PREDESTINASI PREDESTINASIApakah yang dimaksud dengan Predestinasi?JAWAB :
Predestinasi (Yunani 'proorizo') berarti "menentukan sebelumnya" dan berlaku untuk maksud-maksud Allah yang diliputi dalam pemilihan. Pemilihan adalah pilihan Allah terhadap suatu umat "di dalam Kristus" (gereja yang sejati) bagi diri-Nya. Predestinasi meliputi apa yang akan terjadi pada umat Allah ini (semua orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus).
* Efesus 1:5,
"Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya," -
"proorisas {'predestinasi'} hêmas {kita} eis {ke dalam} huiothesian {pengangkatan anak} dia {oleh} iêsou {Yesus} khristou {Kristus} eis {ke dalam} auton {-Nya} kata {menurut} tên eudokian {perkenan} tou thelêmatos {kehendak} autou {-Nya}"
Belakangan istilah predestinasi cenderung dihubungkan dengan ajaran (doktrin) tentang keselamatan yang dipercaya telah ditentukan terlebih dahulu dari kekal sampai kekal yang dikembangkan oleh Johanes Calvin (1509-1564), salah satu reformator abad ke-16, karena itu biasa disebut identik dengan Calvinisme.
Ajaran Calvinisme atau Predestinasi itu menekankan kemutlakkan otoritas Tuhan dalam menentukan rencana kehendak anugerah-Nya atas ciptaan dari kekal sampai kekal. Keputusan Allah adalah kekal, tidak berubah, suci, adil, dan mahakuasa dan didasarkan atas pengetahuan sebelumnya atas semua peristiwa dan tidak terpengaruh oleh ciptaan atau kejadian yang berlangsung. Dari kerangka predestinasi manusia inilah maka Tuhan memilih umatnya untuk selamat atau tidak diselamatkan dalam rangka penebusan dosa sesuai yang telah diketahuinya sebelumnya.
Ajaran ini dengan jelas tidak memberi tempat pada manusia dalam hubungan dengan keselamatan, dan bila dalam Alkitab disebutkan tentang perbuatan baik atau buah-buah, itu adalah bukti keselamatan yang telah dikaruniakan Tuhan dan bukan hasil kerja manusia. Yang jelas Alkitab memberitahukan bahwa manusia diberi tanggung jawab dalam hidup ini untuk mentaati firman Tuhan dan melakukan kehendak Allah (Matius7:21) tetapi kehendak manusia untuk berbuat baik itu bukan sekedar bukti keselamatan seperti yang digambarkan oleh Calvinisme.
Yang jelas lagi, karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil kehendak bebas manusia, tetapi pemberian Allah. Karena kita buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Dia mau supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:8-10). Dari ayat ini jelas bahwa manusia mempunyai tanggung jawab melakukan pekerjaan baik yang merupakan ketaatan manusia dalam iman. Keselamatan ditawarkan kepada semua orang dan barangsiapa percaya akan diselamatkan (Yohanes 3:16).
Bila kita sudah beriman, bertekunlah dalam mentaati firman Tuhan dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita sehari-hari.
--------------------------------
PREDESTINASI/ PROORIZO, STUDI KATA BAHASA YUNANI* Kisah Para Rasul 4:28,
"untuk melaksanakan segala sesuatu 'yang telah Engkau tentukan dari semula' oleh kuasa dan kehendak-Mu." -
"POIESAI (untuk berbuat) HOSA (sebanyak) HE KHEIR (tangan) SOU (-Mu) KAI (dan) HE BOULE (kehendak) SOU (-Mu) PROORISEN (Engkau menentukan sebelumnya) GENESTHAI (untuk menjadi)"
Ungkapan "yang telah Engkau tentukan dari semula" diterjemahkan dari kata 'PROORISEN', aorist aktif indikatif orang kedua tunggal dari kata 'PROORIZO'.
Kata 'PROORIZO' dibentuk dari preposisi 'PRO', "sebelum", dan 'HORIZO', "menentukan" sehingga 'PROORIZO' diterjemahkan menjadi "menentukan sebelumnya", "menentukan dari semula", King James Version menerjemahkannya dengan 'predestinate', 'determine before', 'ordain', jumlah enam kata.
