SarapanPagi Forum Index
  Register FAQ Search Memberlist Usergroups Profile Log in to check your private messages Log in 
Log in to check your private messages  ·  fChat
KINGDOM OF HEAVEN

 
Post new topic   Reply to topic    SarapanPagi Forum Index -> FILM/ TV SHOW
View previous topic :: View next topic  
Author Message
BP



Joined: 31 Aug 2005
Posts: 1499

PostPosted: Wed Oct 26, 2005 3:56 am    Post subject: KINGDOM OF HEAVEN Reply with quote

KINGDOM OF HEAVEN




Directed by Ridley Scott
Written by William Monahan
Music by Harry Gregson-Williams

Cast :

Orlando Bloom - Balian of Ibelin
Eva Green - Sibylla
Liam Neeson - Godfrey of Ibelin
Jeremy Irons - Tiberias (the movie's name for the historical Raymond III of Tripoli)
Marton Csokas - Guy de Lusignan
Jon Finch - Patriarch of Jerusalem
Brendan Gleeson - Reynald of Chatillon
Ghassan Massoud - Saladin
Edward Norton - Baldwin IV
Alexander Siddig - Nasir
David Thewlis – Hospitaller



REVIEW :

Setelah kecewa dengan Film TROY rasa California (Wolfgang Peterson), dan ALEXANDER yang nge-pop (Oliver Stone). Film KINGDOM OF HEAVEN cukup mengobati ketidak-puasan itu, meski sebelumnya saya sempat meragukan film ini karena pemilihan Orlando Bloom sebagai aktor utama, mengingat kegagalannya di film TROY, dan wajahnya yang terlalu imut seperti di film LORD OF THE RING. Hal-hal itu memang cukup membuat kebimbangan apakah Bloom mampu tampil sesuai karakter dalam film perang yang dikenal sadis itu?. Tetapi nama besar Ridley Scott membuat saya yakin bahwa film yang dibuatnya bukanlah sembarang film, setelah karya-karya besarnya di film-film : 1492 CONQUEST OF PARADISE; BLACK HAWK DOWN; GLADIATOR dll.

Ridley Scott dan William Monahan, mengangkat sepenggal kisah dengan latar belakang Perang-Salib. Dengan menampilkan Kerajaan Jerusalem (1099-1187) yang juga meliputi Antiokhia, Edesssa, dan Tripoli. Secara pemerintahan daerah ini di bawah Konstantinopel, namun gereja di bawah Paus di Roma. Film ini oleh banyak kalangan dinilai sebagai film yang lumayan jujur dan berani menampilkan ‘keburukan sejarah agama sendiri’ yang memang selama ini menjadi latar-belakang ketidak-harmonisan hubungan antara Islam-Kristen. Anda tentu tergelitik sekaligus miris dengan ucapan agamawan yang memberi semangat kepada tentara-tentara salib ke medan-perang yang diucapkan secara berulang-ulang "to kill an infidel is not a murder, it is the path to heaven!" ini mungkin agak mirip dengan ‘teriakan’ Imam Samudra.

Pemilihan judul KINGDOM OF HEAVEN, tentu mempunyai makna metaforik. Yang dalam film ini justru mengetengahkan tafsiran-tafsiran Kitab-Suci secara harfiah saja atau bahkan menyimpang. Dengan jelas, Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah Raja Damai. Film ini juga boleh dianggap sebagai oto-kritik terhadap kekristenan sebagaimana film THE NAME OF THE ROSE misalnya, yang mengetengahkan bahwa, TUHAN justru menjadi ‘orang-asing’ di dalam Gereja, karena ajaran manusia/ doktrin diberi otoritas yang melebihi Kitab-Suci sendiri.

Film ini bolehlah disebut sebagai salah-satu film terbaik yang pernah dibuat. Senematografi dan editingnya sangat pas. Dalam film ini, kita menikmati sebuah film epik yang cemerlang, sajian karya seni yang tinggi, dengan gerak kamera yang memukau, semburan darah, koreografi pertempuran, ceraian anggota-anggota tubuh manusia, kekasaran manusia, yang anehnya justru menghasilkan sinematografi yang indah. Kostum yang bagus; juga pemilihan musisi kepada Harry Gregson-Williams, meskipun tak se-terkenal Hans Zimmer atau James Newton-Howard namun karyanya cukup dikenal dalam film-film ie. Shrek, Antz, Spy Game, Man on Fire, dll. Dalam adegan-adegan peperangan, kita bahkan tidak merasa bahwa suara-suara gesekan pedang, gemuruh detak kaki pasukan kuda, dll. yang ditampilkan itu adalah sound-effect, karena sifatnya yang natural dan sesuai kebutuhan karakter film-film perang.

