INKARNASI (PENJELMAAN) KRISTOLOGI : INKARNASI (PENJELMAAN)I. ARTI KATA
Baik kata benda ‘inkarnasi’ maupun kata sifatnya tidak terdapat dalam Alkitab. Tetapi padanan kata Yunani untuk bahasa Latin in carne, (en sarki Yunani) terdapat pada beberapa pernyataan penting dalam PB tentang pribadi dan karya Yesus Kristus.
Nyanyian pujian yang dikutip dalam 1 Timotius 3:16 menyebut ‘Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia’ :
* 1 Timotius 3:16,
LAI TB, Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη
KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh, Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory
Translit. interlinear, kai {adapun} omologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah } ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging,} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh } pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêruchthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.}
LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'θεος εφανερωθη εν σαρκι - theos ephanerôthê en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam - daging".
Yohanes menganggap tiap penyangkalan bahwa Yesus Kristus ‘telah datang sebagai manusia’ (1 Yohanes 4:2; 2 Yohanes 7) telah berasal dari roh-antikristus. Paulus mengatakan bahwa, Kristus membuat karunia perdamaian-Nya ‘di dalam tubuh jasmaniNya’ (Kolose 1:22, bandingkan dengan Efesus 2:15), dan bahwa dengan mengutus anakNya ‘dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa’ Allah ‘telah menjatuhkan hukuman atas dosa dalam tubuh’ (Roma 8:3).
Petrus berkata tentang Kristus yang mati untuk kita ‘dalam keadaanNya sebagai manusia’
(sarki, kasus datif dari sarx) :
* 1 Petrus 3:18
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
KJV, For Christ also hath once suffered for sins, the just for the unjust, that he might bring us to God, being put to death in the flesh, but quickened by the Spirit:
TR, οτι και χριστος απαξ περι αμαρτιων επαθεν δικαιος υπερ αδικων ινα ημας προσαγαγη τω θεω θανατωθεις μεν σαρκι ζωοποιηθεις δε τω πνευματι
Translit. interlienar, hoti {sebab} kai {emmang} christos {Kristus} apax {sekali} peri {untuk} hamartiôn {dosa-dosa} epathen {telah mati} dikaios {yang benar} huper {untuk} adikôn {(orang-orang) yang tidak benar} hina {supaya} hêmas {kita} prosagagê {Ia membawa} tô theô {kepada Allah} thanatôtheis {(Ia yang) telah dibunuh} men {disatu pihak} sarki {secara jasmani (-Nya)} zôopoiêtheis {telah dihidupkan} de {(dilain pihak)} tô pneumatic {secara Roh(-Nya)}* 1 Petrus 4:1
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
KJV, Forasmuch then as Christ hath suffered for us in the flesh, arm yourselves likewise with the same mind: for he that hath suffered in the flesh hath ceased from sin;
TR, χριστου ουν παθοντος υπερ ημων σαρκι και υμεις την αυτην εννοιαν οπλισασθε οτι ο παθων εν σαρκι πεπαυται αμαρτιας
Translit. interlinear, christou {Kristus} oun {karena itu} pathontos {telah menderita} huper {untuk} hêmôn {kamu} sarki {secara jasmani (daging)} kai {dan} humeis {kamu} tên autên {yang sama} ennoian {(dengan) cara berpikir} hoplisasthe {harus mempersenjatai dirimu} hoti {sebab} ho {(orang yang)} pathôn {telah menderita} en sarki {dalam daging (secara jasmani)} pepautai {telah berhenti} hamartias {dari dosa}
Semua ayat diatas menyatakan kebenaran yang sama dari berbagai segi; sungguh benar bahwa dengan kedatanganNya dan kematianNya ‘didalam keadaanNya sebagai manusia’, Kristus ‘memiliki’ dan menjamin keselamatan kita. Kita menamakan kedatanganNya inkarnasi atau penjelmaan dan kematianNya pendamaian.
Dalam Alkitab kata Ibrani basar, sye'ér , Yunani sarx mempunyai arti jasmani, yaitu bahan padat, yang bersama darah dan tulang merupakan organisme jasmani manusia atau binatang :
* Kejadian 21:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Hebrew,
וישב במדבר פארן ותקח לו אמו אשה מארץ מצרים׃
Translit, VAYAPEL YEHOVAH ELOHIM TARDEMA AL-HA'ADAM VAYISHAN VAYIKAKH AKHAT MITSALOTAV VAYISGOR BASAR TAKHTENA
Bandingkan dengan :
* Lukas 24:39;
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku
TR, ιδετε τας χειρας μου και τους ποδας μου οτι αυτος εγω ειμι ψηλαφησατε με και ιδετε οτι πνευμα σαρκα και οστεα ουκ εχει καθως εμε θεωρειτε εχοντα
Translit, idete tas cheiras mou kai tous podas mou oti autos egô eimi psêlaphêsate me kai idete hoti pneuma sarka kai ostea ouk echei kathôs eme theôreite echonta* 1 Korintus 15:50.
50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
TR, τουτο δε φημι αδελφοι οτι σαρξ και αιμα βασιλειαν θεου κληρονομησαι ου δυνανται ουδε η φθορα την αφθαρσιαν κληρονομει
Translit, touto de phêmi adelphoi hoti sarx kai aima basileian theou klêronomêsai ou dunantai oude hê phthora tên aphtharsian klêronomei
Oleh karena pemikiran Ibrani menghubungkan anggota tubuh dengan fungsi-fungsi batiniah, kita temukan bahwa dalam PL, kata ini dapat mencakup aspek-aspek batiniah maupun jasmaniah dari hidup manusia pribadi (bandingkan kesejajaran antara ‘daging’ dan ‘hati’, dalam Mazmur 73:26 dan antara ‘tubuh’ dan ‘jiwa’ dalam Mazmur 63:2).
Tapi kata ini mengandung lebih dari hanya antropologis. Alkitab melihat daging jasmaniah sebagai lambing teologis yang penting yaitu lambing dari suatu jenis hidup yang diciptakan dan yang bergantung (kepada Pencipta), yang sama dimiliki oleh manusia dan binatang. Jenis hidup ini berasal dari Allah, tapi tidak sama dengan hidup Allah sendiri, sebab jenis hidup ini mutlak memerlukan suatu organisme jasmaniah guna menopangnya dalam semua aktivitasnya.
