III. TUDUHAN YESUS BUKAN TUHAN :
Apakah Allah yang
forumer.com/viewtopic.php?p=1021#1021>inkarnasi menjadi manusia yang bernama Yesus itu sesuatu yang mustahil?
Alkitab menyatakan tidak ada yang mustahil bangiNya, karena Dialah Allah segala makhluk :
* Yeremia 32:27,
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?" –
BHS, "HINEH 'ANI YEHOVAH 'ELOHEY KOL-BASAR HAMIMENI YIPALE' KOL-DAVAR"
Inkanasi Allah menjadi manusia, jelas dalam contoh ayat berikut :
* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'" –
* Yohanes 1:14,
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
-----
Terhadap InkarnasiNya menjadi manusia, ada banyak tuduhan yang berkembang dari kalangan Muslim yang menggunakan ayat-ayat Alkitab dan menyangkali hakekatNya sebagai Allah. Sebagai berikut :
1. Yang punya silsilah pasti bukan Tuhan
Matius 1: 1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
TANGGAPAN :
Bagi para pembaca masa kini, Matius agaknya telah memilih suatu cara yang luar biasa untuk memulai kitab Injilnya; dan agaknya juga membosankan untuk menyajikan suatu daftar nama yang panjang pada permulaan dari kitab Injil itu. Tetapi bagi orang Yahudi jaman dahulu cara itu adalah cara yang biasa dan yang paling menarik, dan merupakan cara yang penting untuk memulai ceritera kehidupan seseorang.
Orang-orang Yahudi sangat tertarik kepada silsilah-silsilah. Bahkan Matius menyebut kitab yang ditulisnya itu dengan nama BUKU SILSILAH YESUS KRISTUS. Hal ini bagi orang Yahudi merupakan suatu ungkapan yang biasa. Dan hal itu juga merupakan catatan garis keturunan seseorang dengan beberapa kalimat penjelasannya. Di dalam Perjanjian Lama sering ditemukan DAFTAR-DAFTAR SILSILAH ATAU KETURUNAN dari orang-orang yang terkenal. Ketika Yesefus menulis otobiografinya, iapun mulai dengan asal-usulnya sendiri, yang menurutnya ia temukan di dalam kitab catatan umum.
Alasan dari minat orang Yahudi terhadap asal-usul seseorang itu ialah, bahwa mereka dapat menemukan kemurnian garis keturunan seseorang. Dan hal itu merupakan hal yang sangat penting bagi mereka. Kalau di dalam garis keturunan itu ditemukan adanya campuran darah dari orang lain, maka orang yang bersangkutan akan kehilangan haknya untuk disebut sebagai Yahudi dan sebagai anggota umat Allah. Seorang imam umpamanya, mempunyai kewajiban untuk menunjukkan catatan asal-usul yang bermula dari Harun terus sampai kepada dirinya sendiri tanpa putus-putus. Kalau ia menikah, maka harus menunjukkan garis asal-usul paling sedikit lima generasi yang lampau.
Ketika Ezra mengatur kembali ibadah kepada Allah, setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan Babel, iapun mengatur kembali agar keimaman agar berfungsi dengan baik. Dari usahanya itu, Ezra ternyata menolak anak-anak Habaya, anak-anak Koz dan anak-anak Barzilei, karena mereka ternyata bukan keturunan asli Yahudi. Mereka itu diteliti apakah nama mereka terdapat dalam silsilah. Tetapi karena tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
Daftar silsilah seperti itu sebenarnya disimpan oleh Sanhedrin. Herodes yang Agung pun selalu diremehkan oleh orang-orang yang 100% berdarah Yahudi, karena ia adalah keturunan Edom. Dapat dilihat pentingnya hal itu justru dari tindakan Herodes sendiri. Herodes yang adalah keturunan Edom menganggap daftar silsilah dan asal-usul itu sangat penting, sehingga ia menghancurkan daftar asal-usulnya sendiri. Dan dengan tindakannya itu, maka tidak ada orang lain yang dapat membuktikan asal-usul dirinya kecuali Herodes sendiri.