Dari segi cerita, film ini dihujani banyak kritikan, terutama dari kalangan barat dan pengkaji sejarah Perang Salib. Kritikan dilontarkan dengan tuduhan “memutihkan sejarah” dan beberapa agenda murni untuk mengendurkan ketegangan antara agama. Dilain pihak, saya kagum atas keberanian Sir Ridley Scott, Sutradara Inggris itu dalam membuat film seperti ini di dalam konteks dan semangat Barat yang kini kurang lebih anti-muslim. Scott telah membuat film yang kurang-lebih proporsional terhadap Islam yang diwakili oleh pasukan Saladin. Dan penulis skrip, William Monahan, menyatakan, “film ini menyuguhkan pesan bahwa, adalah lebih baik hidup bersama daripada berperang.”

Kisah dalam film ini dimulai tahun 1184, dengan kepulangan Godfrey of Ibelin (Liam Neeson), seorang ksatria, kembali ke Perancis untuk menemui anaknya, Balian (Orlando Bloom), seorang pandai besi sederhana yang masih dalam suasana berkabung atas kematian anak dan istrinya. Dengan latar belakang kehidupan di tanah Eropa pada waktu itu dilanda kemiskinan. Para agamawan mengajar : Sebagai penebusan dosa, rakyat harus melakukan perjalanan suci ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan bertemu Yesus, dengan mengadakan ritual pengakuan dosa. Penduduk di daratan Eropa yang kala itu terbelakang, mereka menganggap agung ajaran-ajaran para agamawan itu. Maka konsekuensi logis masuknya mereka ke Agama Kristen adalah harus membebaskan tanah kelahiran dan disalibnya Yesus dari orang-orang asing (Arab).

Balian melakukan kesalahan dengan membunuh seorang pastor. Kemudian ia lari dan bergabung bersama ayahnya Godfrey of Ibelin. Dalam perjalanan, Balian diajar sebagai seorang prajurit, sampai pada suatu waktu Balian diharuskan untuk menyerahkan diri karena ia telah membunuh seorang pastor. Godfrey menolak menyerahkan Balian, maka terjadilah pertempuran yang menyebabkan Godfrey cedera, dan akhirnya mati. Balian kemudian menjadi pengganti ayahnya untuk melayani raja. Pada saat itu Balian bertemu dengan Tiberias, penasehat militer raja yang diperankan apik oleh Jeremy Irons.

Kemudian, film ini menceritakan suasana setelah Perang Salib pertama, Pada saat itu pihak Kristen menguasai Jerusalem. Dibawah pemerintahan King Baldwin IV (Raja Jerusalem 1174-1185). Jerusalem saat itu dalam suasana damai dengan pihak Islam. Raja Baldwin IV mengadakan gencatan senjata dengan Salahuddin al-Ayyubi atau Sultan Saladin (Ghassan Massoud). Tetapi di lain pihak ada beberapa orang dari pihak Kristen yang mencoba kembali memprovokasi perang dengan pihak Islam. “Give me a war!” adalah kalimat menggambarkan bahwa Guy de Lusignan (Marton Csokas), anggota Knights of Templar yang menentang perdamaian dengan umat Islam, adalah tokoh antagonis di film ini.

King Baldwin IV yang diperankan oleh Edward Norton, walaupun sepanjang aktingnya memakai topeng, karena keadaannya yang sekarat dan wajahnya rusak akibat penyakit kusta. Tetapi kita disuguhi ‘voices’ yang sungguh berkarakter, dan anda pasti menikmatinya, sebagaimana suara Jeremy Irons yang accent-nya selalu sedap didengar. Disinilah Scott sangat teliti dalam pemilihan actor yang cocok dalam setiap tokoh didalamnya. Meskipun raja tak kelihatan wajahnya, tetapi Scott tidak mau memilih sembarang aktor apalagi ‘aktor-murah’ untuk menghemat budget, karena pembawaan karakter lebih penting. Malah dalam beberapa adegan ‘suara Norton’ mampu menenggelamkan penampilan Bloom yang rupawan itu. Demikian pula Scott sangat ‘perfect’ dalam menampilkan para tokoh Islam, ia memakai aktor-aktor Muslim sesungguhnya, Ghassan Massaoud, misalnya. Pemeran Saladin ini adalah aktor dan sutradara ternama di Syria. Melihat gambaran tentang Saladin dan bala tenteranya, kita bisa melihat bahwa keturunan Abraham yang lain ini adalah bangsa yang sangat hebat. Saladin digambarkan sebagai seorang ‘panglima yang sempurna’.