Karena itulah basar menjadi istilah umum untuk manusia atau binatang (bandingkan dengan Kejadian 6:12; 7:15, 21 dst), dipandang sebagai ciptaan Allah, yang hidupnya di dunia ini berlangsung singkat, selama Allah meneydiakan nafas kehidupan dalam rongga pernafasannya. Jadi basar dalam arti teologis yang berkembang bukanlah sesuatu yang ‘dimiliki’ seseorang, melainkan sesuatu yang ‘ada’. Cirinya sebagai makhluk adalah lemah dan lunak (Yesaya 40:6) dan dalam keadaan demikian berlainan dengan ‘roh’, kekuatan yang abadi dan yang tak kunjung padam, yang berasal dari Allah, dan adanya Allah (Yesaya 31:3; bandingkan dengan Yesaya 40:6-31).
Apabila dikatakan bahwa Yesus Kristus dating dan mati ‘di dalam daging’, itu berarti bahwa Dia dating dan mati dalam keandaan dan dalam kondisi hidup jasmani dan rohani yang diciptakan: dengan perkataan lain, bahwa Dia yang mati itu adalah manusia. Tetapi PB menegaskan pula, bahwa Dia yang mati itu adalah dari kekal dan juga terus menerus adalah Allah. Jadi, kebenaran tentang inkarnasi yang harus dirumuskan ialah, bahwa Allah, tanpa berhenti sebagai Allah, juga menjadi manusia. Hal inilah yang dinyatakan oleh Yohanes dalam pendahuluan Injilnya : ‘Firman itu’ (pelaku Allah dalam penciptaan, yang ‘pada mulanya’, sebelum penciptaan bukan hanya ‘bersama-sama dengan Allah’, melainkan juga ‘adalah Allah’, Yohanes 1:1-3) ‘menjadi manusia’ (sarx=daging) Yohanes 1:14 :
* Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit. interlinear, en {pada} archê {permulaan} ên {ada} ho logos {Firman,} kai {dan} ho {itu} logos {Firman} ên pros ton {bersama} theon {Allah,} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia) adalah} ho {itu} logos {Firman.}
Ungkapan "θεος ην ο λογος - theos ên ho logos", "Firman itu adalah Allah" menyatakan bahwa Sang Firman (Yesus Kristus) memiliki 'ousia' (hakekat/dzat) Allah. Kata 'theos' menggunakan nomina, bukan kata sifat (adjektiva), jadi menekankan ke-Allahan dan bukan keilahian Yesus Kristus.
* Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit. interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} charitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}
Firman itu menjadi ‘daging’ (harfiah) LAI menterjemahkannya ‘manusia’.
sarapanpagi- 05-05-2007
II ASAL DARI AJARAN ITU
Pernyataan yang begitu tegas bila dipertimbangkan secara abstrak dengan latar belakang monoteisme PL. Nampaknya hal tersebut adalah penghujatan atau omong-kosong yang keterlaluan. Demikianlah kalangan Yudaisme Ortodox memandang kepercayaan Kristiani ini, dimana berarti Pencipta ilahi itu menjadi salah satu dari ciptaanNya sendiri, yang pada pandangan pertama merupakan melulu omong-kosong.
Dari mana datangnya keyakinan yang mendasari pernyataan Yohanes yang aneh itu? Bagaimana timbulnya kepercayaan gereja perdana bahwa Yesus dari Nazareth adalah Allah yang ber-inkarnasi?
Karena adanya anggapan bahwa ajaran itu tidak timbul dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Yesus sendiri, melainkan yang timbul di kemudian hari, maka telah dicari asalnya dalam spekulasi-spekulasi Yahudi tentang seorang Mesias pra-eksistensi dan supra-alami. Asalnya juga dicari dalam dongeng-dongeng politeisme mengenai dewa-dewa penyelamat yang lazim dalam agama-agama misteri Yunani dan bidat-bidat Gnostik. Tapi sekarang umum diakui, bahwa usaha ini telah gagal: sebabnya ialah perbedaan-perbedaan anatara khayalan Yahudi dan kekafiran pada satu pihak, dan Kristologi PB pada pihak lain, jelas jauh lebih hakiki dan mendalam akarnya daripada persamaan-persamaannya yang dangkal. Penyebab yang kedua ialah bahwa tuntutan atas keilahian ada terkandung dalam ucapan Yesus yang historis itu, yang tidak dapat disangsikan seperti yang diberitakan dalam Injil-Injil Sinoptik, dan bahwa penerima tuntutan ini mendasari kepercayaan dan peribadatan gereja perdana di Palestina, seperti digambarkan dalam pasal-pasal pertama dalam Kisah Para Rasul (historis hakikinya sekarang jarang diperdebatkan).
Satu-satunya keterangan yang mencakup fakta-fakta itu ialah bahwa pengaruh kuat dari hidup Yesus sendiri, pelayananNya, kematianNya dan kebangkitanNya pribadi, dan itupun sebelum Dia naik ke Sorga. Keterangan ini demikian gamblang diberikan Injil ke-empat “Tuhanku (o kurios) dan Allahku (o theos)” :
* Yohanes 20:28
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
KJV, And Thomas answered and said unto him, My LORD and my God.
TR, και απεκριθη ο θωμας και ειπεν αυτω ο κυριος μου και ο θεος μου
Translit. interlinear, kai {dan} apekrithê {menjawab} ho thômas {thomas} kai {dan} eipen {berkata} autô {kepada-Nya} ho kurios {Tuhan} mou {-ku} kai {dan} ho theos {Allah} mou {-ku}
Sejajar dengan ayat diatas Kisah Para Rasul mengatakan bahwa orang-orang Kristen pertama berdoa kepada Yesus sebagai Tuhan (Kisah 7:59), dan ini sebelum Pentakosta (Kisah 1:21; ‘Tuhan’ yang memilih para rasul, tentu adalah ‘Tuhan Yesus’ dari ayat 21, bandingkan dengan ayat 3); Bahwa Tuhan mulai dari hari Pentakosta mereka membabtis dalam namaNya (Kisah 2:38; 8:16; 19:5); Bahwa mereka memohon dan percaya akan namaNya (artinya akan Dia sendiri Kisah 3:16; 9:14; 22:16 bandingkan dengan 16:31); dan bahwa mereka menyatakan Dia sebagai ‘Yang’ memberikan pertobatan dan ke-ampunan dosa (Kisah 5:31).