* Kisah Para Rasul 4:28,
"untuk melaksanakan segala sesuatu 'yang telah Engkau tentukan dari semula' oleh kuasa dan kehendak-Mu." –
"POIESAI (untuk berbuat) HOSA (sebanyak) HE KHEIR (tangan) SOU (-Mu) KAI (dan) HE BOULE (kehendak) SOU (-Mu) PROORISEN (Engkau menentukan sebelumnya) GENESTHAI (untuk menjadi)"
Kata kerja 'PROORIZO' menurut ayat di atas diikuti oleh 'GENESTHAI', aorist-2 medial infinitif dari 'GINOMAI', "menjadi". Tindakan Herodes dan Pontius Pilatus menyalibkan Yesus Kristus dikatakan sudah "ditentukan sebelumnya" oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa misi Kristus, terutama kematian dan kebangkitan-Nya, bukanlah hasil kehendak manusia tetapi merupakan kehendak Allah.
* Roma 8:29, "Sebab
semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." –
"HOTI (bahwa) HOUS (yang) PROEGNO (Dia mengenal sebelumnya) KAI (dan) PROORISEN (Dia menentukan sebelumnya) SUMMORPHOUS (yang serupa) TES EIKONOS (gambar) TOU HUIOU (Anak) AUTOU (-Nya) EIS (ke dalam) TO (yang) EINAI (untuk menjadi) AUTON (-Nya) PROTOTOKON (yang sulung) EN (di dalam) POLLOIS (yang banyak) ADELPHOIS (saudara-saudara)"
'PROORIZO' digunakan untuk tindakan Allah akan tujuan dari rencana keselamatan-Nya. 'PROORIZO' ini memiliki obyek personal yaitu pronomina relatif 'HOUS', "yang". Pronomina relatif ini merujuk kepada mereka yang dikenal Allah sebelumnya ('PROEGNO', aorist aktif indikatif orang ke-3 tunggal dari 'PROGINOSKO'). Terjemahan yang barangkali lebih tepat bukanlah "yang dipilih-Nya dari semula" tetapi "yang dikenal-Nya dari semula".
Obyek dari 'PROORIZO' adalah mereka yang dikenal Allah sebelumnya. 'PROORIZO' tidak hanya melibatkan prarencana Allah tetapi juga mencakup individu yang bersangkutan. Tujuan 'PROORIZO' itu dinyatakan dalam ungkapan 'SUMMORPHOUS TES EIKONOS TOU HUIOU AUTOU', "untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya".
* Roma 8:30,
"Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya." –
"HOUS (yang) DE (dan) PROORISEN (Dia menentukan sebelumnya) TOUTOUS (itu) KAI (dan) EKALESEN (Dia memanggil) KAI (dan) HOUS (yang) EKALESEN (Dia memanggil) TOUTOUS (itu) KAI (dan) EDIKAIOSEN (Dia membenarkan) HOUS (yang) DE (dan) EDIKAIOSEN (Dia membenarkan) TOUTOUS (itu) KAI (dan) EDOXASEN (Dia memuliakan)"
* 1 Korintus 2:7,
"Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan ('PROORIZO') Allah bagi kemuliaan kita." –
"ALLA LALOUMEN SOPHIAN THEOU EN MUSTERIO TEN APOKEKRUMMENEN EN PROORISEN HO THEOS PRO TON AIONON EIS DOXAN HEMON"
Ayat di atas menyiratkan bahwa 'PROORIZO' adalah sesuatu yang merupakan obyek, yaitu hikmat Allah dengan tujuan kemuliaan kita, keselamatan kita.
* Efesus 1:5,
"Dalam kasih Ia 'telah menentukan kita dari semula' ('PROORIZO') oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya," –
"'PROORISAS' HEMAS EIS HUIOTHESIAN DIA IESOU KHRISTOU EIS AUTON KATA TEN EUDOKIAN TOU THELEMATOS AUTOU"
Maksud yang mirip dengan Roma 8:29-30, 'PROORIZO' adalah pengangkatan anak. Kata 'HUIOTHESIA' dari 'HUIOS' (anak) dan 'TITHEMI' (meletakkan, menempatkan) bermakna menempatkan seseorang menjadi anak atau ahli waris. Dasar dari 'PROORIZO' ini adalah "kerelaan kehendak Allah". Keta yang diterjemahkan dengan "kerelaan" adalah 'EUDOKIA' yang berarti senang atau puas, atau sesuatu yang kelihatannya baik. Paulus dengan berhati-hati menambahkan bahwa 'PROORIZO' itu adalah kerelaan Allah, bukan kerelaan manusia.