King Baldwin adalah raja yang berkomitmen membina perdamaian dan harmonisasi 2 agama yang berbeda, namun komitmen ini harus dirusak oleh Guy de Lusignan dan Raynald de Chatillon (Brendan Gleeson) yang beranggapan bahwa “There must be war, God wills it!”. Maka untuk meredam kemarahan Saladin, King Baldwin sendiri yang kemudian memimpin pasukannya untuk berhadapan dengan pasukan Saladin. Sementara itu Balian yang ditugaskan untuk menjaga penduduk sipil bertaruh nyawa dengan pasukan Saladin yang dipimpin oleh Mummad Al Fais. Pasukan Balian kalah melawan pasukan Saladin namun Al Fais tidak mau membunuh Balian karena mereka saling mengenal sebelumnya. Dan Al Fais teringat akan jasa Balian dan kembali mengatakan “Your quality will be known among your enemies, before ever you meet them my friend”. Kemudian adegan diteruskan dengan ‘terms’ antara King Baldwin dan Sultan Saladin, dimana mereka kembali memilih jalan damai daripada saling menghancurkan. Segera setelah itu King Baldwin jatuh sakit.

Menjelang kematiannya, King Baldwin IV meminta agar Balian menikahi adiknya, Ratu Sibylla (Eva Green, aktris Perancis). Namun Balian menolak, atas penolakan ini Sibylla mengatakan kalimat sinis kepada Balian “There’ll be a day when you wish you could done a little evil to do a greater good”. Dan, hal tersebut memungkinkan Guy de Lusignan, menjadi raja dan memerintah atas Jerusalem menggantikan King Baldwin. Dengan didukung oleh Raynald de Chatillon. Guy dan Raynald adalah paduan sempurna ‘orang-orang yang haus darah’. Perang kembali dipicu dengan tindakan Guy yang membunuh seorang utusan Saladin dari Saracen. Tak cukup disitu Guy menangkap adik perempuan Saladin. Maka Saladin memancing pasukan Yerusalem keluar dari kota, untuk melawan pasukan Saladin di Hattin. Guy dan Raynald memporak-porandakan perjanjian damai yang susah-payah telah dibangun oleh Raja Baldwin IV dengan Sultan Saladin. Dalam keadaan seperti itu orang-orang Muslim tidak belajar suatu apapun dari Tentara- Crusade yang buas.

Kemudian, pasukan Guy menjadi lemah karena kekurangan air, maka dengan mudah mereka hancur dikalahkan oleh pasukan Saladin, kemudian Guy dan Raynald de Chatillon dibunuh. Melihat kekalahan tragis kubu, Tiberias kemudian memutuskan meninggalkan Jerusalem dan pergi ke Cyprus, sementara Balian tetap berusaha menjadi ksatria yang melindungi rakyat di Jerusalem.

Setelah memenangkan pertempuran itu, Saladin bergerak menyerang Yerusalem. Di dalam kota Jerusalem hanya ada penduduk biasa dan sedikit tentara saja karena sepeninggalan Tiberias dan Pasukan Guy. Terdesak oleh keadaan, Balian harus mengambil kendali dan memimpin para penduduk mempertahankan tembok kota, sesuai permintaan mendiang ayahnya “Defend the king, if the king is no more, protect the people”. Mampukah Balian dan pasukannya melawan pasukan Saladin yang berjumlah lebih dari 200ribu? Agaknya film ini tetap dalam komitmen-nya menyuguhkan sesuatu yang rasional. Dengan konklusi keputusan Balian “Then, I surrender Jerusalem under these terms” dialog dari tawar-menawar antara Saladin dan Balian, adalah salah satu dialog yang paling menarik di film ini.

