YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH
1AYAT YANG MENYATAKAN YESUS TUHAN
* Yohanes 10:30, "Aku dan Bapa adalah satu."
* Roma 9:5, "Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!"
* Filipi 2:6, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,"
* 1 Timotius 3:16, "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
* Titus 2:13, "dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,"
* 2 Petrus 1:1, "Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus."
* 1 Yohanes 5:20, "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal."
* Wahyu 2:8, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:"
* Wahyu 1:17-18, "Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut."
BP- 08-31-2005
YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH
2
JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel. Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya. Jika kita berpendapat bahwa apa yang disebut kebenaran tidaklah bersifat relatif, maka tidak mungkin jawaban mereka semua benar. Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa Allah itu suatu Pribadi dan yang lain mengatakan bahwa Allah bukan suatu Pribadi, maka pastilah seorang dari mereka salah. Siapakah yang dapat mengatakan dengan pasti, seperti apakah Allah? Satu-satunya yang dapat mengatakan dengan pasti adalah Allah sendiri.
Bagaimana kalau seorang anggota panel tiba-tiba berdiri dan berkata, "Untuk menjernihkan segala kebingungan tentang Allah, saya berkata kepada Anda bahwa SAYA ADALAH ALLAH! SAYA ADALAH JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP!"?
Pengakuan seperti itu harus dibuktikan kebenarannya. Orang itu mungkin menderita penyakit jiwa, suka berkhayal tentang kebesaran, seorang penipu ulung, atau ia benar-benar Allah.
Justru pengakuan seperti itulah yang dicetuskan oleh Yesus Kristus tentang diri-NYA. Jadi, mengatakan bahwa Yesus Kristus sekedar orang yang bermoral tinggi atau guru yang baik, sama sekali tidak tepat. Bukankah orang yang bermoral tinggi tidak berbohong, sengaja ataupun tidak, apalagi mengenai hal mengaku sebagai Allah Yang Mahakuasa? Orang yang bermoral tinggi tidak akan mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka patut beriman kepadanya atau patut beribadah kepadanya. Ia juga tidak akan menyebabkan banyak orang mati karena beriman kepada namanya. Mengingat semuanya itu, marilah kita menjajaki yang berikut ini untuk mengenal kebenaran tentang Allah.
ALLAH MENYATAKAN DIRI
Para penulis masa kini percaya bahwa Allah telah menyatakan diri-NYA dengan berbagai cara. Namun cara itu masing-masing perlu diuji secara obyektif dengan berpatokan pada Alkitab dan pribadi Yesus Kristus.
Pertama-tama, kita akan menyoroti Alkitab. Berbeda dengan banyak tulisan lainnya, Alkitab secara mutlak menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah firman Allah. Kebanyakan orang yang menaruh perhatian yang besar tentang keilahian Kristus menerima Alkitab sebagai wahyu dari Allah. Jadi untuk tujuan ini, kita akan memandang Alkitab dapat diandalkan kebenarannya, baik secara historis maupun sebagai firman Allah kepada kita -- satu-satunya tolok ukur yang benar untuk menetapkan apakah Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, atau bukan.
Ada yang mengatakan bahwa dari abad ke abad Alkitab telah menjadi semakin tidak meyakinkan keasliannya. Jadi perlu adanya wahyu-wahyu baru. Pendapat tersebut tidak dapat dibenarnya. Ada lebih dari 24.600 naskah Perjanjian Baru yang lengkap atau sebagian-sebagian. Andaikata semua naskah Perjanjian Baru lenyap pun kita masih dapat menghimpun semua tulisan Perjanjian Baru, kecuali kira-kira sebelas ayat, dari tulisan bapa-bapa gereja yang mula-mula, yang semuanya ditulis sebelum tahun 325 Masehi. Para pakar sejarah yang bukan Kristen pun harus mengakui bahwa dengan segala patokan ilmiah dan sejarah yang dipakai untuk memeriksa kebenaran dokumen kuno mana pun. Perjanjian Baru terbukti lebih dari sembilan puluh sembilan persen akurat. Orang dapat saja memperdebatkan isinya, tetapi tidak dapat memperdebatkan keabsahan sejarahnya.
Alkitab menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan patokan mutlak untuk menetapkan hal-hal doktrin.
* 2 Timotius 3:16-17,
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
pasa graphê theopneustos kai ôphelimos pros didaskalian pros elegkhon pros epanorthôsin pros paideian tên en dikaiosunê hina artios ê ho tou theou anthrôpos pros pan ergon agathon exêrtismenos
Bagi orang-orang Kristen, setiap buku, tulisan, atau pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab haruslah ditolak. Alkitab sangat menekankan hal ini.
