View Full Version: TAFSIR HOSEA 6:1-6

sarapanpagi >>AJARAN / DOKTRIN/ AYAT ALKITAB >>TAFSIR HOSEA 6:1-6


<< Prev | Next >>

BP- 02-25-2006
TAFSIR HOSEA 6:1-6
TAFSIR HOSEA 6:1-6 TANYA : Saya minta tolong tafsiran untuk Hos. 6:1-6. Thanks. JAWAB : Secara garis besar, Dalam panggilan yang lain lagi untuk bertobat, Hosea memberikan kepastian bahwa sekalipun Allah harus menghukum dosa, Dia senantiasa ingin menyembuhkan dan memulihkan. Kita baca mulai Hosea 5:15 : * Hosea 5:15 – 6:6 Pertobatan pura-pura dari pihak orang Israel 5:15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku: 6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." 6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Dalam kitab Hosea dinyatakan adanya "perzinahan rohani" yang dilakukan oleh orang-orang Israel (yaitu Israel menyembah ilah-ilah lain). Hosea menjabarkan ketidak-sanggupan umat Israel untuk memahami kebenaran. Ayat 5:15 Melihat kepada Israel yang menyembah berhala, Allah berfirman, "Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku (yakni surga)", meninggalkan umat-Nya yang memberontak untuk menderita karena dosa-dosa mereka. Apabila dalam kesesakannya mereka mencari Allah, Ia akan bersedia datang menolong mereka. Hosea menuangkan pengakuan dangkal bangsa Israel ke dalam perkataan, barangkali dari apa yang telah didengarnya dan yang ia tahu tentang mereka. Tidak ada pengertian atau pengakuan kesalahan, sebaliknya, ada tanda-tanda kepentingan diri sendiri dan gema-gema agama Baal. Jawaban Tuhan adalah untuk menolak perkataan mereka dan untuk mengemukakan kembali syarat-syarat-Nya sendiri untuk berdamai. * Hosea 6:1-6 6:1 LAI TB, Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. KJV, Come, and let us return unto the LORD: for he hath torn, and he will heal us; he hath smitten, and he will bind us up. Hebrew, לְכוּ וְנָשׁוּבָה אֶל־יְהוָה כִּי הוּא טָרָף וְיִרְפָּאֵנוּ יַךְ וְיַחְבְּשֵׁנוּ׃ Translit interlinear, LEKHU {datanglah} VENÂSYUVÂH {dan mari kita berbalik} 'EL-YEHOVÂH {kepada TUHAN} KÏ {karena} HU' {Dia} TÂRÂF {mencabik-cabik} VEYIRPÂ'ÊNU {dan Dia akan menyembuhkan kita} YAKH {Dia memukul} VEYAKHBESYÊNU {dan Dia akan membalut kita} "Mari, kita akan berbalik", לכו ונשובה ; 'LEKHU VENÂSYUVÂH', kata לכו - 'LEKHU' dari kata ילך - 'YALAK', yod-lamed-kaf, "pergi", "berjalan", "datang", "berangkat" dan ונשובה - 'VENÂSYUVÂH' dari ו - 'VA' (=dan) plus שוב - 'SYUV', 'syin-vav-bet, "kembali", "berbalik". Israel yang tertindas telah mengetahui pelajaran-pelajaran pahit akibat tidak patuh. Rakyatnya saling membesarkan hati dengan kata-kata: "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN (YHVH)". Kata-kata itu menyiratkan pengakuan, karena Israel telah meninggalkan Tuhan untuk melakukan praktik-praktik berhala. Allah yang telah menerkam mereka dalam penghukuman dapat diharapkan untuk menyembuhkan mereka dalam belas kasihan. Luka-luka Israel tidak dapat disembuhkan oleh Mesir dan Asyur (bandingkan Hosea 7:1; 11:3). Hanya Allah yang dapat membawa kehidupan baru kepada bangsa yang terluka itu. * Hosea 5:15 "Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:" * Hosea 14:1 "Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu." 6:2 LAI TB, Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. KJV, After two days will he revive us: in the third day he will raise us up, and we shall live in his sight. Hebrew, יְחַיֵּנוּ מִיֹּמָיִם בַּיֹּום הַשְּׁלִישִׁי יְקִמֵנוּ וְנִחְיֶה לְפָנָיו׃ Translit interlinear, YEKHAYÊNU {Dia akan menghidupkan kita} MÏYOMÂYIM {dari dua hari} BAYOM {pada hari} HASYELÏSYÏ {ketiga itu} YEQIMÊNU {Dia akan membangkitkan kita} VENIKHYEH {dan kita akan