* Efesus 1:11,
"Aku katakan 'di dalam Kristus', karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan—kami 'yang dari semula ditentukan' ('PROORIZO') untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya." –
"EN AUTO EN HO KAI EKLEROTHEMEN 'PROORISTHENTES' KATA PROTHESIN TOU TA PANTA ENERGOUNTOS KATA TEN BOULEN TOU THELEMATOS AUTOU"
'PROORIZO' didasarkan pada "maksud" ('PROTHESIS') Allah yang bekerja di dalam sesuatu.
Sumber : Yohannes/Biblika
DOKTRIN UNLIMITED ATONEMENT silahkan baca di : forumer.com/viewtopic.php?p=648#648" target="_blank">http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=648#648
Apakah Orang Kristen terbebas dari Maut?TANYA :
Berdasarkan Yohanes 10:27-29 Apakah Orang Kristen terbebas dari Maut?JAWAB :* Yohanes 10:27-29
"Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku MEMBERIKAN hidup yang KEKAL kepada mereka dan mereka PASTI TIDAK AKAN BINASA sampai SELAMA-LAMANYA dan seorangpun TIDAK AKAN MEREBUT mereka dari tanganKu. BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa".
TR INTERLINEAR : ta probata {domba-domba} ta ema {-Ku} tês phônês {suara} mou {-Ku} akouei {ia mendengar} kagô {dan Aku} ginôskô {Aku mengenal} auta {mereka} kai {dan} akolouthousin {mereka mengikuti} moi {-Ku} kagô {dan Aku} zôên {hidup} aiônion {yang kekal} didômi {Aku memberikan} autois {kepada mereka} kai {dan} ou {tidak} mê{tidak} apolôntai {mereka binasa} eis {kepada} ton {yang} aiôna {kekal} kai {dan} oukh {tidak} harpasei {ia akan merampai} tis {seseorang} auta {mereka} ek {dari} tês kheiros {tangan} mou {-Ku} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} hos {yang} dedôken {Dia sudah memberikan} moi {kepada-Ku} meizôn {lebih besar daripada} pantôn {segala} estin {Dia adalah} kai {dan} oudeis {tidak seorang pun} dunatai {ia dapat} harpazein {merampas} ek {dari} tês kheiros {tangan} tou patros {Bapa} mou {-Ku}
Perjanjian Baru memberikan keseimbangan kepada dua macam pikiran, segala sesuatu terjadi dalam maksud Tuhan, namun kemungkinan kebebasan seseorang masih ada.
Ungkapan mereka pasti tidak akan binasa, kata binasa, Yunani apolôntai dari kata kerja (verba) apollumi, apo, dari dan olethros, kemusnahan. Di sini tampak suatu janji yang indah bagi semua domba Kristus. Mereka tidak akan pernah diusir dari kasih atau kehadiran Allah, atau keadaan apa pun di dunia tidak akan memisahkan mereka dari gembala. Hal ini dapat kita bandingkan dengan ucapan Rasul Paulus ini:
* Roma 8:35-39,
"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: 'Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.' Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Sesungguhnya ada keselamatan dan keamanan bahkan bagi domba yang paling lemah yang mengikuti dan mendengarkan gembala yang baik. Hal ini hanya dapat terlaksana jika domba-domba itu adalah domba-domba Yesus Kristus, karena barangsiapa yang tidak percaya, tidak termasuk domba Kristus.
Selanjutnya, jika kita hanya membaca Yohanes 10:28-29 terlepas dari konteks ayat-ayat Alkitab lainnya, seolah-olah orang Kristen itu pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, atau terbebas dari "maut". Apakah benar Yesus Kristus mengajarkan demikian? Ayat-ayat Alkitab di samping artinya yang harfiah atau kiasa, perlu kita lihat dalam kaitan konteks perikopnya.
