FILSAFAT FILSAFAT* Kolose 2:8,
"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus."
TR : blepete mê tis humas estai ho sulagôgôn dia tês philosophias kai kenês apatês kata tên paradosin tôn anthrôpôn kata ta stoikheia tou kosmou kai ou kata khristonFilosofi atau filsafat, dewasa ini dikenal sebagai pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakekat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi.
Kata Yunani philosophia, berasal dari philosophos (diterjemahkan oleh LAI dengan ahli pikir dalam Kisah Para Rasul 17:18), terdiri atas kata philos, sahabat; dan sophos, hikmat.
Menurut etimologi, kata ini berarti cinta akan kebijaksanaan (hikmat), digunakan untuk kerajinan atau ketrampilan dalam suatu seni atau ilmu pengetahuan dari cabang ilmu pengetahuan apa saja. Kata ini hanya digunakan satu kali dalam Perjanjian Baru dengan merujuk kepada kalangan Yahudi Kristen tertentu.
Dalam ayat diatas apakah berarti orang percaya tidak diperdolehkan berfilsafat?
Paulus tidak melarang orang menggunakan akal budi karena ia sendiri menggunakan akal budinya.
* Roma 7:25,
"Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan 'AKAL BUDIKU' aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa."
* 1 Korintus 14:15,
"Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan 'AKAL BUDIKU'; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan 'AKAL BUDIKU'."
Yang dipertentangkan oleh Paulus adalah hikmat yang tidak memperhitungkan Allah serta berpusat kepada manusia.
* 1 Korintus 2:5,
"supaya iman kamu jangan bergantung pada 'HIKMAT MANUSIA', tetapi pada kekuatan Allah."
"INA HÊ PISTIS HUMÔN MÊ HÊ EN SOPHIA ANTHRÔPÔN ALL EN DUNAMEI THEOU"
Coba kaji ayat di bawah ini:
* 1 Korintus 1:19,
"Karena ada tertulis: 'Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.'"
Penentangan antara hikmat Allah dan hikmat manusia ini senantiasa diungkapkan dalam Alkitab. Hal tersebut bukan berarti ajaran Paulus tidak menghargai pengetahuan atau hikmat, tetapi ia mengutip ajaran Perjanjian Lama.
* Yesaya 29:14,
"maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."
"LÂKHÊN HINENÎ YÔSIF LEHAFLÎ' 'ET-HÂ'ÂM-HAZEH HAFLÊ' VÂFELE' VE'ÂVDÂH KHÂKHMAT KHAKHÂMÂV ÛVÎNAT NEVONÂV TISTATÂR"
Maka, tujuan Paulus sejak semula kepada jemaat Korintus adalah untuk meyakinkan bahwa "iman" mereka bergantung kepada kekuatan Allah, dan bukan karena dibujuk oleh manusia.
Amin.
Dikutip dari : Yohannes/Biblika
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.