Hal ini mungkin tidak terlalu menarik kita. Tetapi bagi orang Yahudi hal itu merupakan hal yang sangat penting, karena asal-usul Yesus dapat ditelusuri kembali kepada Abraham.
Selanjutnya dapat juga dicatat bahwa daftar asal-usul ini ditulis dan disusun secara berhati-hati. Daftar itu disusun ke dalam tiga kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari empat belas orang. Cara itu adalah cara yang termudah untuk mengingat-ingat apa yang dicantumkan di situ. Sekali lagi harus diingat bahwa kitab Injil itu ditulis pada waktu belum ada mesin cetak atau buku yang dicetak. Sangat sedikit orang yang mungkin dapat memiliki kitab-kitab itu sendiri; dan kalau mereka ingin memilikinya mereka memaksa diri mereka sendiri untuk mengingat-ingat isi buku itu. Oleh karena itu daftar asal-usul atau silsilah itu diatur sedemikian rupa, untuk membantu memudahkan mengingat-ingatnya. Daftar asal-usul itu juga dimaksudkan untuk membuktikan, bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Daud, dan agar setiap orang dengan mudah dapat mengingat-ingatnya.
Dengan merujuk kepada Anak Daud, Matius dan Lukas membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah MESIAS yang dijanjikan.
-----
2. Tuhan tidak mungkin dikandung dan dilahirkan
Matius 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Matius 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
TANGGAPAN :
Umat Kristiani yang mengakui keilahian Yesus Kristus, tidak menganggap bahwa Yesus Kristus adalah Allah karena Dia dikandung dan lahir dari seorang wanita :
* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Menurut ayat di atas, Ia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia adalah suatu rahasia yang agung. Kata-kata ini menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin diselidiki oleh akal manusia. Kebenaran ini hanya mungkin disujudi dan disembah. Hanya iman, yang seperti iman rasul Yohaneslah yang dapat melihat kemuliaan-Nya, yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
* Yohanes 1:14,
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Sekalipun kelahiran Yesus adalah suatu rahasia yang agung, namun di sepanjang abad-abad yang telah lalu ada banyak orang yang ingin menjadikan rahasia itu dapat dimengerti. Ada orang yang mengajarkan, bahwa rahasia kelahiran Yesus itu harus diterangkan demikian, bahwa Firman atau LOGOS itu telah menghubungkan diri-Nya dengan seorang manusia. Jadi dapat digambarkan seperti ajaran agama Hindu di dalam ajarannya tentang awatara atau penitisan. Wisnu umpamanya, jikalau dunia berada di dalam kekacauan, menitis pada Rama, anak Dasaratha, atau menitis pada Kresna, anak Wasudewa.
Usaha yang lain lagi untuk menjelaskan rahasia ini ialah, bahwa Firman atau LOGOS dipandang sebagai menghubungkan diri-Nya dengan manusia tanpa roh, atau dengan manusia yang tidak lengkap kemanusiaannya. Ada lagi yang mengatakan seolah-olah Roh Kuduslah yang membuahi Maria, sehingga dilahirkanlah Yesus. Demikianlah masih ada usaha-usaha yang lain lain.
Semua usaha ini jelas bertentangan dengan pemberitaan Alkitab, yang memberitakan, bahwa Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, dan bahwa di dalam Kristus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, artinya, bahwa seluruh hakekat Allah dinyatakan di dalam diri Yesus.
* Kolose 2:9,
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa.
* Ibrani 1:3,
"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"
Di dalam Yesus itu Allah sendiri telah mendobrak penyembunyian diri-Nya. Hal ini semuanya memang tidak mungkin dapat diselidiki oleh anak manusia.
Jikalau kelahiran Yesus sendiri telah mewujudkan suatu rahasia yang agung, demikian jugalah "kelahiran-Nya 'dari anak dara' Maria".