* Yudas 3,
"Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus."
agapêtoi pasan spoudên poioumenos graphein humin peri tês koinês sôtêrias anagkên eskhon grapsai humin parakalôn epagônizesthai tê hapax paradotheisê tois hagiois pistei
Alkitab tidak menerima ajaran-ajaran lain yang akan mengubah atau menambah isi Alkitab.
* Galatia 1:8,
"Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia."
alla kai ean hêmeis hê aggelos ex ouranou euaggelizêtai humin par ho euêggelisametha humin anathema estô
Jika ada sumber-sumber lain yang mengaku sebagai wahyu ilahi, sebagaimana halnya Alkitab, maka sumber-sumber itu harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab. Allah tidak dapat bertentangan dengan diri-NYA sendiri. Oleh karena itu, apapun yang dinyatakan oleh seorang pembicara atau penulis yang mengaku mendapat wahyu ilahi, tidak dapat bertentangan dengan Alkitab yang kita tahu benar adanya. Jika pernyataan mereka bertentangan dengan Alkitab, maka jelaslah bahwa mereka tidak berbicara atas ilham dari Allah, baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam mempertimbangkan keilahian Kristus, pokok persoalannya bukanlah apakah keilahian Kristus mudah dipercaya atau dimengerti, melainkan apakah keilahian Kristus dinyatakan di dalam firman Allah. Apabila pada mulanya gagasan tentang keilahian Kristus tampaknya tidak masuk akal atau tidak dapat dimengerti, hal itu tidak dengan sendirinya meniadakan kemungkinan bahwa keilahian Kristus itu benar adanya. Alam semesta ini penuh dengan berbagai perkara -- seperti gravitasi, sifat cahaya, gelombang cahaya -- yang berada di luar jangkauan akal manusia pada saat ini, tetapi sekalipun demikian, benar adanya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia.
* Ayub 11:7,
"Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?"
HAKHÊQER 'ELÕAH TIMTSÂ' 'IM 'AD-TAKHLÏT SYADAY TIMTSÂ'
* Ayub 42:2-6,
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
YÂDA'TÂ KÏ-KHOL TÛKHÂL VELO'-YIBÂTSÊR MIMEKHA MEZIMÂH MÏ ZEH MA'LÏM 'ÊTSÂH BELÏ DÂ'AT LÂKHÊN HIGADTÏ VELO' 'ÂVÏN NIFLÂ'ÕT MIMENÏ VELO' 'ÊDÂ' SYEMA'-NÂ' VE'ÂNOKHÏ 'ADABÊR 'ESY'ÂLEKHA VEHÕDÏ'ÊNÏ LESYÊMA'-'OZEN SYEMA'TÏKHA VE'ATÂH 'ÊYNÏ RÂ'ÂTEKHA 'AL-KÊN 'EM'AS VENIKHAMTÏ 'AL-'ÂFÂR VÂ'ÊFER
* Mazmur 145:3,
"Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga."
GÂDÕL YEHOVÂH ÛMEHULÂL ME'OD VELIGDULÂTÕ 'ÊYN KHÊQER
* Yesaya 40:13,
"Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?"
MÏ-TIKÊN 'ET-RÛAKH YEHOVÂH VE'ÏSY 'ATSÂTÕ YÕDÏ'ENÛ
* Yesaya 55:8-9,
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."
KÏ LO' MAKHSYEVÕTAY MAKHSYEVÕTÊYKHEM VELO' DARKHÊYKHEM DERÂKHÂY NE'UM YEHOVÂH KÏ-GÂVHÛ SYÂMAYIM MÊ'ÂRETS KÊN GÂVHÛ DERÂKHAY MIDARKHÊYKHEM ÛMAKHSYEVOTAY MIMAKHSYEVOTÊYKHEM
* Roma 11:33,
"O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!"
hô bathos ploutou kai sophias kai gnôseôs theou hôs anexereunêta ta krimata autou kai anexikhniastoi hai hodoi autou
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita percaya tentang apa yang dikatakan Allah mengenai diri-NYA sendiri, tidak menjadi persoalan, apakah kita dapat sepenuhnya memahaminya atau tidak.
Mengenai penyataan diri Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, Alkitab berkata:
*Ibrani 1:1-3,
"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"
polumerôs kai polutropôs palai ho theos lalêsas tois patrasin en tois prophêtais ep eskhatôn tôn hêmerôn toutôn elalêsen hêmin en huiô hon ethêken klêronomon pantôn di hou kai tous aiônas epoiêsen hos ôn apaugasma tês doxês kai kharaktêr tês hupostaseôs autou pherôn te ta panta tô rhêmati tês dunameôs autou di heautou katharismon poiêsamenos tôn hamartiôn hêmôn ekathisen en dexia tês megalôsunês en hupsêlois
YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH - BHS YUNANI 1 YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH
BERDASARKAN KAIDAH BAHASA YUNANI
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yohannes 1:1
en arkhê ên ho logos kai ho logos ên pros ton theon kai theos ên ho logos<
Alkitab Terjemahan Lama, "Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah djuga Allah."
