ayat yang senada dapat ditemukan antara lain: * 1 Timotius 1:20 "di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat." Untuk memahami ayat di atas , sebaiknya membaca secara lengkap 1 Korintus 5:1-13 yang berbicara tentang "dosa percabulan". * 1 Korintus 5 DOSA DALAM JEMAAT 5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan {porneia} di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. 5:2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? 5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku -- sama seperti aku hadir -- telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. 5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, 5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. 5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? 5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. 5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. 5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. 5:10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. 5:12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? 5:13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. Pasal 5 membahas suatu tindakan zinah yang diketahui jemaat. Orang-orang percaya disana bukannya sedih melihat peristiwa itu, mereka malah berpuas diri dengan mendiamkan hal itu, bahkan mereka mungkin bangga akan kebebasan mereka (lihat ayat 1 bandingkan dengan 1 Korintus 6:12). Dan forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus menyatakan sikapnya atas hal itu (ayat 3 s/d 5), dan menghimbau agar jemaat memberlakukan disiplin (ayat 6-8 ). Kekristenan memang mementingkan aspek rohani, namun ada standard moral yang harus dilakukan oleh umat percaya sehingga kehidupannya mencerminkan kesucian Kristus dan menjadi kesaksian yang hidup bagi orang-orang yang belum mengenal Allah. Ayat 1, membahas percabulan adalah sesuatu yang dilarang, oleh hukum Taurat (Imamat 18:8, Ulangan 22:22) bahkan dalam pengajaran Yesus pun mengajar tentang hal ini (forumer.com/viewtopic.php?p=266#266>lihat Matius 5:27-30). Khusus tentang Instruksi forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus pada ayat 5, terhadap orang yang melakukan pelanggaran moral yang serius, dibutuhkan penafsiran yang hati-hati, jika tidak akan terjadi penyimpangan yang cukup besar. Kita tentu akan bertanya-tanya, apa sebenarnya 'menyerahkan kepada setan', 'paradounai tô satana': - Mengapa forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Rasul Paulus ingin menyerahkan seseorang kepada setan? - Walaupun orang tersebut melakukan dosa yang menyedihkan, apakah tidak ada teguran atau pengampunan? - Dan apa maksud istilah 'Sehingga binasa tubuhnya' (secara harfiah 'dagingnya')? - Jika dia binasa bagaimana mungkin hal itu dapat menjadi sarana menuju 'keselamatan roh-nya'?. Untuk itu marilah kita ikuti argumentasi forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus dan memahami istilah-istilah yang digunakannya dalam konteks pemikiran yang lebih luas : Pada ayat 1 forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus mengungkapkan masalahnya dengan jelas di hadapan jemaat Korintus yaitu adanya dosa percabulan, Yunani 'porneia' (kata darimana kita mendapatkan kata 'pornografi'), yang berarti ada kenajisan seksual. Dari sudut pandang orang Yahudi sendiri, hubungan semacam itu merupakan pelanggaran serius (lihat Imamat 18:8 ), sedangkan hukum Roma sendiri (seperti dinyatakan dalam lembaga Gaius) melarang praktek semacam ini, untuk itu dalam ayat 1 ini dituliskan 'tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.'. Kalau dalam dunia sekuler saja praktek semacam ini dilarang, maka hal semacam ini jelas akan merusak struktur moral dari seluruh jemaat, juga kelangsungan kesaksian mereka kepada orang-orang yang belum mengenal Allah. Kegentingan masalah ini menimbulkan penilaian dan pengarahan yang agak keras dari forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus supaya segera ditindak oleh jemaat di Korintus. Bahwa tidak seharusnya perbuatan ini ditoleransi ataupun malah menyombongkan dirinya atas hal tersebut (ayat 2). forumer.com/viewtopic.php?p=1491#1491>Paulus jelas menghendaki pengucilan, ini dapat dilihat bukan hanya pada ayat 2, melainkan juga analogi dalam ayat 6-8 (buanglah ragi yang lama itu bandingkan dengan Ulangan 17:7 'Demikian harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu' lihat ayat 1 Korintus 5:13). Namun hakikat dari 'pembuangan' ini membingungkan (ayat 5) "orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis" dengan 2 tujuan : 1. Agar tubuhnya binasa 2. Roh-nya akan diselamatkan. Maka kalimat 'menyerahkan kepada setan' harus dipahami dalam pengertian kiasan, karena seseorang yang benar-benar diserahkan kepada iblis (setan) akan binasa untuk selamanya. Tetapi dalam ayat diatas tidak digambarkan akhir seperti itu. Hal ini berarti mengeluarkan orang yang bersalah dari jemaat dan dikembalikan ke wilayah setan, yaitu di luar jemaat atau dunia luar, dengan perkataan lain yang bersangkutan "dikucilkan dari gereja". Mengeluarkan seseorang dari gereja karena perbuatannya, sama artinya dengan menyerahkan yang bersangkutan kepada setan. Alkitab berbicara tentang adanya dua wilayah, kerajaan Allah dan dunia. Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat (1 Yohanes 5:19), jika seseorang dikembalikan ke dunia, tentu saja ia dikembalikan di bawah kuasa setan. Dengan pengucilan seorang pelanggar merupakan pemisahan dari umat Allah. Text Yunani "olethron tês sarkos" ("sehingga binasa tubuhnya" TBI) disajikan dalam terjemahan kontekstual oleh NIV dengan, "sehingga sifat yang berdosa itu dihancurkan" (yang lebih dapat memberikan pemahaman yang mudah dimengerti pembaca ketimbang terjemahan harfiah/static); hal ini dengan tepat mengungkapkan penggunaan kata 'daging' ('sarx', Yunani) secara religius oleh Paulus. Dengan demikian tujuan pengucilan itu adalah penghancuran "cara hidup" pelanggar hukum itu. Tentu saja ia telah merasakan kasih karunia Allah, mengalami kasih Kristus dalam persekutuan, menyaksikan kekuatan forumer.com/viewtopic.php?p=1472#1472>Roh Kudus yang mengubahkan dalam kehidupan saudara-saudaranya seiman. Jika ia dikucilkan dari lingkungan tersebut, tidakkah ia sadar? (seperti anak yang hilang?) Apakah ia tidak akan menyadari bahwa immoralitasnya hanya akan membawa pada kematian, tetapi penghapusan immoralitas itu akan membawa kepada kehidupan?. Maka, hanya dalam pemahaman itulah konsep "Kebinasaan tubuh/daging" merupakan langkah pertama menuju "keselamatan roh-nya". Dalam kalimat yang terakhir ini, kata "roh" menunjukkan manusia yang dilahirkan kembali oleh forumer.com/viewtopic.php?p=1472#1472>Roh Allah, yang hidup "didalam Roh" atau "menurut Roh" (Lihat Roma 8:5-11). Dengan demikian seorang yang sekali lagi dipindahkan melalui pembinasaan "tubuh"nya akan diselamatkan "pada hari Tuhan". Amin Blessings in Christ, BP February 25, 2006

Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.