Alkitab tidak banyak memberitakan hal ini. Dalam ayat di bawah ini malaikat Gabrial berkata kepada Maria, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau". Apakah arti ungkapan "menaungi" itu?
* Lukas 1:35,
"Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah."
KAI APOKRITHEIS HO AGGELOS EIPEN AUTÊ PNEUMA HAGION EPELEUSETAI EPI SE KAI DUNAMIS HUPSISTOU EPISKIASEI SOI DIO KAI TO GENNÔMENON HAGION KLÊTHÊSETAI UIOS THEOU
Kata menaungi yang dipergunakan di sini sama dengan kata yang dipergunakan di Lukas 9:34, di mana disebutkan, bahwa ada awan yang menaungi Musa dan Yesus, ketika Yesus dimuliakan di atas gunung.
* Lukas 9:34,
"Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka."
TAUTA DE AUTOU LEGONTOS EGENETO NEPHELÊ KAI EPESKIASEN AUTOUS EPHOBÊTHÊSAN DE EN TÔ EKEINOUS EISELTHEIN EIS TÊN NEPHELÊN
Kata ini juga sama dengan kata yang dipergunakan di Keluaran 40:34, yang menyebutkan, bahwa ada awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. Ayat-ayat ini menunjukkan, bahwa ungkapan menaungi di sini menunjuk kepada kuasa mujizat Allah yang ajaib sekali. Maka jikalau disebutkan, bahwa Roh Kudus akan turun atas Maria dan kuasa Allah akan menaungi dia, hal itu tidak lain hanya berarti, bahwa Roh Kudus memberkati dan mempersiapkan Maria bagi tugas yang dikaruniakan kepadanya. Bagaimana hal itu terjadi, manusia tidak perlu mengetahuinya. Yang jelas ialah, bahwa kelahiran Yesus itu menunjuk kepada Kemahakuasaan Allah, yang kuasa untuk memakai cara yang berbeda sekali dengan cara yang biasa terjadi, jikalau ada manusia baru dilahirkan. Dengan karya-Nya yang mengungkapkan Kamahakuasaan-Nya Allah melahirkan Yesus dengan perantaraan Maria.
Kata-kata malaikat Gabriel di Lukas 1:34 hanya menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus memakai cara yang berbeda dengan kelahiran yang biasa. Cara Allah yang demikian itu hanya dikenakan pada kelahiran Yesus saja, dan hal itu hanya dimengerti dari penyataan Allah sendiri.
Firman atau LOGOS telah ada sebelum Ia datang di dunia atau sebelum Ia dilahirkan sebagai manusia. Maka manusia Yesus bukan dilahirkan karena kehendak manusia, bukan dilahirkan karena persekutuan lelaki dan perempuan, seperti yang biasa terjadi pada kelahiran manusia baru yang biasa. Ia, yang telah ada sebelum dilahirkan, hanya dapat menjadi manusia dengan kelahiran dari seorang anak dara.
Yesus bukanlah seseorang yang dilahirkan dari seorang bapa dan seorang ibu, lalu dihubungkan dengan Firman Allah, bukan! Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Ia adalah yang semula dalam rupa Allah, tetapi yang kemudian telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ia lahir di dunia, karena Ia menerima tugas untuk menyelamatkan manusia.
Firman Allah tidak mungkin dilahirkan oleh manusia. Ia sendiri yang lahir, dengan memakai manusia sebagai perantara. Dengan karya Roh Kudus, Firman Allah mengenakan cara hidup insani di dalam kandungan Maria.
Demikianlah kelahiran Yesus memang suatu rahasia yang agung, yang hanya mungkin disembah.
-----
3. Seorang manusia dan seorang yang dibangkitkan bukan Tuhan
Matius 2:5-6
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
TANGGAPAN :
Yesus yang adalah Tuhan itu, lahir kedunia sebagai manusia yang sempurna, sehingga eksistensiNya sebagai manusia sama seperti manusia lain. Dan merasakan apa yang lazim dialami manusia.