Akhirnya Balian of Ibelin memilih kembali ke tempat asalnya dan menjadi seorang ‘pandai besi’, Sibylla pun meninggalkan posisinya sebagai ratu dan hidup bersamanya. Film ini hanyalah ‘sepenggal kisah dalam Perang Salib’ dan bukan keseluruhan catatan sejarah Perang Salib. Film inipun ditutup dengan Perjumpaan Balian dengan King Richard the Lionheart dari Inggris sebagai pihak yang kembali hendak memenangkan Jerusalem dari tangan Saladin (Pihak Muslim). Namun Balian menolak kembali berperang dengan mengatakan ‘I am a blacksmith!’

Walau bagaimanapun Perang Salib adalah sejarah hitam akibat dari abusement terhadap ajaran Tuhan Yesus Kristus, bagaimana Lambang Salib Sang Raja Damai itu dijadikan ‘icon-perang’ selama hampir 4 abad. Pada akhirnya Perang-Salib ini dimenangkan oleh kubu Sabil. Tahun 1453 merupakan masa jatuhnya Konstantinopel, kota kebanggaan Kristen itu menjadi Negara Islam hingga sekarang. Maka, hendaknya hal tersebut menjadikan suatu bukti bahwa Perang-Salib itu tidak dikehendaki Tuhan.


" First, I thought we were fighting for God
then, I realized.
We were fighting for wealth and land,
I was ashamed!"


By Raymond III of Tripoli (Tiberias)




Itulah setidaknya yang digambarkan KINGDOM OF HEAVEN, sebuah film yang berkisah tentang Perang Salib yang justru membawa pesan perdamaian.





Blessings in Christ,
BP
October 25, 2005


Last edited by BP on Tue Mar 28, 2006 10:30 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
BP



Joined: 31 Aug 2005
Posts: 1499

PostPosted: Sat Oct 29, 2005 4:46 am    Post subject: Reply with quote

From: santoso nugroho <nugrohoclp@...>
Date: Wed Oct 26, 2005 7:37 am
Subject: Re: KINGDOM OF HEAVEN

sedikit berkomentar hampir semua review ttg kingdom of heaven selalu memuji, arahnya "dalam pikiran saya" adalah seakan-akan dalam perang salib yg menjadi penyebab adalah pihak kristen dan pihak islam dalam posisi yg benar, tetapi...
dalam pikiran saya juga, bukankah yg memulai ekspansi militer pertama kali utk merebut tanah suci (yerusalem) dan sekitarnya adalah pasukan muslim, lha wong kekristenan sdh ada jauh sebelum islam muncul disana???
so, walaupun didalam internal kristen sendiri banyak masalah dan kekisruhan pada waktu itu tetapi akar sejarahnya kan, wilayah kristen diserang dulu oleh pasukan muslim.
kalau berita2 yg senada spt ini terus dipublikasikan, maka bisa2 orang2 kristen yg tdk tahu awal sejarah akan menjadi pihak yg "merasa bersalah".

di atas adalah pendapat saya
mohon pencerahan

salam dan doa
nugroho



JAWAB :

Memang ada banyak 'pola-pikir' dari kalangan kita ini, bahwa Muslim duluan-lah yang menyerang pihak-Kristen.
Tetapi marilah kita kembali pada sejarah : Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun AD 70, ditandai dengan dihancurkannya Bait Allah oleh jendral Romawi Titus. Kemudian bangsa Yahudi mulai tersebar di berbagai belahan dunia (diaspora). Pada tahun AD-132-135, Kaisar Romawi Hadrian mengingkari janji untuk membangun kembali Bait Allah dan memicu pemberontakan Bar Kokhba.

Ada kemungkinan bahwa Bar Kokhba kemudian membangun kembali Bait Allah, karena kemudian Hadrian datang kembali dan menaklukkan Yerusalem, menghancurkan Bait Allah Bar Kokhba, dan menajiskan Bait Allah dengan mendirikan kuil-kuil berhala di sana. Pada tahun AD-135, Tinneius Rufus, orang Romawi gubernur Yudea, membersihkan bukit Bait Allah sebagai tanda kehancuran total Yerusalem.