Semuanya ini memperlihatkan bahwa, biarpun keilahian Yesus pada permulaan tidak mencolok dinyatakan dalam kata-kata, namun ajaran itu adalah sebagian dari kepercayaan, dengan mana umat Kristen mula-mula hidup dan berdoa Lex orandi lex credendi (orang berdoa sesuai kepercayaannya). Rumusan teologis dari kepercayaan mengenai inkarnasi timbul di kemudian hari, namun sudah dari mulanya ada dalam gereja/ jemaat mula-mula.
sarapanpagi- 05-05-2007
III. PENDIRIAN PENULIS-PENULIS PERJANJIAN BARU (PB)
Adalah penting mencatat sifat dan pemikiran PB tentang inkarnasi, teristimewa sajian Paulus, Yohanes dan penulis Ibrani, yang membahas pokok itu agak lengkap. Penulis-penulis PB tidak mencatat ihwal metafisik yang terkait dengan kebagaimanaan inkarnasi, namun hal ihwal psikologis tentang keadaan inkarnasi itu yang begitu penting dalam diskusi Kristologis sejak abad ke-4. Perhatian mereka atas pribadi Yesus bukanlah filosofis dan spekulatif, melainkan religius dan injili. Mereka berbicara tentang Kristus, bukan sebagai ihwal metafisik, melainkan sebagai Juruselamat yang ilahi; dan semua yang mereka katakan tentang pribadi Kristus adalah didorong oleh keinginan untuk memuliakan Dia dengan mempertunjukkan karyaNya dan mempertahankan kedudukanNya sebagai pusat dari tujuan penyelamatan Allah. Mereka menyatakan inkarnasi itu sebagai fakta, salah satu dari rangkaian karya dasyat, dimana Allah menciptakan penyelamatan bagi orang-orang berdosa. Penulis-penulis PB menerangkan inkarnasi dengan maksud memperlihatkan betapa Allah secara keseluruhan menyelamatkan manusia (baca di Roma 8:3; Filipi 2:6-11; Kolose 1:13-22; Yohanes 1:18; 1 Yohanes 1:1 – 2:2; dan ulasan pokok dalam Ibrani 1-2; 4:14 – 5:10; Ibrani 7:1 – 10:18 ).
Kemandirian pokok perhatian ‘injili’ ini memberikan terang tanpa memberikan teka-teki. Bahwa PB tidak pernah menganggap kelahiran Yesus dari seorang dara merupakan bukti perpaduan keilahian dan kemanusiaan pribadiNya – suatu jalan pemikiran yang banyak diselidiki oleh ahli teologi di kemudian hari. Kehadiran Yesus dari seorang dara diberitakan oleh Matius dan Lukas. Masing-masing memberi penekanan bukan kepada kepribadian khas dari Orang yang lahir secara mujizat demikian, melainkan kepada fakta, bahwa dengan kelahiran secara mujizat ini, Allah mulai menggenapi recanaNya yang telah lama dinubuatkan, yaitu mengunjungi dan membebaskan umatNya :
* Matius 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
KJV, And she shall bring forth a son, and thou shalt call his name JESUS: for he shall save his people from their sins.
TR, τεξεται δε υιον και καλεσεις το ονομα αυτου ιησουν αυτος γαρ σωσει τον λαον αυτου απο των αμαρτιων αυτων
Translit, texetai de huion kai kaleseis to onoma autou iêsoun autos gar sôsei ton laon autou apo tôn hamartiôn autôn
(bandikan dengan Lukas 1:31, 68-75; 1:10, 29-32). Satu-satunya makna asasi yang dilihat oleh mereka secara mencolok.
Spekulasi dari Duns Scotus, yang dipopulerkan oleh Wescott, bahwa makna utama inkarnasi adalah menyempurnaan ciptaan, sedangkan tujuan melepaskan orang-orang berdosa hanyalah masalah kedua, dan secara kebetulan pendapat ini sama sekali tidak mendapat dukungan dari PB.
Penulis-penulis rasuli melihat jelas bahwa keilahian dan kemanusiaan Yesus – kedua-duanya – adalah hakiki dalam karya penyelamatanNya. Mereka menyatakan bahwa hanya karena Yesus adalah Allah, yang dalam inkarnasiNya mendapat gelar Anak Allah itu, telah menyatakan pikiran dan hati Bapa kita yang sempurna :
* Yohanes 1:18
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya
KJV, No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Translit. interlinear, theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôpote {pernah} ho monogenês {Yang Tunggal} theos {Allah} huios {Anak} ho {yang} hôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan/pelukan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia itu} exêgêsato {menyatakanNya}
(baca pula Yohanes 14:7-10; Ibrani 1:1)
Dan kematianNya sebagai bukti tertinggi dari kasih Allah terhadap orang berdosa dan pernyataan perkenan Allah untuk memberkati orang-orang percaya
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit. interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} echê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}
(Baca pula Roma 5:5-10; 8:32; 1 Yohanes 4:8-10).
Mereka menyadari bahwa keilahian Yesus yang ber-gelar ‘Anah Allah’ dalam pelayananNya sebagai manusia, adalah jaminan atas masa lalu yang tiada akhirnya, kesempurnaanNya sebagai manusia yang tidak tercemar oleh dosa, pelayananNya yang tanpa batas sebagai Imam Besar (Ibrani 7:3, 16, 24-28 ). Mereka tahu bahwa karena sifat keilahianNya, maka Ia mampu dan melucuti iblis ‘yang berkuasa atas maut’ dan yang menahan orang-orang berdosa dalam keadaan budak-dosa tanpa daya (Ibrani 2:14 dab Wahyu 20:1 dab Markus 3:27; Lukas 10:17 dab Yohanes 12:31 dab 16:11).