Pribadi Yesus Kristus adalah yang paling unik. Ia disebutkan sebagai Pengantara Tunggal antara Allah dan manusia. Sebagai pengantara antara Khalik dan makhluk. Yesus harus memiliki dua sifat dasar yang menyatu dalam satu pribadi, yaitu ke-Allah-an dan kemanusiaan. Namun harus dimengerti di sini bahwa Yesus Kristus sama sekali bukan termasuk kategori makhluk ciptaan, tetapi sebaliknya Ia adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia sejati!
Selanjutnya silahkan baca :
forumer.com/viewtopic.php?p=1021#1021>INKARNASI (PENJELMAAN)
dan
forumer.com/viewtopic.php?p=1034#1034>TANGGAPAN ATAS TUDUHAN TENTANG INKARNASI YESUS KRISTUS
yang sudah dibahas sebelumnya.
-----
4. Malaikat hanya menganggap Yesus sebagai manusia bukan Tuhan sehingga perlu mengingatkan Yusuf
Matius 2:13,20
2:13Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
TANGGAPAN :
Sebagai manusia Yesus mengalami proses sebagaimana layaknya manusia lain, menjadi bayi dan kemudian tumbuh dewasa. Ketika Yesus masih bayi, Bayi Yesus memerlukan asuhan dan lindungan dari ke-2 orang tuanya yang mampu melindungiNya dari bahaya yang disebabkan oleh kekejaman Herodes
-----
5. Tuhan tidak akan dibaptis oleh manusia
Matius 3:13-14
3 13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3 14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Yohannes membabtis Yesus bukan kehendak Yesus tapi kehendak Allah
Matius 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
TANGGAPAN :
MENGAPA YESUS DIBABTIS?
Bacaan : Matius 3:13-17
Untuk apa Tuhan Yesus dibaptis? Yohanes merasa tidak pantas membaptis Yesus. Yesus tidak berdosa. Ia tidak memerlukan pertobatan. Bahkan, sebelumnya Yohanes sudah memberitakan bahwa baptisan air yang ia lakukan itu menunjuk kepada baptisan Roh Kudus yang akan Yesus berikan kepada orang yang sungguh bertobat (ayat 11).
Mengapa Yesus meminta Yohanes membaptis diri-Nya? Pertama, sebagai tanda pengidentifikasian-Nya dengan orang berdosa. Yesus tidak berdosa tetapi Ia datang untuk menjadi Juruselamat orang berdosa. Untuk itu Ia perlu menempatkan diri-Nya di posisi orang berdosa. Ia dibaptis untuk mewakili orang berdosa (ayat 15). Sebagai bukti bahwa Ia telah menjadi sama dengan manusia lainnya, kita melihat perikop sesudah ini Yesus bisa dicobai (ayat 4:1-11). Kedua, pembaptisan Yesus merupakan peneguhan diri-Nya dari Allah Tritunggal bahwa Dialah Yang Diperkenan Bapa, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (ayat 16b). Dialah Yang Diurapi Roh untuk melaksanakan misi penebusan (ayat 16a). Bagi Tuhan Yesus peneguhan itu penting karena Ia sadar pelayanan-Nya sebagai Juruselamat manusia bukan pelayanan biasa. Pelayanan itu adalah pelayanan yang menuntut pengorbanan hidup-Nya. Ia harus mati agar umat manusia memperoleh hidup. Oleh sebab itu perkenan Allah dan pengurapan Roh menjadi kekuatan bagi Yesus memulai pelayanan-Nya.
Melalui baptisan Tuhan Yesus, kita beroleh jaminan sekaligus teladan. Jaminan bahwa Yesus sungguh datang dari Allah dan telah menyetarakan diri dengan manusia agar dapat menjadi Juruselamat yang sejati. Teladan bahwa kita memiliki Tuhan yang taat kepada Allah dan karena itu umatNya pun harus taat.
