View Full Version: KERAJAAN ALLAH, KERAJAAN SURGA

sarapanpagi >>AJARAN / DOKTRIN/ AYAT ALKITAB >>KERAJAAN ALLAH, KERAJAAN SURGA


<< Prev | Next >>

BP- 10-16-2005
KERAJAAN ALLAH, KERAJAAN SURGA
KERAJAAN ALLAH, KERAJAAN SURGA Menurut Injil-injil Sinoptik, Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah adalah tema pokok dari pemberitaan Yesus. Matius yang menulis kepada orang Yahudi memakai istilah Kerajaan Surga, tapi Markus dan Lukas memakai istilah Kerajaan Allah, artinya sama dengan Kerajaan Surga, tapi lebih gampang dimengerti oleh non-Yahudi. Pemakaian istilah kerajaan surga oleh Matius pasti disebabkan kecenderungan Yahudi tidak mau menyebut langsung nama Allah. Tidak ada perbedaan arti antara dua istilah ini sebagai contoh: * Matius 5:3, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga." makarioi hoi ptôkhoi tô pneumati hoti autôn estin hê basileia tôn ouranôn * Lukas 6:20, "Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah." kai autos eparas tous ophthalmous autou eis tous mathêtas autou elegen makarioi hoi ptôkhoi hoti humetera estin hê basileia tou theou Yohanes Pembaptis muncul dengan pemberitaan Kerajaan Allah sudah dekat, dan Yesus mengambil alih pemberitaan ini. Ungkapan Kerajaan Surga (Ibrani: malekhut syamayim) dalam pengharapan Yahudi Sesudah Pembuangan, mengandung unsur campur tangan Allah yang sungguh diharapkan Israel, untuk memulihkan kebahagiaan umat-Nya dan membebaskannya dari kuasa musuh. Kedatangan Kerajaan adalah perspektif masa depan yang dipersiapkan oleh kedatangan Mesias dalam meratakan jalan bagi Kerajaan Allah. Pada masa Yesus, harapan eskatologis agama Yahudi ini telah berkembang dalam banyak bentuk: sekali unsur nasionalisme menonjol, sekali unsur kosmik dan apokaliptik. Pengharapan itu mulai dalam pemberitaan mengenai pemulihan takhta Daud dan kedatangan Allah untuk membaharui dunia, sesuai nubuat Perjanjian Lama. Walaupun Perjanjian Lama tidak berbicara langsung tentang Kerajaan Surga eskatologis, namun dalam Mazmur dan Kitab-kitab Nabi penyataan kedaulatan Allah sebagai Raja, adalah satu dari gagasan paling utama dalam iman dan pengharapan Perjanjian Lama. Beberapa unsur menonjol, sebagai jelas kelihatan bila membandingkan nubuat nabi-nabi terdahulu dengan nubuat tentang kedaulatan universal dan munculnya Anak Manusia dalam Daniel. Tatkala Yohanes Pembaptis dan kemudian Yesus sendiri memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat pemberitaan ini membangunkan perhatian dan mengandung arti universal. Diberitakan bahwa poros sejarah yang lama dinanti-nantikan, yaitu campur tangan Allah untuk memulihkan segala sesuatu, sudah dekat, bagaimanapun pengertiannya waktu itu. Jadi sangat penting meneliti isi pemberitaan Perjanjian Baru mengenai kedatangan Kerajaan itu. Dalam pemberitaannya Yohanes Pembaptis menonjolkan penghakiman Allah sebagai realitas dekat: kapak diletakkan pada akar pohon. Allah datang selaku Raja adalah untuk memurnikan, menyaring dan menghakimi. Semua orang akan terlibat, tidak ada kekecualian atas dasar hak istimewa, termasuk kesanggupan menyebut Abraham sebagai bapaknya. Pada saat itu juga Yohanes Pembaptis berkata, ia sendiri perintis jalan bagi Dia yang akan datang dengan membawa penampi. Karena kedatangan-Nya dekat, umat harus bertobat dan