View Full Version: HARI SABAT, HARI PERHENTIAN, IBRANI 4:1-16

sarapanpagi >>AJARAN / DOKTRIN/ AYAT ALKITAB >>HARI SABAT, HARI PERHENTIAN, IBRANI 4:1-16


<< Prev | Next >>

BP- 01-06-2006
HARI SABAT, HARI PERHENTIAN, IBRANI 4:1-16
HARI SABAT, HARI PERHENTIAN, IBRANI 4:1-16 TANYA : Dalam Ibrani 4:1-16, apakah Allah berbicara ttg hari Sabat bahwa kita harus mengikuti ketetapanNya atau berbicara ttg hal lain? JAWAB : Baiklah kita kaji bersama beberapa ayat itu menurut arti lexicon bahasa Aslinya, terjemahan secara STATIC kata-per-kata, seperti sajian terjemahan KING JAMES VERSION (KJV), bukan terjemahan secara tafsir suatu denominasi tertentu : * Ibrani 4:9 LAI TB, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Naskah-naskah bahasa asli Yunani : Bizantine text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου Tischendorf Text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου Wescott & Hort (TW) αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου Textus Receptus (TR), αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου Translit, ara apoleipetai sabbatismos tô laô tou theou Ibrani 4:9 dalam bahasa asli Yunani tidak menulis "hari perhentian" atau "hari ketujuh", bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini. KJV : There remaineth therefore a rest to the people of God. Kita cek kata-per-kata : Translit. interlinear, ara {oleh karena itu} apoleipetai {ia disisakan} sabbatismos {perhentian} tô laô {bagi umat} tou theou {Allah} Tidak ada kata "hari" dalam text bahasa aslinya, entah mengapa terjemahan LAI menambah kata "hari". Ayat di atas sama sekali tidak menyebutkan bahwa "hari Sabat bagi umat Allah" melainkan "perhentian bagi umat Allah", bahkan tidak ada kata "hari" (Yunani 'ημερα - hêmera') di sana. Tidak semua kata Sabat bermakna/ dimaknakan "hari Sabtu" : Kata 'σαββατισμος - sabbatismos', "perhentian" mirip dengan bentukan kata dengan imbuhan pe- dan -an dalam bahasa Indonesia misalnya 'hagiasmos', "pengudusan" (Roma 6:19) dari kata 'hagiazô', "menguduskan"; 'hagnismos', "pentahiran" (Kisah Para Rasul 21:26) dari kata 'hagnizô', "mentahirkan"; 'aspasmos', "penghormatan" dari kata 'aspazomai', "memberi salam"; 'baptismos', "pembaptisan" (Ibrani 6:2) dari kata 'baptizô', "membaptiskan"; dan lain-lain. Kata >Sabat sendiri bukanlah kata Yunani melainkan berasal dari kata Ibrani שבת syin-bet-tav, 'syabat', arti harfiahnya adalah "beristirahat", "berhenti". Maka, kata 'sabbatismos' sama sekali bukan hari Sabat, bukan pula hari Sabtu. Lanjutan ayat : * Ibrani 4:10 LAI TB, Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. KJV, For he that is entered into his rest, he also hath ceased from his own works, as God did from his. TR , ο γαρ εισελθων εις την καταπαυσιν αυτου και αυτος κατεπαυσεν απο των εργων αυτου ωσπερ απο των ιδιων ο θεος Translit, ho gar eiselthôn eis tên katapausin autou kai autos katepausen apo tôn ergôn autou hôsper apo tôn idiôn ho theos Bandingkan dengan terjemahan The Orthodox Jewish Brit Chadasha (ORTHJBC) dibawah ini : "For whoever has entered into the menukhah of Hashem has also rested from his ma'asim, just as Hashem rested from his." Kita cek kata-per-kata : Translit Interlinear : ho {yang} gar {karena} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} tên katapausin {perhentian} autou {-Nya} kai {dan} autos {ia} katepausen {berhenti} apo {dari} tôn ergôn {pekerjaan} autou {-Nya} hôsper {sama seperti} apo {dari} tôn idiôn {-Nya sendiri} ho theos {Allah itu}" Perhatikan kata 'ωσπερ - hôsper' alias "sama seperti". Apakah kata ini berhubungan dengan hari Sabat, atau bermakna berhenti dari pekerjaan? Hari ketujuh adalah Sabtu, hari Sabtu adalah Sabat, tetapi Sabat bukan hanya hari Sabtu. ----- Mari kita kaji teliti lagi, apakah "perhentian" yang dimaksud itu adalah hari Sabtu atau bahkan punya makna khusus? * Ibrani 