-----
6. Yesus terbukti bukan Tuhan karena dapat dibawa oleh roh
Matius 4:1
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Tuhan tidak perlu puasa
Matius 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Tuhan tidak mungkin dicoba oleh Iblis
Matius 4:3-4
4:3Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Tuhan tidak layak dibawa oleh Iblis
Matius 4:5
Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
Iblis lebih mengerti ketimbang orang kristen, dimana dia memahami bahwa Yesus akan dipelihara oleh Allah melalui malaikat malaikat Tuhan
Matius 4:6-7
4:6lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Yesus adalah manusia, Tuhan tidak layak dibawa Iblis
Matius 4:8
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
Yesus adalah manusia, Iblis tidak layak menggoda Tuhan
Matius 4:9
dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
TANGGAPAN :
Kita baca selengkapnya
* Matius 4:1-11 PERCOBAAN DI PADANG GURUN
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
Yesus sebagai manusia, tidak luput dari pencobaan.
Sebagai perbandingan Adam-Hawa yang belum pernah berbuat dosa-pun dihasut oleh iblis dalam bentuk ular. Bedanya dengan Yesus Kristus, Dia tidak jatuh dalam dosa.
PENJELASAN :
Ini pekerjaan Roh sebab adalah perlu bagi Yesus untuk mengatasi pencobaan. Ayat 2-4 Empat puluh hari di padang gurun sesudah pembabtisanNya mencerminkan 40 orang Israel di padang gurun.
Ayat 6 "Jika Engkau Anak Allah"(bandingkan dengan Matius 27:40,43). Pernyataan Allah dalam Matius 3:17 diuji (bandingkan dengan Kejadian 3:1). Membuat batu menjadi roti merupakan taktik iblis yang melihat posisi Yesus yang "sedang lapar". Tetapi dengan tegas Yesus menjawab godaan itu dengan mengutip Firman Allah daru Ulangan 8:3 : "ada tertulis......" sambil menunjuk kembali pada sikap sungut-sungut Israel tentang Manna (Bilangan 11: 4-9). Jadi pencobaan pertama ini sifatnya kepada pencobaan kepada "tubuh manusia" (keinginan daging) bandingkan pencobaan ini dengan Kejadian 3:6 (baik untuk dimakan...). Atas pencobaan pertama ini Yesus menang atas tipu daya iblis, yaitu dengan tidak menuruti sahutan iblis, jika saja Yesus menurutinya artinya Yesus "bisa diperintah" oleh iblis.
Pencobaan kedua (ayat 5-7) "Bubungan"barangkali adalah suatu menara atau penyangga. Kata "membawa-Nya" tidak dimaksudkan secara harfiah. Kemudian iblis kembali mencobainya dengan mengutip ayat dari Mazmur 91:11-12 secara licik. Tetapi Yesus membali menjawabnya dengan mengutip Firman Tuhan dari Ulangan 6:16 "Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!", kalimat ini secara eksplisit menyatakan bahwa Yesus itu Tuhan!.
Eksistensi Yesus sebagai manusia masih dicobai dengan pencobaan ketiga (ayat 8-10) "Gunung yang sangat tinggi" nampaknya kalimat ini adalah kalimat alegoris. Ayat yang dikutip dari Ulangan 6:13 menunjuk kembali kepada peristiwa tentang "anak lembu emas" (Keluaran 32:1-6). Inilah puncak dari pencobaan itu, yakti pencobaan terhadap jiwa (keangkuhan hidup; bandingkan dengan Kejadian 3:5--> Kamu akan menjadi seperti Allah). Jawaban Yesus yang dikutip dari Ulangan 6:13 itu menunjuk secara eksplisit bahwa bahwa Yesus adalah Tuhan, walaupun penyampaiannya dikatakan dengan kata ganti orang ke-3 "Dia, KepadaNya".
Ke-tidak-bisa-berdosa-an Kristus tidak berarti bahwa Ia tidak menderita pada waktu mengalami serangan setan :
* Ibrani 2:18
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai
Semua cobaan itu ditujukan langsung pada keadaan-Nya sebagai manusia, dan bukan sebagai Tuhan
* Yakobus 1:13
"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun."