Ibarat rumah kosong, Yerusalem kemudian dihuni juga oleh bangsa-bangsa lain. Pada masa Islam, pada tahun AD-637, Islam menaklukkan Yerusalem dan menemukan Bukit Bait Allah dan lokasi Bait Allah yang tertimbun kotoran hewan selama berabad-abad, dan pada tahun AD-691, Kalif Abdul Al Malik menyelesaikan pembangunan 'Dome of the Rock' di atas bukit Bait Allah, dan pada tahun AD-715 Mesjid Al Aqsa diselesaikan di atas reruntuhan bangunan Yahudi-Kristen di ujung selatan Bukit Bait Allah. Masa ini dikenal sebagai kebangkitan Islam, bangsa Arab berkembang menjadi bangsa yang besar dan berbudaya.

Dari situlah bangsa arab (kaum muslim) dan sebagian orang Yahudi, Kristen dll. hidup bersama di Yerusalem. Agama Kristen berkembang pesat di daratan Eropa. Dalam review Film (posting sebelumnya) telah dijelaskan bahwa ada pengajaran "Sebagai penebusan dosa, rakyat harus melakukan perjalanan suci ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan bertemu Yesus, dengan mengadakan ritual pengakuan dosa. Penduduk di daratan Eropa yang kala itu terbelakang, mereka menganggap agung ajaran-ajaran para agamawan itu. Maka konsekuensi logis masuknya mereka ke Agama Kristen adalah harus membebaskan tanah kelahiran dan disalibnya Yesus dari orang-orang asing (Arab)."

Hal itulah sebagai salah satu alasan utama, orang Eropa Kristen menyerang Yerusalem yang dikenal dengan perang Salib (sampai 7 seri). Nyatalah bahwa tentara Salib tidak membawa damai, tetapi pedang; pedang itu adalah justru memotong-motong dunia Kristen. Orang-orang Kristen Timur dikenal sebagai orang yang cinta-damai oleh kaum muslim, tetapi mereka melihat ironi Kristen dari barat ini datang sebagai tentara bengis dalam merebut Yerusalem. Perang Salib memang tidak memberikan maslahat apapun bagi orang-orang Kristen di Timur. Sebaliknya, di mata tentara Salib orang-orang Kristen Yakobit, Koptik, Melkit, dan Nestorian merupakan orang-orang yang menyimpang dari ajaran yang benar.

Setiap terjadi Perang Salib orang-orang Kristen asli Timur Tengah didera penderitaan. Terjadi pembunuhan besar-besaran, baik atas orang-orang Islam maupun orang-orang Kristen asli, seperti yang terjadi di Antiokhia (1098 & 1268), Yerusalem (1099 & 1244), Caesarea (1101), Beirut (1110), Edessa (1146), Tripoli (1289), Akha (1291), dan Aleksandria (1365). Setelah pengusiran orang-orang Kristen Barat, orang-orang Kristen asli di Mesir, Siria, dan Armenia terkena getahnya. Orang-orang Kristen tidak lagi dipercaya oleh penguasa-penguasa Islam. Sikap toleran terhadap orang-orang Kristen juga meluntur dan jurang antara kaum Kristen dan Islam diperdalam. Perang Salib mempercepat kemunduran Gereja Timur

Bagi dunia Islam Perang Salib berakibat memantapkan penguasaannya terhadap wilayah-wilayah yang telah didudukinya dan mengusir tentara Salib. Namun demikian dapat dikatakan mudarat yang didapatkan justru lebih banyak, karena bagi kaum Islam wilayah-wilayah tersebut memang sudah lama mereka kuasai. Tidak ada yang baru dalam hal ini. Tidak ada hal yang baik pada tentara Salib yang dapat dipetik oleh orang Islam. Moral mereka bejat. Mereka memeras kawan dan lawan serta menyembelih keduanya tanpa ampun. Menurut Gustav Lebon yang dikutip oleh Al-Wakil fakta tersebut tidak dapat dipungkiri oleh siapapun dari bangsa Eropa. Hal ini masuk di akal karena pada umumnya tentara Salib berasal dari pengangguran, penjahat, dan rakyat jelata. Tidak ada yang dapat diharapkan dari tentara Salib selain pembunuhan manusia tak berdosa, perampokan, dan pelanggaran kehormatan