Rasul Yohanes tidak menyusun kitabnya dalam pasal-pasal dan ayat-ayat. Pembagian Perjanjian Baru menjadi ayat-ayat dikerjakan belakangan, oleh karena itu patut diwaspadai bila satu atau dua ayat dicomot begitu saja di luar konteksnya dan ditafsirkan atas dasar kata-katanya saja dan dilepaskan dari kesatuannya dengan seluruh perikop, kitab/surat maupun isi Alkitab secara kontenstual, maka artinya bisa jauh berbeda dan bahkan berlawanan dengan yang dimaksud oleh penulis Alkitab itu sendiri, dengan perkataan lain ayat-ayat Alkitab dapat saja dimanipulasikan sesuai kehendak yang mencomot ayat itu.
Latar belakang ucapan Yesus Kristus ini seyogianya ditelusuri. Jika kita baca dari ayat 22-29 ternyata Yesus mengatakan hal ini kepada orang Yahudi di Bait Allah, di serambi Salomo. Ucapan Yesus kepada orang Yahudi berbeda jika dibandingkan dengan ucapan-Nya kepada para murid yakni pembicaraan antara guru dan murid. Jika diselidiki lebih lanjut terutama ajaran tentang 'predestinasi' - barangkali dapat dipilah ke dalam topik terpisah - orang Yahudi telah ditetapkan oleh Tuhan untuk tidak mengikuti Yesus (referensi ayatnya cukup banyak untuk dituangkan di sini).
Bagaimana ucapan Yesus kepada para murid? Apakah benar mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, atau terbebas dari "maut"? Kita lihat dalam perumpamaan tentang pokok anggur, salah satu ucapan Yesus Kristus menjelang perpisahan dengan para murid.
* Yohanes 15:5-6,
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."egô eimi hê ampelos humeis ta klêmata ho menôn en emoi kagô en autô outos pherei karpon polun hoti khôris emou ou dunasthe poiein ouden ean mê tis meinê en emoi eblêthê exô hôs to klêma kai exêranthê kai sunagousin auta kai eis to pur ballousin kai kaietai"
Siapakah yang dimaksud oleh Yesus, apabila Dia mengatakan tentang ranting-ranting yang tidak berbuah? Ada dua anggapan dan penafsiran.
Pertama, Yesus Kristus memaksudkan orang Yahudi. Mereka adalah ranting-ranting dari pokok anggur Allah. Akan tetapi mereka menolak untuk mendengar kepada-Nya; mereka telah menolak untuk menerima Dia; karena itu mereka adalah ranting-ranting yang sudah layu dan tidak ada gunanya lagi.
Anggapan kedua, barangkali lebih tepat karena pembicaraan ini berlangsung bersama para murid-Nya. Yesus Kristus berpikir tentang sesuatu yang lebih umum sifatnya. Dia memaksudkan orang-orang Kristen yang kekristenannya adalah pengakuan saja tanpa perbuatan; kata-kata tanpa perbuatan. Dia memaksudkan orang-orang Kristen yang adalah ranting-ranting yang tidak berguna. Semuanya daun tanpa buah. Dan Dia memaksudkan orang-orang Kristen yang telah murtad, yang mula-mula mendengar berita itu dan menerimanya, tetapi kemudian meninggalkannya, menjadi pengkhianat terhadap tuannya, yang ia pernah berjanji untuk melayani-Nya.
Jadi ada tiga cara kita menjadi ranting yang tidak berguna. Kita bisa menolak sama sekali suara panggilan sang gembala, Yesus Kristus. Kita bisa mendengar kepada-Nya dan kemudian melayani Dia dengan bibir dan kata-kata tanpa perbuatan. Kita bisa menerima Dia sebagai gembala dan Tuhan, dan kemudian, waktu menghadapi kesulitan mengenai jalannya atau karena keinginan untuk bertindak semau-gue, meninggalkan Dia.
Prinsip utama dalam Perjanjian Baru adalah jika kita tidak berguna berarti malapetaka. Ranting yang tidak berbuah menuju kepada kebinasaan (apolôntai), atau maut (thanaton).
ERGE- 10-19-2005
Bagaiamana dengan Amanat Agung?
BP- 10-23-2005
Secara ringkas, pertanyaan kepada kalangan Calvinisme apakah Yesus Kristus mati untuk "sebagian" orang atau untuk "semua" orang? Jika ada "sebagian" orang sudah ditetapkan untuk menjadi penghuni neraka, untuk apa Yesus Kristus repot-repot turun ke dunia ini?