Yesus sebagai manusia tidak luput dari pencobaan, tetapi perbedaannya dengan manusia lain "Adam-Hawa", Dia tidak jatuh dalam pencobaan dan Dia tidak berbuat dosa.
* Ibrani 4: 15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa
forumer.com/viewtopic.php?p=1066#1066>YESUS TIDAK BERDOSA , Telah dijelaskan dalam bagian lain.
-----
7. Yesus adalah manusia, diutus menggenapi kitab para nabi
Matius 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Yesus adalah manusia, yang mengakui adanya Tuhan
Matius 6:8
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
TANGGAPAN :
Yesus Kristus adalah "Allah" yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia.
* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
Reff :
forumer.com/viewtopic.php?p=1021#1021>INKARNASI (PENJELMAAN)
dan
forumer.com/viewtopic.php?p=1034#1034>TANGGAPAN ATAS TUDUHAN TENTANG INKARNASI YESUS KRISTUS
yang sudah dibahas sebelumnya.
-----
8. Yesus adalah manusia,sebagai nabi dari Nazaret
Matius 21:11
Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."
TANGGAPAN :
Bandingkan dengan
* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Yesus diutus?; mungkin ini agak ganjil bagi umat lain
Bagaimana Yesus yang adalah Tuhan itu diutus?
Pada bagian lain pernah dibahas mengenai ayat dalam kitab Yohanes 14:28,
forumer.com/viewtopic.php?p=199#199>Bapa lebih besar daripada Aku
Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.
Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :
Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
-----
9. Yesus adalah manusia, sebagai pemimpin bagi orang Israel
Maius 23 10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
TANGGAPAN :
Benar, Yesus adalah manusia tetapi lahir dari benih Ilahi, pada jawaban saya sebelumnya sudah membahas hal ini. Yesus adalah Pemimpin, Dia adalah Mesias. Tetapi Yesus itu untuk semua bangsa, bukan untuk Israel saja :
Silahkan baca di :
forumer.com/viewtopic.php?t=96> YESUS TURUN HANYA UNTUK ORANG ISRAEL?
Dan
forumer.com/viewtopic.php?t=163>YESUS UNIVERSAL
-----
10. Yesus adalah manusia, kalau tidak doanya tidak seperti ini
Matius 6-9-13
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
TANGGAPAN :
Kalau anda baca 1 perikop secara lengkap dalam Matius 6:5-15, Yesus sedang mengajarkan murid-muridNya "HAL BERDOA".
Yesus menegaskan kepada para muridNya bahwa Allah adalah Bapa (bdk. 1Korintus 8:6). Bapa mengetahui keperluan anak-anakNya, bahkan sebelum berdoa sekalipun. Sudah barang tentu Bapa itu mau supaya anak-anak-Nya berseru kepadaNya. Sebagai anak tentunya kita tidak perlu berbicara yang muluk-muluk kepada Bapa kita sendiri. Untuk itu Yesus membuat rumusan doa yang dikenal sebagai Doa Bapa Kami.
------
11. Yesus adalah manusia, tidak layak ada lebih satu Tuhan
Matius 6:24,32
6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
TANGGAPAN :
Umat Kristiani dengan jelas mengimani
forumer.com/viewtopic.php?p=517#517> Tuhan yang Esa
Dan untuk menanggapi tuduhan diatas, kita sebaiknya membaca 1 perikop dalam Matius 6:19-24, dan Matius 6:25-34.
Konteks yang dibicarakan oleh Yesus adalah HARTA :
Hal mengumpulkan Harta dan
Hal kekuatiran akan harta, bahwa seringkali manusia mementikan harta daripada Tuhan, sehingga posisi harta (Mamon) melebihi posisi Tuhan.
Mamon berasal dari kata “mamona” yang berarti keuntungan atau kekayaan. Maka setiap orang yang mencintai uang, dia sedang menyembah mamon.
CINTA AKAN MAMON :
Banyak sekali umat Tuhan bahkan yang sudah menjadi pelayan Tuhan tergelincir akan masalah ini. Bayak orang melakukan tindak kejahatan, merampok, mencuri, membunuh, menipu dan lain-lain, semata-mata karena uang :
1 Timotius 6:10-19
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.