Kitab Soetji Indjil 1912, "Kalam telah ada dari moelanja. Kalam itoe bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itoe adalah Allah."
Alkitab Shellabear, "Maka pada moelanja ada Perkataan itoe, dan Perkataan itoe beserta dengan Allah, dan Perkataan itoe Allah adanja."
King James Version, "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God."
New International Version, "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God."
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Bereshis was the Dvar Hashem, and the Dvar Hashem was agav Hashem, and the Dvar Hashem was nothing less, by nature, than Elohim! "
Salah satu keunikan bahasa Yunani yang merupakan bahasa asli Perjanjian Baru adalah perubahan bentuk kata yang lebih rumit ketimbang bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Hampir sebagian kata Yunani berubah bentuk berdasarkan pemakaiannya dalam kalimat dan maknanya. Salah satu unsur bahasa yang mempengaruhi perubahan bentuk ini dikenal dengan istilah kasus yaitu kategori gramatika dari nomina, frasa nomina, pronomina, atau adjektiva yang menunjukkan hubungannya dengan kata lain dalam konstruksi sintaksis.
Dalam bahasa Inggris, hanya ada tiga kasus: subjektif, obyektif, dan posesif, misalnya pronomina he yang subyektif, berubah menjadi him (obyektif) dan his (posesif). Pronomina ini berubah menurut kasus, tetapi tidak demikian halnya dengan nomina (kata benda). Book (buku) tetap tidak berubah meskipun berfungsi sebagai subyek, obyek langsung atau tidak langsung.
He asked me to gave his books to him.
Bahasa Yunani Alkitab menggunakan lima kasus: nominatif, genitif, akusatif, datif, dan vokatif; bahasa Yunani modern justru menambah kasus datif menjadi lokatif, dan instrumentatif. Hampir seluruh kata Yunani (kecuali preposisi, dan konjungsi) berubah menurut kasus-kasus ini. Sebagai contoh adalah kata Allahho theos, Inggris: God, dapat dibandingkan dalam keanekaragaman perubahan seperti di bawah ini:
Matius 1:23, kasus nominatif, menandai subyek
meth hêmonho theosAllah menyertai kita
God with us
Matius 5:8, kasus akusatif menandai obyek langsung
autoiton theonopsontai
Mereka akan melihat Allah
They shall see GodLukas 2:14, kasus datif menandai obyek tidak langsung
doxa en hupsistoistheô
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi
Glory to God in the highest
Matius 3:16, kasus genitif menandai sumber atau milik
to pneumatou theou
Roh Allah
Spirit of God
Baik bahasa Indonesia (Allah) maupun bahasa Inggris (God), tidak dijumpai perubahan bentuk kata, tetapi tidak demikian halnya dengan bahasa Yunani karena kita jumpai kata theos berubah menjadi theon, theô, theou, dan satu lagi thee, wahai Allah (vokatif, kasus sapaan).
Di samping nomina (kata benda) yang senantiasa berubah bentuk, masih ada satu unsur bahasa yang kelihatannya sepele tetapi amat menentukan, yaitu artikel (kata sandang) yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan si, sang, tersebut, itu, dan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan the.
Kasus nominatif adalah kasus yang menandai nomina atau sejenisnya sebagai subyek. Jika subyek menggunakan kata kerja to be (Indonesia: adalah, Inggris: am, is, are) yang memberi persamaan antara subyek dengan sesuatu yang lain, maka nomina lain juga muncul dalam bentuk yang sama, dalam kaidah bahasa Yunani disebut sebagai predikat nominatif.
Contoh: 1 Korintus 10:4hê petra ên ho khristos
Batu karang itu ialah Kristus
that Rock was Christ
Yang menjadi subyek adalah batu karang (petra, rock), dan Kristus (khristos, Christ) merupakan predikat nominatif.
Dalam bahasa Inggris, subyek nominatif dan predikat nominatif dibedakan dari urut-urutan kata di dalam kalimat, subyek terletak di muka. Tidak demikian halnya dalam bahasa Yunani. Urutan kata dalam bahasa Yunani lebih luwes dan digunakan untuk penegasan/penekanan ketimbang untuk fungsi gramatika. Yang membedakan subyek nominatif dan predikat nominatif adalah artikel (kata sandang). Jika salah satu dari dua nomina memiliki artikel, kata yang memiliki artikel itulah yang menjadi subyek. Jika dua-duanya memiliki artikel, maka yang menempati urutan pertama adalah subyek.