Di pihak lain mereka juga melihat bahwa Allah perlu menjadi ‘manusia’, karena hanya dengan jalan demikianlah Ia mengambil tempat sebagai ‘perantara’ sehingga – melalui Dia – Allah dapat memulihkan hubunganNya dengan manusia :
* 1 Korintus 15:21,47
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
TR Translit, epeidê gar di anthrôpou ho thanatos kai di anthrôpou anastasis nekrôn15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga
TR Translit, ho prôtos anthrôpos ek gês choikos ho deuteros anthrôposh ho kurios ex ouranou* Roma 5:15-19
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
TR Trasnlit, all ouch hôs to paraptôma outôs kai to charisma ei gar tô tou enos paraptômati hoi polloi apethanon pollô mallon hê charis tou theou kai hê dôrea en chariti tê tou henos anthrôpou iêsou christou eis tous pollous eperisseusen
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
TR Translit, kai ouch hôs di henos hamartêsantos to dôrêma to men gar krima ex henos eis katakrima to de charisma ek pollôn paraptômatôn eis dikaiôma
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
TR Translit, ei gar tô tou henos paraptômati ho thanatos ebasileusen dia tou enos pollô mallon oi tên perisseian tês charitos kai tês dôreas tês dikaiosunês lambanontes en zôê basileusousin dia tou henos iêsou christou
5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
5:18 ara oun hôs di henos paraptômatos eis pantas anthrôpous eis katakrima houtôs kai di henos dikaiômatos eis pantas anthrôpous eis dikaiôsin zôês
5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
TR Translit, hôsper gar dia tês parakoês tou henos anthrôpou hamartôloi katestathêsan hoi polloi outôs kai dia tês hupakoês tou henos dikaioi katastathêsontai hoi polloi
Hanya dengan jalan demikian Ia dapat mengantarai Allah dan manusia :
* 1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus
KJV, For there is one God, and one mediator between God and men, the man Christ Jesus;
TR, εις γαρ θεος εις και μεσιτης θεου και ανθρωπων ανθρωπος χριστος ιησους
Translit. interlinear, heis {esa} gar {karena} theos {Allah} heis {esa} kai {pula} mesitês {pengantara (pendamai)} theou {(diantara) Allah} kai {dan} anthrôpôn {manusia} anthrôpos {(yaitu) manusia} christos {Kristus} iêsous {Yesus}
Dan hanya dengan jalan demikian Ia dapat mati untuk dosa-dosa, sebab hanya manusia dapat mati. Karena itu PB dapat menampik segala tuduhan dan ajaran yang menyangkal Yesus Kristus sungguh sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia, sehingga Ia- pun bergelar Anak Manusia.
PB dengan jelas menyatakan tuduhan dan ajaran yang menyangkal Yesus tersebut (Ajaran Kristologi doketis, yakni ajaran ‘Cerinthus’ yang menyangkal ‘kemanusiaan Kristus’) baca 1 Yohanes 4:2 dan 1 Yohanes 5:6. Yohanes mencela keras hal tersebut dalam kedua surat kirimannya sebagai kesesatan yang mengakibatkan kematian, yang berasal dari roh-antikristus, suaru penyangkalan keji baik kepada Bapa maupun Anak (1 Yohanes 2 :22-25; 4:1-6; 5:5-12; 2 Yohanes 7:9). Biasanya orang beranggapan bahwa penekanan Injil Yohanes mengenai realitas pengalaman Yesus tentang kefanaan manusiawi (Ia bisa capek Yohanes 4:6; haus 4:7; 19:28, meneteskan air mata 11:33 dst) hal ini bertujuan membasmi kesesatan doketis yang sama, sampai ke akar-akarnya.
sarapanpagi- 05-05-2007
IV. UNSUR-UNSUR AJARAN PB
Arti dari penegasan PB bahwa ‘Yesus Kristus datang sebagai manusia’ dapat disusun dalam 3 pokok utama :
-----
a. OKNUM YANG BERINKARNASI
PB sepakat mempertegas indentitas Yesus terkait pada hubunganNya dengan Allah yang Esa, monoteisme Yudaisme (PL) :
* 1 Korintus 8:4
…"tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.
TR Translit, …hoti ouden eidôlon en kosmô kai hoti oudeis theos heteros ei mê eis* I Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus
TR Translit, eis gar theos eis kai mesitês theou kai anthrôpôn anthrôpos christos iêsous
Bandingkan dengan :
* Yesaya 43:10
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi
Hebrew,
אתם עדי נאם יהוה ועבדי אשר בחרתי למען תדעו ותאמינו לי ותבינו כי אני הוא לפני לא נוצר אל ואחרי לא יהיה׃
Translit, ATEM EDAI NEUM-YEHOVAH VEAVDI ASHER BAKHARTI LEMAAN TEDU VETA'AMINU LI VETAVINU KI-ANI HU LEFANAI LO-NOTSAR EL VEAKHARAI LO YIHYEH* Yesaya 44:6
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku
Hebrew,
כה אמר יהוה מלך ישראל וגאלו יהוה צבאות אני ראשון ואני אחרון ומבלעדי אין אלהים׃
Translit, KO-AMAR YEHOVAH MELEKH-YISRAEL VEGOALO YEHOVAH TSEVAOT ANI RISHON VA'ANI AKHARON UMIBALADAI EIN ELOHIM
Definisi asasi ialah bahwa Yesus ‘Anak Allah’, Gelar/ identifikasi ini berakar pada pemikiran dan ajaran Yesus sendiri. Istilah ‘Anak’ adalah khas dalam mengartikan bahwa Dia berbeda dengan segenap manusia lainnya, hal ini dapat ditelusuri sekurang-kurangnya pada saat Ia berumur 12 tahun (Lukas 2:49), dan yang disahihkan kepadaNya dalam dan suara BapaNya dari Sorga sewaktu Ia dibabtis “Engkaulah Anak yang Ku-kasihi” (Markus 1:11, bandingkan dengan Matius 3:17, Lukas 3:22)
* Markus 1:11
Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.