"akar segala kejahatan ialah cinta uang" Uang seringkali menjadi faktor utama yang membuat orang mudah jatuh dalam dosa. Maka tidak heran kalau ada banyak orang kristen yang sinis jika berbicara soal uang, katanya itu "duniawi". Keinginan untuk menjadi kaya bisa membawa kita terjatuh ke dalam pencobaan, dan lain sebagainya seperti ditulis di :
1 Timotius 6:9
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Paulus menjelaskan bahwa cinta akan uang bukan saja merupakan “akar kejahatan” tetapi malah disebut oleh rasul Paulus bahwa “karena memburu uanglah banyak orang telah menyimpang dari iman.”. Hal ini selaras dengan yang diFirmankan oleh Tuhan Yesus kecintaan akan uang menempatkan posisi Allah dibawah Mamon (Matius 6 24)
------
12. Yesus adalah manusia, Yesus nantinya akan ada didepan Tuhan
Matius 10:32-33
10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
TANGGAPAN :
Hal tersebut berkenaan dengan posisi Yesus sebagai HAKIM, Dalam iman kepada-Nya kami berkeyakinan bahwa pada suatu hari kelak Ia akan datang kembali sebagai Hakim yang menghakimi orang yang hidup dan yang mati dihadapan Bapa.
Baiklah kita membacanya secara lengkap satu perikop, supaya kita mengerti esensi pengajaran Yesus yang berjudul "Penganiayaan yang akan datang dan pengakuan akan Yesus". Pada bagian pertama Yesus mengatakan :
Matius 10:16
Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Dengan jelas sekali bahwa Yesus mengutus murid-muridnya masuk ke dalam zona bahaya untuk menjadi terangNya. Yesus tidak mengutus kita masuk ke tengah Kebun Anggur yang penuh kenikmatan, manis dan sejuk. Melainkan Yesus mengutus kita masuk ketengah dunia serigala yang ganas, yang setiap waktu bisa mengkoyak-koyak korbannya dan membinasakannya. Maka dalam ayat tersebut kita umatnya harus bisa mengimbangi siasat-siasat Serigala dengan cerdik dan tulus.
DOMBA DITENGAH SERIGALA :
Yesus menggambarkan murid/pengikutNya seperti domba di tengah-tengah kawanan serigala. Dapatkah domba melawan serigala? Demikian pula kita dalam dunia yang begitu jahat, dapatkah kita melindungi diri?. Namun apakah ini berarti bahwa kita hanya pasrah ketika dijadikan korban?
Sementara itu Alkitab menulis Merpati adalah binatang yang mudah ditipu dan tidak peka (Hosea 7:11) sementara ular dikenal sebagai binatang buas yang pandai menghindari bahaya. Maka orang-orang Kristen harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, berarti dalam menjalani kehidupan di dunia yang jahat ini, kita harus pandai menghindari bahaya tanpa menjadi berbahaya bagi orang lain, dan tulus tanpa menjadi bodoh.
CERDIK SEPERTI ULAR :
Alkitab menuliskan bahwa Ular adalah binatang yang paling cerdas :
Kejadian 3:1
"Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah."
Pada bagian ke-2 dari pengajaranNya ini, Yesus mengajar "Jangan Takut" (ayat 28 ) dalam menghadapi perlawanan, karena ketakutan bisa membuat para murid mundur dari pengutusan itu. Para musuh hanya dapat menghancurkan badan ragawi tetapi mereka tidak berkuasa atas jiwa kita.
Kemudian pada bagian ke-tiga (ayat 31-33) yang anda kutip diatas, menunjuk kepada PENGHAKIMAN TERAKHIR dihadalap ALLAH, yang berdasar pada kesetiaan para murid kepada Yesus Kristus selama konflik/ kesulitan-kesulitan/sengsara/aniaya yang merupakan bagian dari perutusan mereka.
-----