* 2 Korintus 5:15,
"Dan Kristus telah mati untuk 'semua' orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Dan untuk apa pula Amanat Agung? Jika keselamatan sudah ditentukan ‘bagi yang dipilih saja’ :roll: :wink:
YA, tapi ada yang fanatik Nabi Calvin ada yang tidak terlalu fanatik :)
ERGE- 10-31-2005
Perasaan hampir semua sih yag fanatik sama ajaran Reformed. iya kan?
GKI, GKJ, GPIB apalagi GRII tuh kan menurut saya fanatik juga dengan calvinism. Tapi bebrapa minggu yang lalu, ada seoarng pendeta muda berkotbah yang mengatakan bahwa keselamatn bisa "hilang". bahkan dia bilang, pandangan-pandangan gereja mainstream terhadap doktrin predestinasi sudah tidak diterapkan dan hanya menjadi pengetahuan saja. piye iki? :o
BP- 10-31-2005
Perasaan hampir semua sih yag fanatik sama ajaran Reformed. iya kan?
GKI, GKJ, GPIB apalagi GRII tuh kan menurut saya fanatik juga dengan calvinism.
Ah, tidak semua, saya dari gereja mainstream.
Saya tidak me-nabi-kan CALVIN :)
Dan harus kita akui bahwa ajaran Calvin-pun mempunyai banyak kelemahan-kelemahan, mengapa kita tidak mau membuka hati? dan menganggap bahwa kalangan non-calvinist adalah bukan Kristen yang sejati?
BTW, di dalam Surga nanti kita nggak bakal ditanya, calvinist, armenian, koptik, ortodox, katolik dll. :)
Tapi bebrapa minggu yang lalu, ada seoarng pendeta muda berkotbah yang mengatakan bahwa keselamatan bisa "hilang".
Pendapat beliau ada benarnya :
silahkan kaji ayat ini :
* Wahyu 3:5,
"Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya."
Secara jelas, ada syarat bahwa murid-murid Yesus harus MENANG,
maka ada kemungkinan seseorang itu Fail
Kalau murid Tuhan semuanya 'pasti menang' tentu ayat itu tidak perlu ditulis, tentu tidak ada gunanya Rasul Paulus menulis tentang 'medan peperangan Rohani (Spiritual Battle)' seperti pada 2 Korintus 10:3-6 dan Efesus 6:10-17 dan masih banyak ayat2 lainnya.
Kalau keselamatan pasti tidak bakal hilang; ya udah kita santai-santai saja yuk :)
Murid2 Tuhan wajib mempertahankan Keselamatan dan iman itu dan tidak menyia-nyiakannya, agar jangan sampai hilang...
Silahkan kaji ayat2 berikut ini :
* Filipi 2:12,
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
* Ibrani 2:3,
"bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan"
* 1 Petrus 2:2,
"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,"bahkan dia bilang, pandangan-pandangan gereja mainstream terhadap doktrin predestinasi sudah tidak diterapkan dan hanya menjadi pengetahuan saja. piye iki? :o
Predestinasi Alkitab berbeda dengan predestinasi ala Calvinisme. Ambillah sebuah contoh misalnya ada sebuah kapal yang berlayar dari dunia menuju surga. Semua orang ingin menjadi penumpang dan pemilik kapal memang menghendaki demikian. Selama mereka menjadi penumpang, mereka termasuk orang yang "dipilih" namun jika mereka memutuskan untuk meninggalkan kapal, mereka bukan lagi orang "pilihan". Allah mengundang semua orang untuk naik ke kapal melalui iman kepada Yesus Kristus tetapi sayangnya ternyata tidak semua orang yang berminat.
* Yohanes 5:40,
"namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu."
* Wahyu 2:21,
"Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya."
DOKTRIN hanyalah ajaran-ajaran Manusia. Saya tidak mengikut secara fanatik ajaran Calvin ataupun ahli teolog lainnya yang dinabikan, bahkan kadang melebihi ajaran Tuhan Yesus Kristus sendiri.
Ajaran mereka-pun tidak boleh dianggap sebagai Kitab Suci, karena semuanya hanyalah tafsir manusia atas Kitab Suci.
Kepercayaan kepada suatu doktrin, akan mempengaruhi penafsiran seseorang terhadap ayat-ayat Alkitab. Tetapi sering doktrin-doktrin itu seolah-olah menjadi entitas yang berdiri secara independen yang kemudian mendikte Alkitab.
FIRMAN ALLAH diatas segala doktrin.
Amin.
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.