Urutan kata dalam bahasa Yunani lebih mengutamakan penekanan atau penegasan. Secara umum, jika suatu kata diletakkan di muka frasa, hal itu digunakan untuk penekanan. Jika predikat nominatif diletakkan di depan verba, hal itu juga digunakan untuk menegaskan sesuatu. Ilustrasi yang menarik telah dikutip pada bagian awal tulisan ini, dan inilah penggal terakhir yang paling banyak menjadi sorotan:
kai theos ên ho logosdan – Allah – Dia adalah – Firman itu
and – God – was – the WordFirman itu (-ho logos, the Word) adalah subyek karena kata itu memiliki artikel-ho, oleh karena itu Alkitab Terjemahan baik Indonesia maupun Inggris membalikkan penerjemahannya menjadi Firman itu adalah Allah (the Word was God) .
Dua pertanyaan akan timbul sehubungan dengan pembalikan letak subyek nominatif dan predikat nominatif ini:
1. Mengapa kata theos diletakkan di depan?
2. Mengapa kata theos tidak menggunakan artikel?
Pembalikan subyek nominatif dan predikat nominatif dengan satu artikel sedangkan nomina lain tidak menggunakan artikel masih dapat dijumpai dalam Yohanes 4:24, pneuma ho theos, Allah itu Roh dan bukan Roh adalah Allah, dalam 1 Yohanes 4:16, ho theos agapê estin, Allah adalah kasih dan bukan kasih adalah Allah. Demikian pula dalam Yohanes 1:14, ho logos sarx egeneto, Firman itu telah menjadi manusia, dan bukan manusia yang menjadi Firman.
Jelas sekali bahwa penulis Injil Yohanes menekankan secara positif:
APA YANG ADALAH ALLAH, FIRMAN ITULAH DIA
WHAT GOD WAS, THE WORD WAS.
BP- 08-31-2005
YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH - BHS YUNANI 2 YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH
BERDASARKAN KAIDAH BAHASA YUNANI
2
yang walaupun dalam rupa Allah , tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
* Filipi 2:6hos en morphê theou huparkhôn oukh harpagmon êgêsato to einai isa theôYang walaupun dalam rupa Allah , hos en morphê theou.
Kata Yunani morphê adalah bentuk sebagaimana seseorang dilihat oleh mata jasmani, penampilan lahiriah. Sebelum mengkaji makna kata ini, ada baiknya kita tinjau beberapa kata yang mengandung makna yang hampir sama yaitu skhêma, dan idea-idea.
Kata Yunani skhêma adalah pola atau patron , pembentukan fisik yang digunakan untuk membanding sesuatu dengan seseorang.
* 1 Korintus 7:31,
"pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang (schma-skhêma) akan berlalu."
kai hoi khrômenoi tô kosmô toutô hôs mê katakhrômenoi paragei gar to skhêma tou kosmou toutou
* Filipi 2:8,
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
kai skhêmati euretheis hôs anthrôpos etapeinôsen heauton genomenos hupêkoos mekhri thanatou thanatou de staurou
Kata Yunani idea-idea sering dihubungkan dengan raut wajah seseorang, bukan keseluruhan fisik, kata ini hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru Yunani.
* Matius 28:3,
"Wajahnya (idea-idea) bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju."
ên de hê idea autou hôs astrapê kai to enduma autou leukon hôsei khiôn
Kata idea-idea semata-mata merujuk kepada penampilan luar. Baik morjh-morphê maupun skhêma lebih luas. Kedua-duanya merujuk kepada penampilan luar, tetapi mencakup kebiasaan, aktivitas dan tindakan pada umumnya. Kata morphê juga melibatkan penampilan luar sekaligus hakekat sebelah dalam, hal ini tidak dijumpai pada kata skhêma. morphê menyatakan bentuk alami sedangkan skhêma merujuk kepada figur. Baik schma-skhêma maupun idea-idea berhubungan dengan bagian luar, skhêma lebih luas ruang lingkupnya ketimbang idea-idea, sedangkan morphe berhubungan dengan bagian luar yang mencetuskan apa yang ada di dalam..
Kedua kata morphê dan skhêma digunakan berganti-gantian dalam konteks Filipi 2:6-8. Ayat 6 dan 7 sudah dikutip, dan inilah ayat ke-8.
* Filipi 2:7,
"melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa (morphê) seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
all heauton ekenôsen morphên doulou labôn en homoiômati anthrôpôn genomenos
Kembali kepada konteks Filipi 2:6. Jelas sekali Paulus menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah secara hakekat. <ðððð>
Sumber : Yohannes/ Biblika
Forumer™ is Voted #1 Free Forum Hosting provider
Build your own community today with the largest message board hosting company.