TR, και φωνη εγενετο εκ των ουρανων συ ει ο υιος μου ο αγαπητος εν ω ευδοκησα
Translit, kai phônê egeneto ek tôn ouranôn su ei ho huios mou ho agapêtos en hô eudokêsa"αγαπητος - agapêtos" yang terdapat dalam ketiga berita mengenai ucapan sorgawi itu, mengandung makna satu-satunya yang dikasihi (bentuk tunggal) ; begitu pula dalam perumpamaan dalam Markus 12:6 (bandingkan dengan perkataan-perkataan yang sama dari sorga sewaktu Ia dimuliakan dalam Markus 9:7 dan Matius 17:5).
Pada pemeriksaan pengadilan atas Yesus, dimana Dia ditanya dengan sumpah apakah Dia adalah ‘Anak Allah itu’, Markus dan Lukas melaporkan bahwa Yesus meng-‘ya’-kan , yang sebenarnya adalah tuntutan atas keilahian pribadi : ego eimi (demikian, Markus 14:62; Lukas 22:70 berbunyi ‘kamu sendiri menyatakan dengan benar, ego eimi’). Ungkapan ego eimi (‘aku ada’) adalah kata – yang bagaimanapun juga seorang Yahudi tidak akan mengucapkannya, sebab kata ini adalah Nama Allah sendiri :
* Keluaran 3:14
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
Hebrew,
ויאמר אלהים אל משה אהיה אשר אהיה ויאמר כה תאמר לבני ישראל אהיה שלחני אליכם׃
Translit, VAYOMER ELOHIM EL-MOSHE EHEYEH ASHER EHEYEH VAYOMER KO TOMAR LIVNEI YISRAEL EHEYEH SHELAKHANI ALEIKHEM
Yesus, yang menurut Markus telah memakai perkataan ini sebelumnya dengan cara sugestif yang sama (Markus 6:50, 13:6 dan rangkaian panjang perkataan ego eimi dalam Injil Yohanes : Yohanes 4:26; 6:35; 8:12; 10:7,11 ; 11:25; 14:6; 15:1; 18:5 dst), dengan gamblang telah menjelaskan sejelas-jelasnya ke-Allah-an Tuhan Yesus Kristus, dan itulah bukti keilahian pribadiNya. Dan hal tersebut yang menyebabkanNya didakwa sebagai ‘hujatan’ maka Dia dihukum.
Sebutan-sebutan yang diterapkan Yesus kepada diriNya sebagai ‘Anak’, selalu dalam konteks yang menggambarkan Dia yang secara khas sebagai manusia ilahi yang dikasihi secara khusus oleh Allah
* Matius 11:27
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
TR, παντα μοι παρεδοθη υπο του πατρος μου και ουδεις επιγινωσκει τον υιον ει μη ο πατηρ ουδε τον πατερα τις επιγινωσκει ει μη ο υιος και ω εαν βουληται ο υιος αποκαλυψαι
TRpanta moi paredothê hupo tou patros mou kai oudeis epiginôskei ton huion ei mê ho patêr oude ton patera tis epiginôskei ei mê ho huios kai hô ean boulêtai ho huios apokalupsai
(baca pula, Lukas 10:22; Markus 13:32, Matius 24:36 bnd Markus 12:1-11).
Yesus adalah ‘Anak Allah yang satu-satunya’ Monogenes :* Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit. interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} êmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} charitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.} * Yohanes 1:18
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya
KJV, No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Translit. interlinear, theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôpote {pernah} ho monogenês {Yang Tunggal} theos {Allah} huios {Anak} ho {yang} hôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan/pelukan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia itu} exêgêsato {menyatakanNya}
(baca pula Yohanes 3:16, 18 ).
Yesus, ada selama-lamanya (Yohanes 8:58; bnd Yohanes 1:1). Dia berada dalam hubungan kasih yang sempurna dan tak kunjung berubah dengan Bapa, dan dalam kesatuan dan persekutuan yang juga sempurna dan tak kunjung berubah dengan Bapa (Yohanes 1:18; 8:16, 29; 10:30; 16:32). Sebagai Anak, Dia tidak berprakarsa secara mandiri (Yohanes 5;19); Dia hidup untuk memuliakan bapaNya (Yohanes 17:1,4), dengan melaksanakan kehendak Bapa yang ‘mengutus’ Dia yang memberikan suatu tugas kepadaNya untuk dilaksanakan (Yohanes 4:34; 17:4 bnd. 19:30). Dia datang dalam nama BapaNya, artinya Ia mewakili BapaNya (Yohanes 5:43), dan karenanya semua yang diucapkanNya dan diperbuatNya adalah sesuai dengan perintah Bapa (Yohanes 7:16 dst. Dab 12:49 dab; 14:10), maka hidupNya di dunia adalah menaytakan BapaNya dengan sempurna (Yohanes 14:7 dab).
Apabila Yesus mengatakan bahwa Bapa lebih akbar dari Dia sendiri (Yohanes 14:28; bnd 11:29), dan Dia menyatakannya dengan jelas, bukanlah mengenai suatu kedudukan yang hakikiNya yang lebih rendah, melainkan mengenai fakta bahwa penyerahan kepada kehendak atau prakarsa Bapa. Bapa lebih besar dari Dia, karena dalam hubunganNYa dengan Bapa, ia senantiasa menempatkan diriNya dalam kedaanNya sebagai manusia dalam pelayananNya didunia ini Dia bertindak sebagai Anak yang mempunyai misi penyelamatan bagi orang berdosa. Tetapi hal ini sekali-sekali tidak berarti bahwa Dia mesti direndahkan terhadap Bapa dalam penghargaan dan penyembahan manusia kepadaNya. Bapa telah mempercayakan kepada Anak 2 karya besar, taitu memberikan hidup dan melaksanakan penghakiman.
* Yohanes 5:22-23
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
TR Translit, oude gar ho patêr krinei oudena alla tên krisin pasan dedôken tô huiô
5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
TR Translit, ina pantes timôsin ton huion kathôs timôsin ton patera ho mê timôn ton huion ou tima ton patera ton pempsanta auton
Hal tersebut sama artinya dengan mengatakan bahwa Bapa menyuruh semua orang berbuat seperti Thomas (Yohanes 20:28 ), dan menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa sendiri yaitu : “Ya Tuhanku (ho kurios) dan Allahku (ho theos)”
PB memuat garis-garis besar pemikiran yang lain, tambahan kepada ke-Anak-an yang ilahi, yang juga menyatakan ke-Allah-an dari Yesus orang Nazareth. Kita hanya menyebut beberapa hal terpenting, diantaranya :
1. Sang Firman
Yohanes menyamakan Firman yang kekal dan ilahi itu dengan Anak Allah pribadi, Yesus Kristus ( Sang Firman ).
