silahkan tunjuk ayatnya dimana; kita bahas sama2 disini
cahyadi- 06-02-2006
Yakobus menegakkan Hukum Taurat kisah para rasul 21:21
21:21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.
21:22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari.
21:23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
21:24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
Paulus itu ditegur oleh Yakobus di yerusalem
"Hai paulus kenapa engkau meninggalkan Hukum Taurat?kembalilah kepada Hukum Taurat...dan di dalam hukum Taurat tidak pernah diajarkan untuk menyembah Roh kudus."
Di dalam Hukum Taurat tidak pernah diajarkan menyembah Roh kudus.Tidak ada menyembah Roh,Roh ajaran kristen...
BP- 06-02-2006
Kisah 21:21-24 Tidak membicarakan Roh Kudus
Dalam Tanakh Ibrani, tertulis jelas bukti-bukti bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, dijelskan dalam forumer.com/viewtopic.php?p=315#315" target="_blank">http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=315#315
Benaya- 06-04-2006
Salam,
Saya sarankan kepada pak Cahyadi untuk membaca keseluruhan konteks, jangan mengambil ayat sepenggal-penggal.
Perikop dimulai dari Kis 21:15-26. Silahkan dibaca dengan cermat dahulu, saya yakin Anda pasti memiliki sebuah Alkitab di rumah.
Intinya bukan seperti yang Anda simpulkan, bahwa Yakobus menegur Paulus karena meninggalkan Hukum Taurat, tetapi mengenai pentahiran orang Kristen Yahudi, tetapi mengenai orang Kristen Non Yahudi hanya diminta untuk menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik, dan dri percabulan.
Kesimpulan: tidak ada hubungan dengan Roh Kudus!
cahyadi- 06-12-2006
Kisah para Rasul 21 itu kan menceritakan perjalanan Paulus sampai dia tiba kembali ke Yerusalem,dan di yerusalem dia ditegur Paulus karena tersiar kabar bahwa Paulus melarang hukum bersunat.Hal ini berlawanan dengan ajaran Musa dan yesus.
Saudara BP mengatakan Bahwa orang2 di Zaman itu menyembah Roh kudus,tapi itu tidak benar... dibuktikan dengan Yakobus yang melaksanakan Hukum Taurat
BP- 06-12-2006
ALLAH MENYATAKAN DIRINYA SEBAGAI ROH Dalam Perjanjian Lama Tuhan Allah sebagai sekutu Israel juga menyatakan diri-Nya sebagai Roh.
Arti dasar kata roh (ruakh) adalah nafas, angin. Di dalam Perjanjian Lama, kata roh diterjemahkan dengan bermacam-macam kata. Di Mazmur 33:6 umpamanya, ruakh diterjemahkan dengan nafas dari mulut, sedangkan di Yeremia 10:14 diterjemahkan dengan nyawa dan lain sebagainya. Jika kata ruakh dikenakan kepada Tuhan Allah sendiri, maka Roh dipandang sebagai kekuatan atau kuasa yang menjadi alat Tuhan Allah bekerja. Hal itu umpamanya tampak dari Yehezkiel 37:9-10 di mana disebutkan, bahwa Roh dapat menjadikan tulang-tulang yang mati menjadi hidup. Di bagian Alkitab ini, Nabi Yehezkiel berada di dalam lembah di tengah-tengah tulang yang mati. Karena nubuat Nabi Yehezkiel datanglah Roh Allah seperti angin yang keras yang menghidupkan tulang-tulang itu menjadi manusia yang berdaging dan berurat dan sebagainya, sehingga mewujudkan suatu tentara yang besar.
Demikianlah Roh Allah adalah daya atau kuasa Allah dengannya Allah menghidupkan. Dan oleh karena yang digambarkan dengan tulang-tulang yang mati itu adalah Israel yang telah mati secara rohani, maka Roh Allah yang menghidupi itu juga berarti daya atau kuasa Allah yang menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati secara rohani.
* Yesaya 44:3
"Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu."