4:11 LAI TB, Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam 'perhentian' itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. KJV, Let us labour therefore to enter into that rest, lest any man fall after the same example of unbelief. TR, σπουδασωμεν ουν εισελθειν εις εκεινην την καταπαυσιν ινα μη εν τω αυτω τις υποδειγματι πεση της απειθειας Translit, spoudasômen oun eiselthein eis ekeinên tên katapausin hina mê en tô autô tis hupodeigmati pesê tês apeitheias Interlinear, spoudasômen {kita berusaha} oun {oleh karena itu} eiselthein {masuk} eis {ke dalam} ekeinên {itu} tên katapausin {perhentian} hina {supaya} mê {tidak} en {di dalam} tô autô {-nya} tis {seseorang} hupodeigmati {contoh} pesê {ia jatuh} tês apeitheias {dari ketidaktaatan, ketidakpercayaan} Tentu ayat di Ibrani 4:11 tidak bisa ditafsirkan/diterjemahkan bebas begini, "Karena itu baiklah kita memelihara hari Sabtu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga." Perhatikan bahwa kata "perhentian" dalam Ibrani 4:11 bukanlah 'sabbatismos' tetapi 'katapausis' yang biasanya digunakan untuk "tempat" dan bukan "hari". Bandingkan dengan ayat ini : * Kisah Para Rasul 7:49 LAI TB, Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi 'perhentian'-Ku? KJV, Heaven is my throne, and earth is my footstool: what house will ye build me? saith the Lord: or what is the place of my rest? TR, ο ουρανος μοι θρονος η δε γη υποποδιον των ποδων μου ποιον οικον οικοδομησετε μοι λεγει κυριος η τις τοπος της καταπαυσεως μου Translit, ho ouranos moi thronos hê de gê upopodion tôn podôn mou poion oikon oikodomêsete moi legei kurios ê tis topos tês katapauseôs mou Interlinear, ho ouranos {langit} moi {-Ku} thronos {takhta} hê de {dan} gê {bumi} upopodion {tumpuan} tôn podôn {kaki} mou {-Ku} poion {apakah} oikon {rumah} oikodomêsete {kalian akan membangun} moi {bagi-Ku} legei {firman} kurios {Tuhan} ê {atau} tis {apakah} topos {tempat} tês katapauseôs {perhentian} mou {-Ku} ----- Ibrani 4:1-13 adalah nasehat untuk masuk ke dalam perhentian, bukan tentang menguduskan hari Sabtu. Memasuki perhentian berarti beristirahat dari jerih-lelah manusia sendiri, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan pada hari ketujuh. Karena itu dalam kesempurnaannya, tujuan seperti itu sebenarnya adalah sesuatu yang berada di luar hidup ini. Namun mereka yang mendapat keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus sungguh sudah mulai mengalami hal itu, kini dan di sini. Umat Kristiani perlu untuk rajin dan sungguh-sungguh berusaha masuk kepada perhentian, jangan sampai seorang pun jatuh di jalan, dan menjadi seperti orang Israel di padang gurun, yaitu menjadi contoh lain yang sama dengan ketidaktaatan yang tak percaya. * Matius 11:28-29, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." Mereka yang sudah mengambil langkah yang menentukan dan menjadi orang percaya secara Kristiani, sedang memasuki perhentian. Mereka sudah mulai menikmati suatu berkat, yang masih juga akan disempurnakan. Memiliki perhentian itu memang mencakup keduanya, sekarang sudah, namun belum sempurna. Perhentian yang dijanjikan Allah tidak hanya untuk di dunia ini, tetapi juga di surga (Ibrani 4:7-8; 13:14). Bagi orang-orang percaya, masih ada perhentian abadi di surga (Yohanes 14:1-3; Ibrani 11:10,16). Memasuki perhentian yang terakhir ini berarti berhenti bekerja, menderita, dan dianiaya seperti biasa dialami dalam kehidupan kita di bumi ini (Wahyu 14:13), mengambil bagian dalam perhentian Allah sendiri, dan mengalami sukacita, kesenangan, kasih, dan persekutuan dengan Allah dan orang-orang kudus lainnya untuk selama-lamanya. Semoga bermanfaat. Amin. Sumber : Yohannes/ Biblika. Selengkapnya tentang SABAT, bisa dibaca di http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html


Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.