Citra orang Kristen Barat berbeda sekali dengan citra orang Kristen Timur di mata orang Islam. Orang Kristen Timur dihormati sebagai orang-orang berkebudayaan tinggi, sedang orang-orang Kristen Barat dianggap biadab. Ironisnya penyerangan tentara Salib dilakukan dalam nama Kristus, Raja Damai. Sejak zaman itu agama Kristen dihubungkan dengan kekerasan. Sejak zaman itu juga kata salib bagi orang yang berbahasa Arab menimbulkan emosi peperangan. Kesan yang ditimbulkan orang-orang Kristen pada zaman itu tidak pernah dilupakan. Bagi orang Kristen tahun 1100 - 1300 merupakan masa yang sudah lewat. Akan tetapi bagi orang Islam, yang mempunyai pandangan tentang sejarah menurut Timur , zaman itu bukanlah zaman yang telah lewat, namun masa yang mengerikan yang selalu dapat muncul kembali

Dalam pada itu bagi Eropa Barat dan gerejanya secara politik-militer Perang Salib tidak bermaslahat sama sekali. Tidak ada satu daerah pun yang pernah dikuasai dapat dipertahankan. Dengan demikian tujuan Perang Salib untuk merebut Tanah Suci dari orang-orang Islam gagal dicapai.

Pada bidang kebudayaan Perang Salib berarti perjumpaan antara dunia yang biadab dan dunia yang berkebudayaan tinggi. Orang-orang Islam tidak belajar suatu apapun dari tentara-Salib yang buas. Sebaliknya ada banyak hal yang diterima oleh Barat. Orang Barat memperoleh ilmu filsafat dari orang-orang Arab, yang sebenarnya dipengaruhi oleh filsafat Yunani (pengaruh dari berkuasanya Alexander Agung pada 3abad BC).




Semoga penjelasan diatas bermanfaat.





Sumber :
- Th. van den End & Christiaan de Jonge, Sejarah Perjumpaan Gereja dan Islam, Cet. 3. (Jakarta: STT Jakarta, 2001), 89
- W. Montgomery Watt, Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan, Cet. 2. (Jakarta: Gramedia, 1997)
- Muhammad Sayyid al-Wakil, Wajah Dunia Islam: dari Dinasti Bani Umayyah hingga Imperialme Modern, Cet. 4. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2000), 43.
Back to top
View user's profile Send private message
BP



Joined: 31 Aug 2005
Posts: 1499

PostPosted: Sat Oct 29, 2005 5:37 am    Post subject: Reply with quote

----- Original Message -----
From: "JRS" <jrsaragih@....>
Sent: Wednesday, October 26, 2005 10:12 AM
Subject: Re: KINGDOM OF HEAVEN


TANYA :

saya mau tanya sekaitan judul, sebenarnya dimana sich kerajaan sorga itu sebenarnya, baik secara teks alkitab atau dogma gereja?

ada yg berkata disorga, dimana sih sorga itu? kalau tdk salah yesus pernah bersabda, "kerajaan sorga itu ada diantara kamu"; apakah kita
perlu mencari lagi?



JAWAB :


"The kingdom of God is within you." Luke 17:21


The Kingdom of Heaven (Kerajaan Sorga) atau disebut juga the Kingdom of God (Kerajaan Allah),Yunani 'basileia tou theou' )
Frasa ini ada banyak sekali kita temukan dalam Injil sinoptik Matius, sementara Lukas dan Markus lebih banyak memakai istilah Kingdom of God .

-----

Kerajaan Sorga(Kerajaan Allah) adalah satu tema yang utama di seluruh Alkitab. Allah adalah raja dari semua raja-raja.
Yesus yang kita sembah - Dia adalah Allah dan raja dari kerajaan rohani. Di mana pemerintahan Yesus itu ada di dalam hati umat Tuhan di seluruh dunia. Jadi Kerajaan Allah tidaklah terlihat dari benda yang dibangun oleh manusia atau suatu tempat, tetapi Kerajaan Allah adalah Tuhan memerintah kerajaan-Nya di dalam hati semua umat Tuhan.

* Lukas 17:20-21:
17:20. Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."


- Kerajaan Allah ada di dalam kita! -


Yesus tidak memerintah secara 'De Iure' dan secara 'De Facto' sebagai pemimpin suatu negara secara pengertian duniawi, misalnya menjadi Raja/Pemimpin Yudea seperti Herodes, tapi secara rohani Dia seorang Raja, Yesus Kristus. Dia Raja kita - Raja anda dan Raja saya. Kita ini rakyat-Nya, umat yang Dia perintah. Kita ini pengikut-pengikut-Nya.