KI ETSAK-MAYIM AL-TSAME VENOZLIM AL-YABASHA ETSOK RUKHI AL-ZAREKHA UVIRKHATI AL-TSE'ETSAEIKHA
Selanjutnya dapat dikatakan, bahwa jika Tuhan Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Roh, hal itu bukanlah suatu uraian yang bersifat filsafati, tetapi bahwa hal itu menyatakan Allah di dalam firman dan karya-Nya. Di Yesaya 31:3 umpamanya, Tuhan Allah membandingkan diri-Nya dengan Mesir. Di situ disebutkan, bahwa orang Mesir adalah manusia, bukan Allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Jadi orang Mesir disamakan dengan manusia, sedang kekuatan perangnya disamakan dengan makhluk yang lemah, yang berarti, bahwa kekuatan Mesir tidaklah berdaya. Sebaliknya Tuhan Allah disamakan dengan roh, yang berarti bahwa Tuhan Allah adalah kekuatan yang mutlak dan agung. Allah adalah Roh atau kekuatan yang dinamis. Sifat dinamis ini tampak di dalam karya Roh itu. Menurut Yesaya 32:15 dan ayat berikutnya, Roh Allah mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan.
Demikianlah Roh adalah kekuatan atau kuasa ilahi yang bekerja sebagai alat atau sarana Tuhan Allah. Dengan Roh itu Tuhan Allah menghendaki para kerub pergi menuju ke tempat yang di hadapannya, memberikan kekuatan badaniah yang luar biasa, umpamanya kepada Simson, menjadikan orang dapat bernubuat, dan lain sebagainya.
Akhirnya Roh yang dinamis itu juga mengandung di dalamnya sifat-sifat yang etis. Hal ini terang dari Yesaya 30:1, yang mengancam dengan hukuman para anak yang murtad, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan oleh dorongan Roh Tuhan. Jadi Roh Allah yang dinamis tadi memang adalah kekuatan atau kekuasaan yang menciptakan hal-hal yang baru, yang ditujukan kepada tujuan keagamaan. Dalam arti inilah Roh Allah disebut: berada pada Mesias sebagai Roh hikmat dan pengertian, Roh nasehat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan takut akan TUHAN. Dalam arti yang demikian itu juga dikatakan, bahwa Roh Tuhan ditaruhkan ke atas hamba TUHAN untuk menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Di dalam terang inilah disebutkan, bahwa keselamatan Israel terjadi oleh karena Roh Allah, yang akan memberikan hati yang baru kepada umat itu, yang akan mengubah hati yang keras dari Israel menjadi hati yang taat, dan menjadikan Israel menjadi umat Allah.
Oleh karena sifat Roh yang demikian itulah, maka ada hubungan yang erat sekali di antara firman dan Roh Allah. Bahkan dapat dikatakan, bahwa Roh Allah adalah sinonim dari firman Allah. Di Mazmur 33:6 disebutkan, "Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya (Roh-Nya) segala tentaranya." Di sini diungkapkan suatu paralelisme Ibrani, yang mengungkapkan suatu gagasan dengan dua cara, tetapi yang mengandung arti yang sama. Maka kalimat "oleh firman TUHAN langit telah dijadikan" mengungkapkan gagasan yang sama dengan "oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya." Dengan demikian "Firman TUHAN" adalah sinonim dari "Nafas dari mulut-Nya."
Demikianlah Roh Allah bagi Israel adalah kuasa Allah, yang menjadikan segala sesuatu. Hal yang demikian memang dialami oleh Israel di dalam sejarah hidupnya, sebab seperti yang telah dikemukakan di atas, Roh inilah yang mengaruniakan kecakapan kepada para hakim, kepada Daud, dan sebagainya.
cahyadi- 07-12-2006
Naskah laut mati Sayang saya tidak mempunyai naskah laut mati,jika anda membaca naskah laut mati dan menelaahnya dengan baik maka akan ketahuan bahwa Roh kudus itu sangat berbeda dengan Roh kebenaran yang dimaksudkan di dalam alkitab anda.....
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.