YESUS TIDAK BERDOSAYESUS TIDAK BERDOSA
Ketiadaan dosa Yesus
Di dalam dunia ini, siapakah yang berani mengatakan dirinya tidak berdosa? Semua orang yang dianggap waras atau suci pun mengakui diri mereka berdosa. Hanya Yesus yang berani berterus-terang mengatakan diri-Nya tidak berdosa. Yesus berkata :
* Yohanes 8:46
Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku
tis ex umôn elegchei me peri amartias ei de alêtheian legô diati umeis ou pisteuete moi
Sebelum Yesus disalibkan, Dia pernah diadili sebanyak enam kali. Di kalangan mereka adalah para pemimpin masyarakat Yahudi, para penguasa Roma, para imam dan guru Taurat, tetapi tidak satupun yang dapat membuktikan dosa yang telah dilakukan oleh Yesus. Pilatus, gubernur kerajaan Roma berkata tiga kali, "Aku tidak mendapat alasan apapun untuk menghukum Dia." Pilatus berhasrat untuk membebaskan Yesus, tetapi kerana hasutan orang Yahudi dan teriakan mereka yang memohon agar Yesus disalibkan, Pilatus melihat bahawa kata-katanya sia-sia saja. Pilatus mengambil air lalu membasuh tangannya di hadapan orang ramai dan berkata, "Aku tidak bertanggungjawab terhadap kematian orang ini! Kamulah yang bertanggungjawab!" (Matius 27:24). Lalu dia menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
Dalam beberapa hal, pertanyaan ini sangat hipotetis, karena Alkitab secara jelas mengajarkan bahwa Yesus tak pernah berbuat dosa (Ibrani 4: 15). Namun hal ini tetap dibahas oleh para ahli theologia secara panjang lebar. Secara teknis "tanpa cela" adalah doktrin yang mengajarkan bahwa Kristus tidak berbuat dosa sekalipun Ia telah dicobai :
Yesus tak pernah berdosa, tapi Ia telah dicobai.
* Ibrani 4:15,
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." –
ou gar echomen archierea mê dunamenon sumpathêsai tais astheneiais êmôn pepeiramenon de kata panta kath omoiotêta chôris amartias
Terjemahan yang tepat untuk
'chôris amartias' sebenarnya bukan "tidak berbuat dosa" melainkan "tanpa dosa".
Semua cobaan itu ditujukan langsung pada keadaan-Nya sebagai manusia, dan bukan sebagai Tuhan.
* Yakobus 1:13
"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun."
mêdeis peirazomenos legetô oti apo tou theou peirazomai o gar theos apeirastos estin kakôn peirazei de autos oudena
Beberapa ahli theologia seperti Charles Hodge berpendapat bahwa Yesus dapat berbuat dosa. Dasar pendapatnya adalah bahwa godaan itu bukanlah suatu realitas kecuali ada suatu kesempatan untuk melakukannya.
Tetapi, Yesus Kristus tidak berdosa dengan pengertian tidak memiliki dosa (
'amartia', kata benda) bukan tidak berbuat dosa (kata kerja). Jadi, bukan masalah "sanggup" atau "tidak sanggup" berbuat dosa, melainkan Dia "tidak mungkin" berbuat dosa. Kata kerja "berbuat dosa", Yunani
'amartanô' dengan segala perubahan bentuknya tidak pernah ditujukan kepada Yesus Kristus :
* 1 Yohanes 3:5,
"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa." –
kai oidate oti ekeinos ephanerôthê ina tas amartias êmôn arê kai amartia en autô ouk estin
Pendapat lainnya (yang saya setujui) mengatakan bahwa Yesus tak pernah berdosa dengan alasan-alasan sebagai berikut.
Godaan yang dilakukan oleh setan adalah untuk menghancurkan kita. Godaan dan dakwaan tak harus berjalan bersama-sama, hanya godaan yang sukses dan berhasil yang dapat menghasilkan suatu dakwaan terhadap kita.
Semua godaan yang dihadapi Tuhan kita dalam Matius 4 sangatlah menggiurkan bagi seorang manusia. PergumulanNya dalam Taman Getsemani adalah nyata dan sukar. Dapat dikatakan bahwa Ia mengalami godaan terburuk yang pernah dialami oleh manusia , karena biasanya kita sudah menyerah kalah sebelum bertanding. Tuhan Yesus berdiri teguh menghadapi semua cobaan dan godaan Iblis yang paling berat.
Sekalipun dari sisi manusia Yesus mungkin mempunyai keiginan untuk berdosa tapi sisi keTuhanan-Nya menjagaNya sehingga Ia tak dapat berdosa. Adalah sangat tidak praktis bila ada pendapat yang menyatakan bahwa sisi manusia Yesus dapat mengambil keputusan secara independen untuk menentang sisi Ke Tuhanan-Nya.
Ketuhanan Kristus membuat-Nya tak dapat berbuat dosa karena:
1. ImunitasNya - identitas diriNya yang tak pernah berubah (Ibrani 1:12, 3:8) Ia tetap kudus baik dulu, sekarang dan selama-lamanya.
2. KekuatanNya (Omnipotensi) - jatuh ke dalam godaan menunjukkan suatu kelemahan moral atau kurangnya suatu kekuatan. Kristus mempunyai kuasa yang besar dan karenanya tidak dapat jatuh ke dalam dosa.
3. KemahatahuanNya (Omniscience) - Iblis menjatuhkan kita dengan cara menipu kita, tapi Yesus mempunyai pengetahuan illahi sehingga Ia tak dapat ditipu.
Amin.
Sumber :
Dr. John Bechtle, Christian Answer © 1996, Eden Communications,
John F. Walvoord's, Jesus Christ Our Lord. (Chicago: Moody Press, 1969), pp. 147-152.