Dalam Injil Matius 3, Yohanes Pembaptis memberitakan Kerajaan Sorga (Kingdom of Heaven) :
3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

* Matius 14:17,23
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga[B] sudah dekat!"
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.


Bukan hanya Yohanes Pembaptis, tetapi Yesus juga memberitakan Kerajaan Sorga / Kerajaan Allah.
Kalau begitu, apakah murid-murid-Nya juga memberitakan Kerajaan Sorga?

[COLOR=GREEN[B]* Matius 10:5-7

10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. [/COLOR]

Yohanes Pembaptis, Yesus sendiri, murid-murid Yesus juga memberitakan Kerajaan Sorga.


Dalam Matius 5 pengajaran Yesus semua dilandaskan, karena, dan untuk Kerajaan Sorga.
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Dalam Doa Bapa-Kami, Yesusmenegaskan bahwa Allah, Bapa kita ada di Kerajaan Sorga.
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Dalam ayat-ayat, Yesus kembali menegaskan tantang Kerajaan Sorga :
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.




KERAJAAN ALLAH - ASPEK ROHANI :

* Yohanes 3:1-6
3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Jadi Yesus sedang bicara mengenai satu Kerajaan yg tidak nampak dengan mata.
Setelah kebangkitan Yesus ternyata dalam Kisah Rasul 1, beritanya juga berita dari Kerajaan Allah:

* Kisah 1:3
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.


Jadi Yesus sebelum salib dan sesudah kebangkitan juga berbicara tentang Kerajaan Allah.


* Kisah 8:11-12
8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan

* Kisah 19:6-8
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.



Saya rasa cukup beberapa ayat diatas itu untuk membuat kita yakin bahwa Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah ini memang ada nyata tertulis dalam Alkitab dan diajarkan untuk menjadi bagian kehidupan kita.

Maka, kita mesti belajar memahami bahwa Yesus adalah Raja. Dalam pemahaman ini saja kita justru kita kalah dengan orang yang disalib di sebelah Yesus itu: "Ya Yesus bila Engkau datang kembali sebagai Raja, ingatlah kepadaku..." Yesus menjawab: "Hari ini Engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus".

Hadirnya Yesus sebagai manusia memang tidak membawa kuasa duniawi/ lahiriah, sebab misi Yesus adalah misi rohani. Dia yang adalah Allah itu telah lahir ke bumi dan berkarya bagi keselamatan umat manusia yang dikasihiNya (Yohanes 3:16).



Blessings,
BP
October 27, 2005
Back to top
View user's profile Send private message
BP



Joined: 31 Aug 2005
Posts: 1499

PostPosted: Thu Nov 10, 2005 11:36 am    Post subject: Reply with quote




Harry Gregson-Williams


denger MP3 sountrack film ini klik disini



Beberapa hari lalu beli SOUND-TRACK – KINGDOM OF HEAVEN
The music bener2 fantastic!
Hans Zimmer’s protĂ©gĂ© ini , udah melampaui kemampuan seniornya Smile

Ridley Scott mendapat keuntungan dari kesibukan Hans Himmer yang sedang menyelesaikan film Animasi MADAGASCAR, kemudian mengalihkan pilihannya kepada Harry Gregson-Williams atas rekomendasi Hans Zimmer. Alhasil, Scores music yang di-compose Harry Gregson-Williams membantu banyak dalam menampilkan film KINGDOM OF HEAVEN menjadi lebih megah dan hidup.

Mulai dari lagu The CRUSADERS, Theme of IBELIN, The battle of Kerak pasti akan membuat kita berdecak-decak kagum dengan sound dan melody yang orisinil. Seandainya score ini dibuat oleh Hans Himmer, malah mungkin ‘tidak ada kejutan-kejutan’ seperti hanya musicnya di film “PEARL HARBOR dan GLADIATOR” dimana melodinya dan gaya musicnya sudah mulai gampang ditebak.