hidup} LEFÂNÂV {kepada wajah-Nya} Orang Israel dalam keadaan mereka saat itu, ibarat orang mati. * Roma 11:15 "Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?" Allah tidak hanya dapat diandalkan untuk membebaskan umat-Nya, tetapi pertolongan-Nya akan datang cepat. Sang nabi menyatakan bahwa "Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari", dengan menambahkan kalimat paralelnya, "pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita". Yehezkiel memakai bahasa yang sama untuk menggambarkan kehidupan yang akan memasuki tulang-tulang kering, yang melambangkan Israel (Yehezkiel 37:1-10; bandingkan Yesaya 26:19). Targum membuat parafrase dari Hosea 6:2: Ia akan menghidupkan kita dalam hari-hari penghiburan yang akan datang. John Calvin menafsirkan kata-kata itu sebagai menunjukkan harapan Israel semasa dalam Pembuangan: " ... Meskipun sudah lama mereka diam dalam kegelapan, dan pembuangan yang hurus mereka derita berlangsung lama, toh mereka tidak berhenti berharap: 'Yah, biarlah dua hari itu berlalu, dan Tuhan akun membangkitkan kita'" (John Calvin, The Twelve Minor Prophets, I, 218). 6:3 LAI TB, Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi. KJV, Then shall we know, if we follow on to know the LORD: his going forth is prepared as the morning; and he shall come unto us as the rain, as the latter and former rain unto the earth. Hebrew, וְנֵדְעָה נִרְדְּפָה לָדַעַת אֶת־יְהוָה כְּשַׁחַר נָכֹון מֹוצָאֹו וְיָבֹוא כַגֶּשֶׁם לָנוּ כְּמַלְקֹושׁ יֹורֶה אָרֶץ׃ Translit interlinear, VENÊDE'ÂH {dan kita akan mengenal} NIRDEFÂH {kita mengikuti} LÂDA'AT {untuk mengenal} 'ET-YEHOVÂH {baca: 'adonây, TUHAN} KESYAKHAR {seperti pagi} NÂKHON {Dia menyediakan} MOTSÂ'O {keluar-Nya} VEYÂVO' {dan Dia akan datang} KHAGESYEM {seperti hujan} LÂNU {kepada kita} KEMALQOSY {seperti hujan akhir} YOREH {ia menyiramkan} 'ÂRETS {bumi} Mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan akan Allah, tetapi mencarinya tanpa syarat. "Ia pasti muncul seperti fajar", כשחר נכון מצאו ; 'KESYAKHAR NÂKHON MOTSÂ'O', menurut suatu teks pinggiran mungkin berbunyi "segera sesudah kami cari, maka akan kami temukan". "Marilah kita mengenal", merupakan frase yang melanjutkan pemikiran dari ayat 1. Orang-orang yang akan kembali kepada Tuhan dari kemurtadan mereka akan mengenal Tuhan. Mereka akan mengalami kehadiran dan kuasa-Nya dalam kehidupan mereka. Kata kerjanya diterjemahkan seperti bentuk bahasa Ibrani yang menyatakan kehendak, yang menunjukkan bahwa berbagai malapetaka telah menimpa Israel karena ia hidup tanpa mengenal Allah. "Ia pasti muncul". Jawaban-Nya atas kebutuhan-kebutuhan umat-Nya. Seperti fajar. Sepasti datangnya pagi. Israel berada "di dalam kegelapan" (Yesaya 9:1), tetapi munculnya Allah untuk membawa kelepasan dapat disamakan dengan fajar hari yang baru dan mulia. "Hujan", גשם - 'GESYEM', gimel-syin-mem adalah hujan awal yang jatuh di musim Desember, melunakkan tanah untuk pembajakan dan hujan ini dibedakan dengan "hujan akhir", מלקוש - 'MALQOSY', mem-lamed-gof-vav-syin, yang datang di musim semi (Maret-April), memberi pertumbuhan. Negeri Israel sama sekali bergantung pada curah hujan, itulah satu-satunya yang mereka inginkan. * Zakharia 10:1 "Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang." 6:4 LAI TB, Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. KJV, O Ephraim, what shall I do unto thee? O Judah, what shall I do unto thee? for your goodness is as a morning cloud, and as the early dew it goeth away. Hebrew, מָה אֶעֱשֶׂה־לְּךָ אֶפְרַיִם מָה אֶעֱשֶׂה־לְּךָ יְהוּדָה וְחַסְדְּכֶם כַּעֲנַן־בֹּקֶר וְכַטַּל מַשְׁכִּים הֹלֵךְ׃ Translit interlinear, MÂH {apa} 'E'ESEH-LEKHA {Aku akan perbuat bagimu} 'EFRAYIM {Efraim} MÂH {apa} 'E'ESEH-LEKHA {Aku akan perbuat bagimu} YEHUDÂH {Yehuda} VEKHASDEKHEM {dan kebaikan kalian} KA'ANAN-BOQER {seperti kabut pagi} VEKHATAL {dan seperti embun} MASYKÏM {pagi-pagi sekali} HOLÊKH {ia pergi} "Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim?" Sarana apakah yang dapat dipakai untuk membawa engkau kembali kepada persekutuan dengan Allah? "Kasih setiamu seperti kabut pagi". Engkau berusaha mengadakan reformasi, tetapi tidak ada faedahnya. Kabut pagi itu bersifat menipu. Itu adalah sejumlah uap tebal yang dibawa oleh angin burat musim panas dari Mediterania. Matahari dengan cepat melenyapkannya, dan kabut itu tidak menghasilkan hujan pada musim panas di Palestina yang kering. Begitu juga embun yang hilang pagi-pagi benar. Embun tidak memberikan keringanan yang permanen dari serangan matahari musim panas. Allah melihat perbuatan mereka yang dangkal dan cinta kasih mereka terhadap-Nya yang segera akan menguap. * Matius 13:21 "Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad." Kebenaran diri sendiri menghambat jalan antara Allah dan manusia. 6:5 LAI TB, Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. KJV, Therefore have I hewed them by the prophets; I have slain them by the words of my mouth: and thy judgments are as the light that goeth forth. Hebrew, עַל־כֵּן חָצַבְתִּי בַּנְּבִיאִים הֲרַגְתִּים בְּאִמְרֵי־פִי וּמִשְׁפָּטֶיךָ אֹור יֵצֵא׃ Translit interlinear, 'AL-KÊN {oleh karena itu} KHÂTSAVTÏ {Aku meremukkan} BANEVÏ'ÏM {pada nabi-nabi} HARAGTÏM {Aku membunuh} BE'IMRÊY-FÏ {pada kata-kata mulut-Ku} UMISYPÂTEYKHA {dan penghukumanmu} 'OR {terang} YÊTSÊ' {ia keluar} Seorang penafsir menyarankan bahwa kata kerja חצבתי - 'KHÂTSAVTÏ' (perfect), הרגתים - 'HARAGTÏM' (perfect} dan יצא - 'YÊTSÊ' (imperfect) diartikan "akan meremukkan, membunuh, keluar" dengan mengkaji konteks ayat ini, walaupun kata-kata itu dapat diambil berhubungan dengan masa depan atau masa lampau. Perkataan "nabi-nabi", נביאים - 'NEVI'IM' memiliki sisi tajam berupa kewibawaan ilahi. Naskah Septuaginta, Siria dan Arab memiliki perbedaan. Naskah ini menulis "Aku meremukkan nabi-nabi dan membunuh mereka", : απεθερισα τους προφητας υμων ; 'apetherisa {Aku menebang} tous prophêtas {para nabi} humôn {kalian} apekteina {Aku membunuh} autous {mereka}". "Hukum-Ku keluar seperti terang", ומשפטיך - 'UMISYPÂTEYKHA' seharusnya penghukuman"mu" karena suffiks ך '-kha' adalah pronomina orang kedua tunggal. Allah, yang mengeluh tentang perilaku umat-Nya, berfirman, "Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi". Allah berusaha menebang Israel untuk memperbaiki bentuknya dengan cara mengutus para nabi. Nabi-nabi itu memperingatkan tentang konsekuensi-konsekuensi dosa (Yesaya 11:4; 49:2; Yeremia 1:10; 5:14; 1 Raja 19:17). Mereka mengucapkan perkataan mulut Allah. 6:6 LAI TB, Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. KJV, For I desired mercy, and not sacrifice; and the knowledge of God more than burnt offerings. Hebrew, כִּי חֶסֶד חָפַצְתִּי וְלֹא־זָבַח וְדַעַת אֱלֹהִים מֵעֹלֹות׃ Translit interlinear, KÏ {karena} KHESED {kemurahan} KHÂFATSTÏ {Aku menghendaki} VELO'-ZÂVAKH {dan bukan korban} VEDA'AT {dan pengetahuan} 'ELOHÏM {Allah} MÊ'OLOT {dari korban bakaran} Kemuliaan Perjanjian Baru mulai kelihatan di sini. Mungkin pada mulanya tampak bahwa Allah, setelah memberi perintah-perintah mengenai korban persembahan dengan perantaraan Musa, seolah-olah telah mengubah pikiran-Nya. "Kasih setia", Ibrani חסד - 'KHESED' lebih tepat diterjemahkan dengan "kemurahan (murah hati)", "belas kasihan" atau "rahmat". * Matius 12:7 "Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah." Ada penafsir-penafsir yang melihat di sini suatu pertikaian antara nabi-nabi dan ibadat mempersembahkan korban, misalnya: * 1 Samuel 15:22 "Tetapi jawab Samuel: 'Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.'" * Amsal 21:3 "Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban." * Pengkhotbah 5:1 "Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat." * Yesaya 1:11 "'Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?' firman TUHAN; 'Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.'" Namun, bagaimana pun juga tidak pernah para penafsir itu menyangkal keabsahan berlakunya korban yang dipersembahkan dengan semangat yang benar. Dalam setiap hal mereka mencela dosa-dosa ketidaksulilaan, persundalan atau kebenaran diri sendiri yang melanggar perjanjian dan membuat korban-korban persembahan tidak berlaku lagi. Imamat 26:40-45 menjunjung tinggi prinsip yang sama: pengakuan, kerendahan hati terhadap Allah mendatangkan pendamaian. Ada hal yang menarik yaitu ungkapan "dan bukan korban", ולא־זבח - 'VELO'-ZÂVAKH' diimbangi dengan "lebih daripada korban-korban bakaran", מעלות - 'MÊ'OLOT'. Hal ini tidak menyatakan ketiadaan atau kecenderungan melainkan prioritas. "Rahmat" ( חסד - 'KHESED') dan "pengenalan akan Allah" ( דעת אלהים - DA'AT 'ELOHIM) merupakan unsur-unsur asasi dari perjanjian serta merupakan kenyataan-kenyataan terakhir yang memberi arti ibadah dan kehidupan. "Korban sembelihan", זבח - 'ZÂVAKH' adalah istilah umum. "Korban-korban bakaran", עלות - 'OLOT' bentuk jamak dari עלה - 'OLAH memiliki makna harfiah "naik ke atas", persembahan sebagai peringatan, hewan korban harus dibakar habis, tetapi ini pun bergantung pada hubungan dengan Allah yang dinyatakan dalam pengenalan akan Allah plus ketaatan. "Aku menyukai", חפצתי - KHÂFATSTÏ dari חפץ - KHAFETS, "menghendaki", "berkenan" dengan suffiks י - yod (-Ku) menyatakan suatu keinginan ilahi, bukan kepada penghapusan kesalahan, tetapi kepada cinta kasih yang membuat penghapusan itu tidak perlu. Dengan cara yang sama, Allah mencari pengabdian yang sejati lebih daripada tanda-tandanya yang paling ulung dan mewah. Yesus Kristus dua kali mengutip Hosea 6:6, dan dalam setiap hal itu Dia memarahi orang-orang Farisi karena pembenaran diri mereka yang mengagungkan tradisi-tradisi mereka di atas hubungan mereka kepada Allah dan orang-orang lain. Makna ayat ini : Inilah syaratnya, Bahwa Allah menolak ekstemalisme agama yang menandai banyak praktik keagamaan Israel, Allah menolak kemunafikan dan ibadah pura-pura, dengan kata-kata: "Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan". Kasih setia (Ibrani, חסד - KHESED) adalah kata yang berbicara tentang kasih sayang dan kesetiaan berdasarkan perjanjian. Theodore Laetsh (The Minor Propphets, hlm. 60) dan William Harper (A Critical and Exegetical Commentary on Amos & Hosea, hlm. 286) menerjemahkannya dengan kata: kasih. Harper menambahkan, "Kasih ini bukan kasih terhadap Allah yang berlainan dengan kasih terhadap sesama manusia, melainkan kasih terhadap keduanya. Allah disini jelas memberikan syarat jikalau umatNya ingin berbalik, bahwa perbuatan ibadah lahiriah yang kasat mata tidak akan berarti apa-apa jikalau umatnya melupakan Kasih-setia. Dan ketentuan ini bukan berarti Allah membatalkan ketentuan-ketentuan akan "korban-korban penghapusan dosa" yang sudah baku dalam kehidupan orang-orang Israel yang tertuang dalam Hukum Taurat. Semoga penjelasan di atas tidak mengecewakan. Syâlõm, Feb 25, 2006 Sumber : - Yohannes/ Biblika - The Wycliffe Commentary, Vol 3, p 964-967


Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.