* Yohanes 1:1-8
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
TR Translit, en archê ên ho logos kai ho logos ên pros ton theon kai theos ên ho logos
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
TR Translit, outos ên en archê pros ton theon
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
TR Translit, panta di autou egeneto kai chôris autou egeneto oude en ho gegonen
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
TR Translit, en autô zôê ên kai hê zôê ên to phôs tôn anthrôpôn
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
TR Translit, kai to phôs en tê skotia phainei kai hê skotia auto ou katelaben
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
TR Translit, egeneto anthrôpos apestalmenos para theou onoma autô iôannês
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
TR Translit, outos êlthen eis marturian hina marturêsê peri tou phôtos hina pantes pisteusôsin di autou
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
TR Translit, ouk ên ekeinos to phôs all hina marturêsê peri tou phôtos
(bnd. 1 Yohanes 1:1-3; Wahyu 19:13)
2. Gambar dan Citra Allah
Paulus berbicara tentang Anak sebagai ‘gambar atau citra Allah’ baik sesudah ber-inkarnasi (2 Korintus 4:4) maupun dalam keadaan pra-inkarnasi (Kolose 1:15). Dan dalam Filipi 2:6 mengatakan bahwa pada pra-inkarnasi, Yesus Kristus ada dalam rupa (Morphe)
* 2 Korintus 4:4
yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah
TR Translit, en hois ho theos tou aiônos toutou etuphlôsen ta noêmata tôn apistôn eis to mê augasai autois ton phôtismon tou euaggeliou tês doxês tou christou hos estin eikôn tou theou* Kolose 1:15
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan
TR Translit, hos estin eikôn tou theou tou aoratou prôtotokos pasês ktiseôs* Filipi 2:6
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan
TR Translit, hos en morphê theou huparchôn ouch harpagmon hêgêsato to einai isa theô
Dalam Ibrani 1:3 menyatakan Anak ‘cahaya kemuliaan Allah’ dan ‘gambar wujud Allah’ :
* Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi
KJV, Who being the brightness of his glory, and the express image of his person, and upholding all things by the word of his power, when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high:
TR, ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψη λοις
Translit. Interlinear, hos {yang} hôn {adalah} apaugasma {cahaya/pantulan} tês doxês {dari kemuliaan} kai {dan} charaktêr {gambar yang persis} tês hupostaseôs {dari hakikat} autou {Nya} pherôn {menopang} te {dan} ta panta {segala} tô rêmati {dengan sabda} tês dunameôs {Yyang penuh kuasa} autou {Nya} di {oleh} eautou {(dirinya sendiri)} katharismon {penghapusan} poiêsamenos {setelah mengadakan} tôn hamartiôn {dosa-dosa} êmôn {kita} ekathisen {duduk} en {di} dexia {kanan} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en hupsêlois {di (Surga) Yang Tinggi}
"Duduk di sebelah kanan Allah" adalah suatu ungkapan alegoris, Kata "kanan" dalam penghayatan orang-orang Yahudi sering digunakan sebagai simbol kekuasaan.
Kata 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata istilah (dalam bahasa kiasan). Dalam masyarakat kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.
Maka, "Duduk di sebelah kanan Allah" adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas ke-Allah-an sejati.
* Keluaran 15:6,
Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
Translit, YEMINKHA YEHOVAH NEDARI BAKO'AKH YEMINKHA YEHOVAH TIRATS OYEV* Keluaran 15:12,
Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.
Translit, NATITA YEMINKHA TIVLAEMO ARETS:* Ulangan 33:2,
Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala."
Translit, VAYOMAR YEHOVAH MISINAI BA VEZARAKH MISEIR LAMO HOFIA MEHAR PARAN VEATA MERIVVOT KODESH MIMINO ESHDAT LAMO
Pernyataan-pernyataan ini yang dirumuskan dalam rangka monoteistis, yang tidak memberikan tempat bagi pemikiran adanya 2 Allah, terang dimaksudkan untuk menunjukkan :
i. Bahwa Anak adalah pribadi ilahi, dan secara ontologis satu dengan Bapa (bnd Yohanes 10:30)
ii. Bahwa Anak mewujudkan secara sempurna segala sesuatu yang ada dalam Bapa, atau dengan kata lain, tidak ada sesuatu aspek atau unsur-unsur pokok dari keilahian atau sifat yang dimiliki oleh Bapa yang tidak dimiliki oleh Anak.
iii. Paulus menyatakan suatu pembuktian nubuat dalam PL mengenai seruan TUHAN (YHVH) kepada Tuhan Yesus Kristus, jadi mengacu pada nubuat itu, memperoleh penggenapan dalam diri Yesus (Roma 10:13, mengutip Yoel 2:32) :
* Roma 10:13
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan
TR Translit, pas gar hos an epikalesêtai to onoma kuriou sôthêsetai* Yoel 2:32
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.
Translit, (3:5), VEHAYA KOL ASHER-YIKRA BESHEM YEHOVAH YIMALET KI BEHAR-TSIYON UVIROUSHALAM TIHYE FELEITFA KA'ASHER AMAR YEHOVAH UVASRIDIM ASHER YEHOVAH KORE
(bnd Filipi 2:10 dab, menggemakan Yesaya 45:23).
