PERUMPAMAAN 'TALENTA' TANYA :
mau tanya mengenai hal "talenta"
Matius 25: 14-15
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.JAWAB :* Matius 25:14-1525 : 14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
NKJV : "For the kingdom of heaven is like a man traveling to a far country, who called his own servants and delivered his goods to them.
TR : ôsper gar anthrôpos apodêmôn ekalesen tous idious doulous kai paredôken autois ta uparchonta autou
Interlinear : ôsper gar {FOR AS } anthrôpos {A MAN} apodêmôn {LEAVING THE COUNTRY} ekalesen tous {CALLED} idious {HIS OWN} doulous {BONDMEN,} kai {AND} paredôken {DELIVERED} autois ta {TO THEM} uparchonta autou {HIS PROPERTY.}
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
NKJV : "And to one he gave five talents, to another two, and to another one, to each according to his own ability; and immediately he went on a journey.
TR : kai ô men edôken pente talanta ô de duo ô de en ekastô kata tên idian dunamin kai apedêmêsen eutheôs
Interlinear : kai ô {AND} men {TO ONE} edôken {HE GAVE} pente {FIVE} talanta {TALENTS,} ô de {AND TO ANOTHER} duo ô {TWO,} de {AND TO ANOTHER} en {ONE,} ekastô {TO EACH} kata tên {ACCORDING TO} idian {HIS RESPECTIVE} dunamin {ABILITY;} kai {AND} apedêmêsen {LEFT THE COUNTRY} eutheôs {IMMEDIATELY.}
-----------------------
TANYA :
Sebetulnya apakah yg mau dimaksudkan Firman Tuhan itu?
Dalam ayat itu Talenta adalah Harta Bapa,JAWAB :Talenta dalam ayat tsb adalah ukuran atau nilai uang, bandingkan dengan ayat ini :
* Matius 18:24,
"Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu 'talenta'."
NKJV : "And when he had begun to settle accounts, one was brought to him who owed him ten thousand talents.
TR : arxamenou de autou sunairein prosênechthê autô eis opheiletês muriôn talantôn
Interlinear : arxamenou de {AND HAVING BEGUN} autou {HE} sunairein {TO RECKON,} prosênechthê {THERE WAS BROUGHT} autô {TO HIM} eis {ONE} opheiletês {DEBTOR} muriôn {OF TEN THOUSAND} talantôn {TALENTS.}
Selebihnya untuk mengerti ukuran Talenta ini, bisa dibaca di : forumer.com/viewtopic.php?p=376#376" target="_blank">http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=376#376
-----------------------
TANYA :
jika demikian apakah yg dpt dikategorikan "talenta"
dalam konteks ini? apakah karunia? skils?atau apa?JAWAB :
Jelas dalam Matius 25: 14-30 adalah sebuah pengajaran dengan ‘perumpamaan’ yang menunjukkan betapa perlunya menggunakan pemberian Allah dengan sikap bertanggung-jawab dalam pelayanan kepada Allah pada saat tuan-kita ‘tidak hadir’.
Pemberian yang digambarkan dengan ‘pemberian modal’ bisa kita artikan dengan ‘karunia’ dan ‘berkat’ yang Allah beri kepada kita. Karunia dan berkat tidak selalu berkonotasi harta, bisa kemampuan/ skill dan apapun yang kita punya.
Apakah kita ini adalah orang yang bisa mengusahakan ‘modal’ itu? Silahkan pelajari secara lengkap perumpamaan ini (Matius 25: 14-30)
Perumpamaan itu menceriterakan, kedua hamba pertama adalah baik dan setia (ayat 21,23) karena mereka menggunakan ‘modal’ yang diberikan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan tuannya.
Hamba yang ke-tiga, ia menganggap tidak ada gunanya mengusahakan ‘modal’ yang diberikan tuannya itu, sebab ia takut rugi dan ia nanti akan dihukum karena menyebabkan tuannya rugi. Tetapi ketika tuannya mengetahui bahwa modal 1 talenta itu tidak diusahakan oleh hamba ke-tiga ini, Tuannya malah marah dengan mengatakan bahwa ia adalah hamba yang ‘jahat’ (ponêros, Yunani, yang mempunyai arti ‘kikir’) dan ‘malas, oknêros’ (Matius 25:26) ; yang merupakan kebalikan dari sikap hamba yang ‘baik, agathos’ dan ‘setia, pistos’ (Matius 25 :21).
Maka kesimpulan dari perumpamaan itu adalah bahwa manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda. Orang yang mau menggunakan kesempatan dan menggunakannya adalah orang yang dianggap sebagai hamba yang setia.
Dan orang yang tidak menggunakan kesempatan dan mengusahakannya itu akan dibuang (dihukum) karena ia adalah hamba yang ‘tidak berguna’.
Nov 8, 2005
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.