memberikan diri dibaptis untuk pembersihan dosa, supaya luput dari hukuman akan datang dan menerima bagian dalam keselamatan Kerajaan dan pembaptisan dengan Roh Kudus yang akan dicurahkan. Dalam pengajaran Yesus a. Segi sekarang Pemberitaan Yesus tentang Kerajaan memakai kata Yohanes, tapi sifatnya lebih luas. Yohanes memperhatikan penampilan Yesus beberapa lama, kemudian mulai ragu-ragu apakah Yesus betul-betul Yang akan datang yang diberitakannya. Pemberitaan Kerajaan oleh Yesus berbeda dengan pemberitaan Yohanes dalam dua hal. Pertama, meskipun pemberitaan tentang penghakiman dan panggilan untuk bertobat tetap ada dan tidak dikurangi maknanya, namun unsur penyelamatan dalam Kerajaan ditekankan. Kedua (inilah inti dari perbedaannya), Yesus memberitakan bahwa Kerajaan bukan hanya dekat tapi sudah ada dalam Pribadi dan pelayanan Yesus sendiri. Yesus tidak banyak berkata langsung bahwa Kerajaan sudah ada, namun seluruh pemberitaan dan pelayanan-Nya diwarnai kenyataan itu. Dalam Dia, masa depan yang mulia menjadi masa kini. Segi masa kini dari Kerajaan nampak dalam bermacam-macam cara pada Pribadi dan perbuatan Kristus. Dapat kelihatan dalam pengusiran setan dan umumnya dalam kuasa Yesus untuk membuat mujizat. Dalam penyembuhan orang yang kerasukan setan, jelas bahwa Yesus telah memasuki rumah orang kuat untuk mengikatnya erat, dan karena itu siap menyita harta bendanya. Kerajaan Surga menyerbu ke dalam wilayah si jahat. Kuasa Iblis dipatahkan. Yesus melihatnya jatuh dari Surga seperti kilat. Ia memiliki dan menganugerahkan kuasa untuk menginjak-injak kekuasaan lawan. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang dianugerahi kuasa Yesus untuk pergi ke dalam dunia sebagal saksi Kerajaan. Segenap kegiatan Yesus melakukan mujizat adalah bukti dari kedatangan Kerajaan. Murid-Nya melihat dan mendengar kedatangan zaman keselamatan, yang banyak nabi dan orang saleh rindu untuk melihatnya tapi tidak bisa. Pada saat Yohanes mengutus muridnya untuk bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" mereka ditunjukkan perbuatan ajaib Yesus yang sesuai dengan janji nubuat yang membuktikan Kerajaan; orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang kusta ditahirkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar kesukaan diberitakan kepada orang miskin. Dalam hal terakhir ini juga, yaitu pemberitaan kabar kesukaan, kelihatan terobosan Kerajaan. Karena keselamatan diumumkan dan ditawarkan sebagai anugerah yang siap diberikan kepada orang miskin di hadapan Allah, orang lapar dan orang berdukacita, maka Kerajaan adalah milik mereka. Demikian juga keampunan dosa diberitakan, bukan kelak terjadi di Surga, bukan kemungkinan masa kini, tapi tenjadi hari ini di bumi ini melaiui Yesus sendiri: "Anak-Ku, dosa-dosamu telah diampuni; karena Anak Manusia memiliki kuasa di dunia untuk mengampuni dosa-dosa". Seperti jelas dalam Firman yang penuh kuasa dan yang baru dikutip, semuanya ini didasarkan pada kenyataan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Kerajaan telah datang dalam Dia dan dengan Dia: Dia-lah auto-basileia (Ia sendiri Kerajaan). Penyataan diri Yesus sebagai Mesias, Anak Manusia dan Hamba Tuhan, adalah rahasia dan sekaligus penjelasan seluruh Injil. Mustahil untuk menerangkan perkataan Yesus tentang diri-Nya seperti beberapa orang ingin membuatnya, seolah Yesus menganggap diri hanyalah Mesias pada masa datang, Anak Manusia yang akan datang di atas awan kelak. Memang segi keakanan dari Kerajaan adalah unsur hakiki Injil, tapi dalam Injil Yesus adalah Mesias yang hadir sekarang dan di sini. Itu tidak hanya diproklamasikan pada pembaptisan-Nya dan pada saat Dia dipermuliakan di atas gunung. Dia bukan hanya disebut Dia yang dikasihi dan dipilih Allah (judul terang tentang ke-Mesias-an), tapi juga Roh Kudus turun ke atas-Nya dan melengkapi-Nya dengan kekuasaan ilahi sepenuhnya. Kitab Injil penuh dengan pernyataan bahwa Ia memiliki kuasa mutlak, Ia diperkenalkan sebagai Dia yang diutus oieh Bapa, Dia datang untuk menggenapi nubuat para nabi. Dalam kedatangan dan ajaran-Nya Alkitab digenapi bagi pendengar-Nya. Ia datang bukan untuk meniadakan tapi untuk menggenapi Taurat, untuk memberitakan Kerajaan, untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, untuk melayani orang lain, dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak onang. Rahasia Kerajaan terletak dalam hal menjadi milik Dia. Ringkasnya, Yesus Mesias adalah pusat dan segala berita dalam Kitab Injil tentang Kerajaan. baik segi masa kininya, maupun segi akan datangnya. b. Segi akan datang Walaupun dalam Kitab Injil jelas bahwa Kerajaan nampak kini dan di sini, ditunjukkan juga bahwa penampakan dalam dunia ini bersifat sementara. Itulah sebabnya pemberitaan kegiatan waktu itu yang terdapat dalam rumusan "Orang buta melihat, orang mati dibangkitkan, kepada orang miskin diberitakan kabar baik" diikuti dengan peringatan, "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (Matius 11:6; Lukas 7:23). Kekecewaan itu terletak dalam sifat tersembunyi dan Kerajaan pada masa ini. Mujizat hanyalah tanda dan tatanan lain yang berbeda dari tatanan sekarang. Belum tiba saatnya setan diserahkan pada kegelapan abadi (Matius 8:29). Injil Kerajaan masih benih yang sedang ditaburkan. Dalam perumpamaan tentang penabur, benih yang tumbuh diam, lalang antara gandum, biji sesawi dan ragi, Yesus mengajar murid-Nya mengenai segi tersembunyi Kerajaan itu. Anak Manusia sendiri, dengan segenap kekuasaan Allah, yang akan datang di atas awan, Dia-lah Penabur benih Firman Allah. Ia digambarkan sebagai Manusia tergantung pada orang lain; burung, semak duri, manusia lain, dapat mengganggu pekerjaan-Nya. Ia harus menunggu untuk melihat hasil dari taburan-Nya. Bahkan rahasia Kerajaan lebih dalam lagi: Raja-nya datang dalam wujud hamba. Burung mempunyai sarangnya, tapi Anak Manusia (Daniel 7:13) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Supaya dapat menerima segala sesuatu, terlebih dahulu Ia harus menyerahkan segala sesuatu. Menurut gambar Hamba Tuhan yang menderita pada Yesaya 53, Ia harus dihisabkan pada kelompok orang berdosa. Kerajaan telah datang, Kerajaan akan datang. Tapi kedatangannya adalah melalui salib. Sebelum Anak Manusia melaksanakan kekuasaan atas semua kerajaan dunia (Matius 4:8; 28:18), Ia harus menempuh jalan ketaatan kepada Bapa supaya menggenapi segala kebenaran (Matius 3:15). Sebab itu perwujudan Kerajaan mempunyai sejarah dalam dunia ini. Kerajaan harus diberitakan pada semua makhluk. Sebagai benih ajaib, Kerajaan tumbuh, tidak ada orang yang mengetahui caranya (Markus 4:27). Dengan kekuatan di dalamnya Kerajaan menembusi rintangan dan berkembang mengatasi segalanya, karena ladang tempat benih itu ditaburkan adalah dunia (Matius 13:38). Injil Kerajaan keluar sampai kepada semua bangsa (Matius 28:19) karena Raja dan Kerajaan adalah juga Tuhan dan Roh. Kebangkitan-Nya mendatangkan zaman baru, pemberitaan Kerajaan dan Raja-nya mencapai ujung bumi. Keputusan sudah diambil, tapi penggenapannya masih bersifat akan datang. Apa yang mulanya nampak sebagai kedatangan Kerajaan satu dan sama, diumumkan sebagai satu kenyataan yang tak terpisahkan, hampir tiba dan dekat, itu mengembangkan diri meliputi zaman baru dan wilayah jauh. Batas Kerajaan tidak sama dengan perbatasan atau sejarah Israel. Kerajaan mencakup semua bangsa dan memenuhi segala zaman sampai kedatangan akhir dunia. Kerajaan dan jemaat Kerajaan berhubungan dengan sejarah jemaat maupun Sejarah dunia. Kerajaan dan jemaat tidak sama, bahkan pada zaman sekarang pun tidak. Kerajaan Allah mencakup seluruh pekerjaan Allah melalui Kristus yang menebus dalam dunia ini. Jemaat adalah himpunan orang milik Yesus Kristus. Hubungan jemaat dan Kerajaan Allah dapat dibandingkan dengan dua lingkaran yang pusatnya satu, jemaat lingkaran kecil, Kerajaan lingkaran besar, keduanya berpusat pada Kristus. Hubungan jemaat dan Kerajaan dapat dirumuskan dengan berbagai cara. Jemaat terdiri dari orang yang menerima Injil Kerajaan Allah melalui iman, yang mengambil bagian dalam keselamatan Kerajaan dan menerima berkat pengampunan dosa, pengangkatan sebagai anak Allah, kediaman Roh Kudus, dan hidup yang kekal. Dalam hidupnya sebagai garam dan terang dunia, Kerajaan terwujud. Ia memikul kuk Kerajaan, hidup taat kepada perintah Rajanya dan belajar pada Dia (Matius 11:28-30). Jemaat sebagai agen Kerajaan dipanggil untuk mengakui Yesus sebagai Kristus dan mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Jemaat adalah persekutuan hamba yang menerima talenta dari tuannya dan menantikan kedatangan Kerajaan dalam kemuliaan, pada saat Raja kembali. Jemaat mendapat strukturnya dari Kerajaan, dikelilingi dan diarahkan oleh penyataan, perkembangan dan kedatangan Kerajaan kelak, tapi tidak pernah sama atau identik dengan Kerajaan itu. Karena itu Kerajaan Allah tidak dibatasi dalam batas jemaat. Kristus adalah Raja di atas segala-galanya. Di mana saja Kristus diterima dan diakui sebagai Raja, bukan hanya orang dibebaskan tapi seluruh pola hidup diubah: kutuk setan dan ketakutan kuasa bermusuhan terhadap manusia dilenyapkan. Perubahan sebagai dampak agama Kristen dalam masyarakat animis, membuktikan makna Kerajaan yang mencakup segala sesuatu. Dengan cara membawa pengaruh ke luar seperti biji sesawi, dan juga ke dalam seperti ragi. Kerajaan berkembang dalam dunia dengan kuasa penebusannya. Wahyu menggambarkan pemenintahan Kristus Raja dalam sejarah dunia yang maju makin pesat sampai pada akhir zaman, dan terutama membuat nyata perbedaan Kristus Raja kemenangan (lihat Wahyu 5:1 dan ayat-ayat berikutnya) atas Iblis dan anti-Kristus yang kekuasaannya masih bertahan di bumi untuk melawan Kristus dan jemaat-Nya. Kerajaan memasuki sejarah dunia dengan berkat dan pembebasan, kuasa penyelamatan dan tirani berhala dan kuasa jahat bermusuhan dengan manusia: tapi surga dan dunia baru, pemerintahan kemenangan, damai sejahtera dan keselamatan riil, akan tercapai hanya melalui krisis terakhir dan universal. Dalam sisa Perjanjian Baru Ungkapan Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah tidak banyak muncul dalam Perjanjian Baru di luar kitab Injil Sinoptik. Tapi hal ini sebetulnya hanya persoalan istilah. Petunjuk revolusi besar dalam sejarah penyelamatan dimulai oleh kedatangan Kristus, sebagai harapan penggenapan segala tindakan Allah, maka Kerajaan adalah tema utama dan seluruh penyataan Allah dalam Perjanjian Baru. Dalam pemikiran teologia Pemikiran teologis tentang Kerajaan Surga sangat dipengaruhi oleh pandangan dan hermacam-macam kecenderungan dalam sejarah pemikinan teologis. Abli teologi Roma Katolik sering mengikuti Agustinus dan menyamakan Kerajaan Allah dengan gereja di dunia. Melalui hierarki gereja, Kristus diwujudkan sebagai Raja Kerajaan Allah, ruang lingkup Kerajaan adalah sama dengan batas kekuatan dan kekuasaan gereja di dunia, Kerajaan diperluas melalui misi dan perkembangan gereja di dunia. Dalam perlawanannya terhadap hierarki Roma Katolik, para reformator menekankan makna rohani dan tidak terlihatnya Kerajaan itu, dan cenderung (secara salah) mengutip Lukas 17:20 dan ayat-ayat berikutnya untuk mendukung pendapat itu. Mereka bilang, Kerajaan Surga ialah kedaulatan rohani yang diberlakukan Kristus melalui pemberitaan firman-Nya dan karya Roh Kudus. Gerakan reformasi tidak melupakan segi Kerajaan sebagai rencana penyelamatan sejarah, tapi di bawah pengaruh gerakan Pencerahan dan Pietisme Kerajaan diartikan secana individu sebagai kedaulatan kasih karunia dan damai dalam hati manusia. Dalam teologi liberal terutama di bawah pengaruh Kant, pandangan ini dikembangkan secara moralistis, sehingga Kerajaan disamakan dengan tersebarnya damai, kasih dan kebenaran. Dalam lingkungan pietis dan heberapa sekte, pengharapan akan kedatangan Kerajaan kelak tetap dipegang tapi tanpa melihat arti positif dari Kerajaan itu bagi hidup di dunia ini. Berlawanan dengan pengertian dualistis Kerajaan itu, timbul tafsiran sosial tentang Kerajaan menekankan hanya makna riil dan komunalnya. Pengertian ini menimbulkan pandangan radikalisme sosial (kekristenan Tolstoi yang menekankan Khotbah di Bukit dan tafsiran sosial-agamawi dari misalnya Kutter dan Ragaz di Swiss), dan menimbulkan juga pengertian evolusioner tentang perkembangan (Social Gospel di Amerika Serikat). Kedatangan Kerajaan beranti gerak maju dalam keadilan sosial dan perkembangan masyarakat. Bertentangan dengan tafsiran Kerajaan yang bersifat merohanikan, moralistis dan evolusionen, maka masa kini ahli Perjanjian Baru kembali lagi menekankan makna asli Kerajaan dalam pemberitaan Yesus, makna yang berhubungan erat dengan sejarah keselamatan dan eskatologi. Beberapa ahli menafsirkan segi eskatologis Kerajaan secana ekstrim, sehingga peluang menembusi dunia sekarang terlupakan. Tapi akhir-akhir ini makna Kerajaan Allah untuk masa kini lebih diperhatikan. Makna tersebut dibawa dalam perspektif sejarah keselamatan, yaitu gerak maju pekerjaan dinamis dari Allah dalam sejarah, dengan penggenapan akhir sebagai tujuannya. <ðððð> Sumber: "The New Bible Dictionary", Inter-Varsity Press: England, (c) 1988


Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.