Halnya sama, penulis kitab Ibrani mengutip desakan Musa kepada malaikat-malaikat untuk menyembah Allah (Ulangan 32:43) dan pernyataan pe-mazmur “Takhta-Mu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya” (Mazmur 45:6) sebagai kata-kata yang diucapkan oleh Bapa yang mengacu kepada AnakNya :
* Ibrani 1:6,8
1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
TR Translit, hotan de palin eisagagê ton prôtotokon eis tên oikoumenên legei kai proskunêsatôsan autô pantes aggeloi theou
1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
TR Translit, pros de ton huion o thronos sou ho theos eis ton aiôna tou aiônos rabdos euthutêtos hê rabdos tês basileias sou
Hal ini memperlihatkan bahwa kedua penulis menganggap Yesus ilahi.
iv. Gelar ‘Tuhan’ (Kurios)
PB lazim menyebut Yesus ‘Tuhan’ (kurios, Yunani). Suatu gelar yang tidak hanya berarti ‘tuan’ melainkan kata kurios ini lazim pula sebagai gelar ilahi yang bermakna ‘Tuhan’.
-----
b. SIFAT INKARNASI
Saat Sang Firman ‘menjadi manusia’ sifat keilahianNya tidak ditanggalkan atau berkurang, Dia tidak berhenti melaksanakan fungsi keilahianNya yang ada padaNya sebelumnya. Dia-lah – demikian laporan Alkitab – yang menopang segenap ciptaan dalam keteraturan, dan Dialah yang memberikan serta memelihara segala hidup (Kolose 1:17; Ibrani 1:3; Yohanes 1:4). Fungsi-fungsi ini secara pasti tidak ditangguhkan pada kurun waktu Dia berada didunia ini.
Sewaktu Dia datang ke dalam dunia ‘Dia mengosongkan diriNya’ dari kemuliaan yang dapat kelihatan:
* Filipi 2 :7
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia
KJV, But made himself of no reputation, and took upon him the form of a servant, and was made in the likeness of men:
TR, αλλ εαυτον εκενωσεν μορφην δουλου λαβων εν ομοιωματι ανθρωπων γενομενος
Translit. interlinear, all {melainkan} eauton {diriNya sendiri} ekenôsen {telah mengosongkan} morphên {rupa} doulou {seorang hamba} labôn {mengambil} hen {dalam} homoiômati {kesamaan} anthrôpôn {(dengan) manusia} genomenos {menjadi}
Dan Dia ‘menjadi Miskin (Ptocheuo)’ :
* 2 Korintus 8:9
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
KJV, For ye know the grace of our Lord Jesus Christ, that, though he was rich, yet for your sakes he became poor, that ye through his poverty might be rich.
TR, γινωσκετε γαρ την χαριν του κυριου ημων ιησου χριστου οτι δι υμας επτωχευσεν πλουσιος ων ινα υμεις τη εκεινου πτωχεια πλουτησητε
Translit. interlinear, ginôskete {kamu mengetahui} gar {karena} tên charin {kemurahan hati} tou kuriou {Tuhan} hêmôn {kita} iêsou {Yesus} christou {Kristus} hoti {bahwa} di {karena} humas {kamu} eptôcheusen {Ia menjadi (sangat) miskin} plousios {kaya} hôn {sekalipun} hina {supaya} humeis {kamu} tê ekeinou {-Nya itu} ptôcheia {karena kemiskinan (yang sangat)} ploutêsête {menjadi kaya}
Tetapi meski Ia mengosongkan diri dan menjadi miskin, sekali-kali tidak terkandung arti berkurang kekuasaanNya yang ilahi. PB justru dengan gamblang menekankan keilahian Anak yang tidak berkurang karena inkarnasi.
Dalam manusia Kristus Yesus, kata Paulus, ‘berdiam seluruh kepenuhan ke-Allah-an’ :
* Kolose 2:9
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan
KJV, For in him dwelleth all the fulness of the Godhead bodily.
TR, οτι εν αυτω κατοικει παν το πληρωμα της θεοτητος σωματικως
Translit, hoti {sebab} en {didalam} autô {Dia} katoikei {berdiam} pan {seluruh} to plêrôma {kelimpahan} tês theotêtos {ke-Allah-an} sômatikôs {secara jasmaniah/ dengan nyata}
bandingkan dengan
* Kolose 1:19
Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia
KJV, For it pleased the Father that in him should all fulness dwell;
TR, οτι εν αυτω ευδοκησεν παν το πληρωμα κατοικησαι
Translit, hoti {karena} en {didalam} autô {Dia} eudokêsen {berkenan} pan {seluruh} to plêrôma {kelimpahan (Allah)} katoikêsai {diam}
jadi, inkarnasi dari Anak Allah bukanlah pengurangan dari keilahian, melainkan menerimaan kemanusiaan. Bukan bahwa Anak Allah datang dan menyusup mendiami jasad manusiawi, seperti Roh di kemudian hari berbuat demikian. (Mengartikan inkarnasi sebagai ‘menyusup dan mendiami’ yang adalah merupakan pokok ajaran sesat Nestorius). Lebih baik mengatakan bahwa Sang Anak Allah sendiri mulai menjalani hidup manusia seutuhnya. Dia bukan membajui diriNya, dan Dia masuk kedalam pengalaman hidup manusia secara rohani maupun hidup manusia secara jasmani. KemanusiaanNya adalah sejati dan utuh; Dia menjadi ‘manusia Kristus Yesus’( 1 Timotius 2:5 bnd Galatia 4:4; Ibrani 2:14,17). Dan kemanusiaanNya adalah permanen. Biarpun Dia sekarang dipermuliakan, ‘Dia terus berlanjut sebagai Allah dan sekaligus manusia dalam dwikodrat yang berbeda, dan satu pribadi, selama-lamaNya’ (Westminister Shorter Catechism, Q.21) , bandingkan dengan ayat berikut :
* Ibrani 7:24
Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain
TR Translit, ho de dia to menein auton eis ton aiôna aparabaton echei tên ierôsunên
-----
c. KEADAAN INKARNASI
Keadaan Inkarnasi dapat dijelaskan menjadi 3 bagian :
1. Keadaan inkarnasi adalah ketergantungan dan kepatuhan atau ketaatan,
Karena inkarnasi tidak mengubah hubungan antara Anak dan Bapa. Bapa dan Anak tetap dan terus berada dalam persekutuan yang tidak pernah putus. Anak mengatakan dan melakukan apa yang ‘diberikan’ Bapa untuk Dia katakan dan Dia lakukan, dan tidak pernah satu kali pun melampaui atau melangkahi kehendak Bapa (bandingkan dengan peristiwa pencobaan pertama Matius 4:2 dab).
Ketidak-tahuanNya yang Dia akui sendiri tentang kapan waktu kedatanganNya yang kedua kali (Markus 13:32) hal tersebut diterangkan dalam pembahasan yang lain . Hal tersebut bukanlah sebagai kepura-puraan dengan tujuan yang baik (seperti pernah dikemukakan oleh Aquinas), maupun sebagai bukti bahwa Dia telah mengesampingkan pengetahuanNya yang ilahi demi dan selama inkarnasi (teori kenosis), melainkan untuk memperlihatkan bahwa Bapa tidak menghendaki Anak yang kala berkenosis sebagai manusia untuk mengetahui ‘waktu’ kedatanganNya yang kedua kali.
2. Keadaan Inkarnasi adalah tanpa dosa dan tanpa cela.
Sebab inkarnasi sekali-kali tidak mengubah kodrat asasi dan watak ke-Allah-an Yesus Kristus. Bahwa seluruh hidup Anak, seutuhnya adalah tanpa dosa dan cela, beberapa kali ditegaskan :
* 2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
TR Translit, ton gar mê gnonta amartian huper hêmôn hamartian epoiêsen hina hêmeis ginômetha dikaiosunê theou en autô* 1 Petrus 2:22
Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya
TR Translit, hos hamartian ouk epoiêsen oude eurethê dolos en tô stomati autou* Ibrani 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
TRou gar echomen archierea mê dunamenon sumpathêsai tais astheneiais hêmôn pepeiramenon de kata panta kath homoiotêta chôris hamartias* Yohanes 8:46
"Siapakah antara kamu dapat membuktikan bahawa Aku berdosa? Jika Aku mengatakan apa yang benar, mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku?"
TR Translit, tis ex humôn elegchei me peri hamartias ei de alêtheian legô diati humeis ou pisteuete moi* 1 Yohanes 3:5,
"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa."
TR Translit, kai oidate oti ekeinos ephanerôthê hina tas amartias hêmôn arê kai amartia en autô ouk estin
Bahwa Yesus bebas tidak terhisap dan tidak tercemar aib dosa asli Adam, adalah nyata dari fakta bahwa Dia tidak terikat untuk harus mati akibat dosa sendiri karena Dia tanpa dosa :
* Ibrani 7:26
Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga
TR Translit, toioutos gar hêmin eprepen archiereus hosios akakos amiantos kechôrismenos apo tôn hamartôlôn kai upsêloteros tôn ouranôn genomenos
Dia yang tanpa dosa, dapat mati untuk mewakili orang lain. Artinya ‘yang benar’ mengambil tempat dari orang ‘yang tidak benar’ :
* 2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah
TR Translit, ton gar mê gnonta hamartian huper hêmôn hamartian epoiêsen hina hêmeis ginômetha dikaiosunê theou en autô* Roma 5:16
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran
TR Translit, kai ouch ôs di enos amartêsantos to dôrêma to men gar krima ex henos eis katakrima to de charisma ek pollôn paraptômatôn eis dikaiôma
(bandingkan dengan Galatia 3:13; 1 Petrus 3:18 ).
Bahwa Dia tidak bercela, dan mustahil dapat berdosa, itu adalah sebagai akibat dari fakta bahwa Dia tinggal tetap sebagai Anak Allah (bnd Yohanes 5:19,30).
KeilahianNya adalah jaminan bahwa dalam kehidupanNya sebagai manusia, Dia akan mencapai ketidak-berdosaan, yaitu prasyarat mutlak jika Dia akan mati sebagai ‘Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat’ (1 Petrus 1:19).
3. Keadaan Inkarnasi adalah penuh pencobaan dan konflik moral
Sebab inkarnasi adalah benar-benar masuk dan melibatkan diri ke dalam kondisi hidup moral manusia. Kendati, sebagai Allah, tidak kenal menyerah kepada pencobaan, tetapi sebagai manusia, Dia wajib memerangi pencobaan, dan dalam pencobaan-pencobaan yang menimpaNya, Dia tidak jatuh. Dia memeranginya dan menang (Matius 4:1-11). Kitab Ibrani menyatakan, berdasarkan pengalaman Kristus sendiri menghadapi pencobaan dan harga tinggi yang dituntut ketaatan, maka Dia mampu memberikan simpati yang efektif dan pertolongan kepada orang-orang percaya yang dalam pencobaan dan dalam keadaan hampir putus asa :
* Ibrani 2:18
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai
TR Translit, en hô gar peponthen autos peirastheis dunatai tois peirazomenois boêthêsai* Ibrani 4:14-16
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita
KJV, Seeing then that we have a great high priest, that is passed into the heavens, Jesus the Son of God, let us hold fast our profession.
TR, εχοντες ουν αρχιερεα μεγαν διεληλυθοτα τους ουρανους ιησουν τον υιον του θεου κρατωμεν της ομολογιας
Translit. interlinear, echontes {karena mempunyai} oun {lalu} archierea {Imam Besar} megan {Agung} dielêluthota {yang telah melintasi} tous ouranous {segala langit} iêsoun {Yesus} ton huion {Anak} tou theou {Allah} kratômen {baiklah kita berpegang teguh} tês {itu} homologias {pada pengakuan (iman)}
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
TR Translit, ou gar echomen archierea mê dunamenon sumpathêsai tais astheneiais hêmôn pepeiramenon de kata panta kath homoiotêta chôris hamartias
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
TR, proserchômetha oun meta parrêsias tô thronô tês charitos hina labômen eleon kai charin eurômen eis eukairon boêtheian
Amin.
Blessings,
BP
November 16, 2005
Artikel terkait :
TANGGAPAN ATAS TUDUHAN TENTANG INKARNASI YESUS KRISTUS, di http://www.sarapanpagi.org/tanggapan-atas-tuduhan-tentang-inkarnasi-yesus-kristus-vt1139.html
Kepustakaan :
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini,
Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, halaman 440-443.
Dari :
J Denney, Jesus and the Gospel, 1908
PT Foryth, The Person and Place of Jesus Christ, 1909
HR Machintosh, The Doctrine of the Person of Jesus Christ, 1912
Etc.
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.