Tetapi dalam sound-track KINDOM OF HEAVEN, ada banyak kejutan, misalnya Theme of IBELIN, bener-bener merupakan ‘twisted Arabian Music’ tak cukup disitu, Williams memberikan nilai lebih pada lagu ini dengan mengundang penyanyi Mesir Natacha Atlas dengan Arabian lyric membuat lagu ini menjadi universal dan diberi judul Light of Life, boleh dinyanyikan baik dari kalangan Muslim maupun Kristen
Kecantikan Natacha dan suara-emas-nya yang khas itu, membuat lagu ini ‘wow!!’ saya nggak bisa mengungkapkannya lebih, saking bagusnya Smile

Mungkin score ini adalah komposisi terbaiknya setelah score film SPY GAME. Academy Award tahun 2006 nanti mustinya ‘best-music-score’ jatuh ke Harry Gregson-Williams!

Bravo Harry!




More about Harry Gregson-Williams : http://www.imdb.com/name/nm0004581/


Last edited by BP on Tue Mar 28, 2006 10:33 am; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
cozia



Joined: 21 Dec 2005
Posts: 14

PostPosted: Tue Jan 10, 2006 6:43 pm    Post subject: Reply with quote

Film ini bagus, walaupun awalnya agak membosankan bagi saya, tapi muatan film ini cukup bagus, walaupun setting-nya perang salib tapi film ini justru memiliki semangat yang bagus mengenai kekejaman perang itu sendiri, dan perang sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran kristen, bila ditunggangi oleh alasan-alasan pribadi dan ego manusia semata.
Back to top
View user's profile Send private message
brian



Joined: 07 Apr 2006
Posts: 1

PostPosted: Fri Apr 07, 2006 10:45 pm    Post subject: Reply with quote

Yang namanya manusia yah gak ada yang mau kalah deh. Kalo diem dan damai yah pasti deh ada yang mau gangguin, ngajak ribut dsb.

seperti pepatah romawi kuno, kalau ingin damai, maka harus bersiap untuk perang. damai hanya dapat tercapai dengan mengunakan pedang.

Bangsa turki muncul dari timur tengah dan memperluas kekuasaan ke daratan eropa. Sudah menguasai banyak daerah baru seperti Yerusalem, Tripoli, dsb, masih saja tidak cukup dan berusaha menguasai Constatinopel yang pada waktu itu dikuasai oleh Byzantium (romawi timur yang terakhir). Raja Byzantium yang tidak dapat menahan serbuan tentara asing dari timur tengah akhirnya secara terpaksa dan memalukan meminta bantuan dari musuh bebuyutannya, romawi barat, yang pada waktu itu di kuasai oleh Paus.

Pada mulanya raja Byzantium mengira bantuan yang akan tiba adalah pasukan sewaan sekitar beberapa ratusan tentara saja, ternyata jauh dari perkiraan. Yang tiba malah puluhan ribu tentara yang tidak mau tunduk terhadap Byzantium dan berperang bukan demi bayaran, namun demi nama Tuhan.

Jadi yang mulai memang bangsa Turki, kalau saja Byzantium tidak pernah meminta bantuan dari Eropa barat, bisa-bisa seluruh wilayah eropa timur seperti Yunani jatuh ke bangsa Turki. Jadi yah mau bagaimana lagi....

Ironisnya pada waktu bangsa Monggol tiba di Eropa (abad ke 13) dan secara brutal membakar, menyiksa, dan membantai umat Islam dan Kristen secara sadis, tak seorang-pun yang berani protes atau menyatakan perang suci terhadap orang Monggol. Bangsa Monggol yang terkenal dengan praktek tradisinya yaitu menumpuk mayat korbannya setinggi gunung itu (dalam sejarah, korbannya itu dari bangsa Russia, Poland, Jerman, Hungaria, dan timur tengah) bukannya dibenci, namun malah diajak damai, dan bekerja sama oleh Eropa barat dalam melawan Islam. Umat Islam dan Kristen saling menghina sesama lain, namun tidak berani menghina orang Monggol yang menyembah langit biru dan mengunakan Shaman sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan yang Berkuasa dengan cara kesurupan.

Pepatah Romawi kuno yang menyatakan mencapai damai dengan mengunakan pedang terbukti benar, yaitu pada saat penguasaan Monggol yang superpower itu sukses dalam membawa damai antara Kristen dan Islam, karena daerah manapun yang mereka kuasai tak berani diprotes dan disentuh oleh kedua belah pihak. Yah jangankan disentuh, tidak di invasi saja sudah puji syukur.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    SarapanPagi Forum Index -> FILM/ TV SHOW All times are GMT + 7 Hours


Page 1 of 1

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum